
Hari-hari dilalui Aisyah dengan dimanjakan orang tuanya.
Tok,,,tok,,,tok
"Iy sebentar"ucap Aisyah mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"Oh umi, ada apa?" Tanya Aisyah setelah membukakan pintu.
"Itu di bawah ada Ima sama Annisa" jawab umi.
"Oh ya" jawab Aisyah.
" Y udah temuin gih, umi mau bikin minum dulu'' perintah umi
Setelah Aisyah kebawah memang nampak sahabatnya di ruang tamu. Lalu mereka berpelukan.
"Ais apa bener kamu akan ke pesantren besok" tanya Ima yang melepas pelukan mereka.
" Ya begitulah" jawab Aisyah.
"Berarti kita jarang ketemu dong" tanya Annisa.
" Y bagaimana lagi kan aku udah janji Ama umi dan Abi , kalo aku akan ke pesantren setelah lulus Tsanawi" jawab Aisyah.
Umi datang dengan minuman dan cemilan di nampan dan mereka asik mengobrol dan umi kembali ke dapur.
Aisyah " eh kalo aku nitip semua ke kalian apa kalian mau ".
Ima " nitip apa?? "
Aisyah " itu lho yang kita jalanin bareng-bareng tapi kalian udah punya sendiri - sendiri ".
Annisa " boleh tapi untuk yang diluar kota kita kayaknya gak bisa apalagi ini masih sekolah "
Aisyah " tenang yang diluar kota udah aku percayain ke orang "
akhirnya mereka mengobrol sampai menjelang sore.
saat makan malam
"Umi besok kita berangkat jam berapa" tanya Aisyah
" Sekitar habis dhuhur aja" jawab umi
"Tapi Abi yang antar kan "tanya Aisyah
" Y pasti lah" jawab abi
...----------------...
Keesokan harinya
Seperti biasa Aisyah bangun jam 3 lalu sholat tahajud lalu membaca Al-Qur'an sampai azan subuh lalu membantu umi masak
"Assalamualaikum umi" sapa Aisyah yang menghampiri uminya.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam cantik"jawab umi.
"Umi mau masak apa" tanya Aisyah.
"Ini umi mau masak nasi goreng sosis aja biar simpel" jawab umi yang sedang menghaluskan bumbu.
"Ais bantuin ya" ucap Aisyah.
"Iya" jawab umi.
Setelah masak Aisyah manggil Abi yang ada di teras rumah untuk sarapan bersama.
"Ais barang-barang untuk dibawa ke pesantren udah disiapin" tanya Abi
" Ya jelas dong bi" jawab Aisyah
Tanpa terasa hari sudah semakin siang, memang Abi libur untuk sehari ini untuk mengantar Aisyah. Nampak 1 koper dan tas kecil dibawa dari kamarnya menuju Abi dan umi yang ada diruang tengah.
"Waww, ini beneran anak umi?" Tanya umi yang melihat Aisyah memakai sarung hitam, baju sepaha dan kerudung ala santri. memang Aisyah sudah mempunyai banyak baju semacam itu karena Abah yaitu kakeknya mempunyai pesantren jadi saat berkunjung ia lebih nyaman menggunakan pakaian seperti itu.
"Ya benerlah, kalo gak anak umi sama Abi anak siapa lagi" ucap Aisyah yg sedikit kesal.
" Ya habisnya umi kagum penampilan kamu kayak gini" ucap umi.
"Udah siap nak?" Tanya Abi
"Ya udah siap dong" jawab Aisyah.
"Ya udah berangkat yuk" ajak Abi.
Namun keadaan berbeda saat di dalam mobil. Umi melihat anaknya yang sedang murung dan menatap ke arah luar jendela.
"Ais kanapa nak kok murung gitu wajahnya" tanya umi.
"Hehehe,,,, gak papa mi cuma mikirin nantinya saat Ais di pesantren" jawab Aisyah
"Ais tenang, pasti di pesantren Ais ketemu temen-temen yang baik sama Ais, Ais pasti bisa kok menjaga diri di pesantren karena Abi lihat selama ini kamu juga anak yang mandiri dan kamu juga pernah kan merasakan hidup di pesantren waktu kamu di pesantren Abah?" nasehat Abi.
"Iya bi, insyaallah Ais akan betah di pesantren" ucap Ais meyakinkan kedua orang tuanya.
Diperjalanan mereka asik mengobrol dan sesekali bercanda.
' semoga aku bisa merasakan begini lagi' lamunan Aisyah melihat canda tawanya bersama ke dua orang tuanya dan sedikit senyum.
"Hayoo,,,kok malah bengong"ucap umi membuyarkan lamunannya
"Hehehe" hanya itu yang keluar dari mulut Aisyah.
"Jangan banyak ngelamun gk baik" ucap Abi sambil melihat Aisyah dari kaca mobil karena Aisyah dan umi ada di kursi penumpang.
"Iy Abi" jawab Aisyah
Tak berselang lama mereka sampai di depan gerbang pintu masuk pesantren.
"Alhamdulillah" kata mereka bersamaan setelah turun dari mobil.
__ADS_1
"Mi, Ais yuk kerumah kiyai dulu" ajak Abi.
"Yuk"jawab mereka bersamaan.
"Assalamu'alaikum" ucap mereka bersamaan.
"Wa'alaikumsalam" ucap kyai di dalam.
"Eh, kamu wan, tumben kesini" tanya kyai Sodik
"Iy ini mau nitip anakku di pesantren mu" jawab Abu yang menunjukkan Aisyah dibelakangnya.
"Ouh, yaudah masuk yuk" ajak kyai Sodik.
"Umiii" panggil kyai.
{Umi menuju ruang tamu saat kyai memanggil}.
"Iya, ada apa bi" Tanya umi Sinta(istri kyai).
"Ini ada tamu, ini temen Abi masih kenal kan??, dan ini anak dan istrinya, dan anaknya mau mondok disini lho" jls kyai.
"Ya Alhamdulillah mau mondok disini" ucap umi sambil menyalami mereka.
"Namanya siapa nih cantik banget" ucap umi.
"Aisyah umi" jawab Aisyah dengan sopan.
"Aisyah, emm,,,nama yang indah, Aisyah mau lihat kamar Aisyah disini nak" tanya umi
"Mau umi'' jawab Aisyah
"Ya sudah, umi panggilkan santri disini ya biar dianterin ke kamar" ucap umi karena mengingat jika ke-dua sahabat itu bertemu pasti akan mengobrol dengan panjang dan lebar apalagi ini sudah tidak bertemu bertahun-tahun pasti akan lebi lama lagi ngobrol-nya
"Iy umi" jawab Aisyah.
(Lalu umi pergi ke luar rumah untuk memanggil salah satu santri,dan santri itu mengantarkan Aisyah ke kamarnya. Sedangkan orang tua Aisyah mengobrol di kediaman kyai)
...****************...
"Oh ya, nama mbak siapa" tanya Aisyah.
"Nama saya Nurul, kamu sendiri namanya siapa" tanya Nurul kembali.
"Saya Aisyah mbak, mbak udah berapa lama mondok disini" tanya Aisyah .
"Dari lulus SD saya sudah disini, nah ini rumah dan untuk kamarnya kamu bisa milih " ucap Nurul.
"Assalamu'alaikum"ucap mereka memasuki kamar.
"Syifa,zarra,Husna ini Aisyah penghuni baru kamar ini" ucap Nurul. ucapnya memasuki kamar di lantai 2
"Iya kak " ucap Asyifa,zarra,dan Husna.
"Ya udah kk tinggal dulu, assalamualaikum" ucap Nurul meninggalkan mereka.
__ADS_1
maaf kalo banyak typo ๐