Jodohku Ketemu Di Pesantren

Jodohku Ketemu Di Pesantren
sambangan


__ADS_3

"lain kali kalo mau samperin gue ya sini aja tapi hari Jum'at plus bawa cemilan "/Aisyah


"Tapi uang transfer masih lancarkan"/Annisa.


"Kan setiap bulan gue juga transfer. Katanya pemilik resto kok masih minta transferan" / Aisyah.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Memang Annisa memiliki usaha resto& cafe dan Ima memiliki usaha butik&salon dan mereka juga mempunyai restoran & WO bersama. karena Aisyah di Indonesia ikut membantu perusahaan Nizam dan ia juga memiliki perusahaan sendiri jadilah Annisa dan Ima ikut menbantu dan perbulan mereka akan dapat gaji dari Aisyah. Tapi tidak seorangpun yang tau mereka memiliki usaha hanya Nizam dan sang istri yang tau akan hal ini. Sampai-sampai karyawan banyak yang tidak tau siapa pemilik usaha yang mereka tempati.


Mereka memang sudah mengenal dunia bisnis sejak usia 14 tahun dan mungkin bagi orang-orang banyak yang tidak percaya bila gadis semuda itu sudah menjadi bos dan CEO salah satu perusahaan.


Ayah dari Annisa merupakan asisten pribadi Abi Ridwan (ayah Aisyah) sedangkan ayah dari Ima merupakan pengacara pribadi keluarga Aisyah.


Walaupun Abi Ridwan kedudukannya lebih tinggi tapi Abi Ridwan dan Aisyah tidak mengganggap Keluarga itu bawahannya karena dulu mereka itu sahabat juga dengan Buya mereka berempat sahabat namun dulu keluarga Ima dan Annisa kurang mampu. Untuk kuliah saja mereka dari beasiswa setelah kuliah Abi Ridwan memilih melanjutkan S2 nya di Turki sedangkan Buya melanjutkan S2 nya di Mesir saat keduanya ada diluar negeri ayah dari Annisa dan Ima di Indonesian mencari pekerjaan namun hanya diterima menjadi karyawan biasa.


Sebenarnya Abah ingin memberikan pekerjaan kepada sahabat sang anak tapi ayah dari Annisa maupun Ima menolak kerena keluarga Aisyah sudah sangat membantu tapi dengan sedikit paksaan akhirnya mereka mau. Dan setelah Abi Ridwan pulang dan mempunyai perusahaan dan saat itu juga Abi Ridwan sudah menikah ia mengangkat kedua sahabatnya menjadi asisten dan pengacara pribadinya.


(Sedikit flashback ๐Ÿ˜…)


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Iya.....iya...."/Annisa.


"Ada yang bikin gue aneh deh " /Ima.


"Apaan" /Aisyah.


"Gue bingung kak Setya kok gak nanyain lu ya padahal anak-anak padepokan pada heboh kalo lu gak masuk apalagi kita bilang lu mondok "/Ima.


"Ya gue udah bilang kali sama kak Setya kalo gue mau mondok " /Aisyah.


Kak Setya adalah guru pribadi silat Aisyah. Semenjak kejadian 2 tahun yang lalu Abi Ridwan memilihkan guru pribadi sekaligus ustadz dari pesantren Abah awalnya Aisyah menolak karena ia rasa tidak perlu guru pribadi lagi hanya cukup belajar di padepokan saja namun bagaimana lagi jika Abi Ridwan sudah memilihkan ia tidak bisa menolak.


"Oh pantesan sikapnya biasa aja"/Ima.


"Eh kalian tau gak kalo kak Huda juga ngajar silat?"/Aisyah.


"Gak tau tuh orang setiap latihan aja ikut"./Ima.


"Ternyata kak Huda juga ngajar silat di pesantren ini. waktu pertama kali gue kesini nah ada latihan silat kan ya gue ikut eh ternyata kak Huda yang ngajar disini. Kalo untuk latihan di padepokan sama disini kan lain hari" /Aisyah.


"Yang bener tapi gak ada cerita tuh"/Annisa.


"Bener ya masak gue bohong"/Aisyah.


"Ya udah kali banyak juga kan yang dari padepokan juga ngajar silat kayak di pesantren gitu " /Ima.


Mereka juga mengenal Huda karena mereka juga ikut belajar silat di padepokan. Ya walaupun Aisyah baru 3 tahun di Indonesia ia mempunyai banyak teman karena dia welcome Kepada siapapun.


"Eh iya lu berapa lama di pesantren "/Annisa.


"Sekitar dua tahunan lah" / Aisyah.

__ADS_1


"Oh" jawab keduanya.


"Tumben cuma 'oh' biasanya gue tinggal seminggu aja kalian paling uring-uringan"/Aisyah.


"Ya lah lu lebih lama lagi juga gak papa. Karena seminggu ini tidak ada tugas apapun tuh dari lu ya gak Nis"/ima.dan dijawab dengan anggukan Annisa.


"Oh gitu. Tadi baru aja ngabarin mbak Jihan".


"APA!!!" Pekik keduanya.


"Wah jadi numpuk nih kerjaan kita"/ima


"Iya nih kenapa sih gak bilang dari dulu sebelum berangkat jadi gak tumpuk-tumpuk nih kerjaan " /Annisa.


"Tenang aja mbak Jihan pasti ngasih kerjaan sewajarnya karena dia juga tau lu lu pada masih sekolah"/Aisyah.


"Alhamdulillah" ucap mereka bersama.


Jihan adalah asisten pribadi Aisyah ia berumur lebih tua dari pada Aisyah tapi Aisyah tetap sopan bagaimanapun ia harus hormat kepada yang lebih tua begitupun Ima dan Annisa mereka juga mempunyai asisten pribadi yang sama lebih tua dari pada usia mereka.


"Oh iya gue mo nanya kunci rumah di taruh di siapa? Gue tanya ke anak-anak gak ada yang dititipin" /ima.


"Oh iya ada di kamar gua kayaknya? ya udah deh ntar gue bilang ke umi kalo kalian pada mau Dateng ngambil sesuatu"


"Oh ya udah"


Rumah yang dimaksud adalah rumah yang dibeli Aisyah untuk dia dan teman-temannya sekitar satu tahun yang lalu dia membeli rumah 2 sekaligus yang dibangun dijadikan satu tapi masih berbatas dinding untuk anak-anak yang pulang malam kadang-kadang anak montor pun ikut nginep tapi untuk perempuan dan laki-laki dirumah yang berbeda.


"Ya udah gua tutup ya teleponnya" / Aisyah .


"Ya kangen tapi gua juga mau puasin diri gue hari ini mumpung boleh main ponsel "/Aisyah.


"Ya udah hati-hati lu kalo ada apa-apa kabarin kita"/Annisa.


"Yeee yang gitu seharusnya gua"./Aisyah.


"Ya udah deh sama-sama kasih kabar kalo ada apa-apa"./Ima.


"Ya udah daaa๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹ assalamualaikum"/Aisyah.


"Wa'alaikumsalam" . Mereka akhirnya memutus panggilannya.


Setelah telepon tadi ia mengecek email guna mengecek laporan dari Jihan.


Saat selesai mengecek email ia dikagetkan dengan ketukan kaca yang tak lain adalah orang tuanya lantas Aisyah membukakan pintu mobil.


"Loh umi Abi udah sowan nya?".


Abi " bukan sowan tapi main!" Aisyah mengernyitkan dahi bingung atas ucapan abinya.


Umi " Abah ya'i itu sahabat abi mu yang pernah diceritakan dulu".


Aisyah " oh".

__ADS_1


Abi "ya udah Abi pulang dulu ".


Aisyah " loh kok langsung pulang ".


Umi " iya mau langsung pulang maaf ya gak mampir ke kamar dulu lagian nanti jam setelah makan Abi ada meeting ".


Abi "oh iya tadi umi ya'i ada pesan katanya ponselnya titip ke ustadzah aja katanya Karo dititip di ndalem kejauhan satu bulan lagi kita ke Turki katanya twins mau garap skripsi jadi mau kamu ada disana".


Aisyah "lah emang semua santri nitipin hp nya ke ustadzah awalnya Aisyah juga bingung kok hp Ais ada di umi.".


Aisyah " oh iya umi nanti Ima sama Annisa mau datang ke rumah mau ngambil sesuatu di kamar Aisyah. Emang mau berapa lama di Turki ini aja Aisyah baru masuk pondok loh masak mau libur lama "


Umi " iya. Gak lama kok paling 5 hari soalnya tadi dapet izinnya seminggu doang jadi yang 2 hari kita ke pesantren abah".


Abi " ya udah kita pulang ya itu laptop udah kan makainya " .


Aisyah " udah ".


Abi dan ummi pun memasuki mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan gerbang pesantren yang sebelumnya Aisyah sudah mengambil kitab dan Snack yang diberikan dan tidak lupa mengucap salam sebelum pergi tadi.


Saat mobil sudah tidak nampak Aisyah memutuskan untuk kembali ke asrama yang mana tangan kanannya memegang paper bag berisi kitab dan tangan kirinya memegang 2 kantong plastik yang lumayan besar dan sedang berisi Snack.


"Assalamualaikum " ucapnya memasuki rumah yang mana di lantai satu penghuni lagi pada ngumpul entah pada main hp atau pun menghafal kitab.


"Wa'alaikumsalam"


"Lagi sambangan dek? " Sapa salah satu mereka yang umurnya lebih tua dari pada usia Aisyah.


"Eh iya mbak ini ada cemilan " ucapnya sembari menyerahkan kantong yang lumayan besar sedangkan yang sedang untuk dirinya.


"Loh itu bukan buat kamu " sapa yang lainnya yang juga termasuk senior Aisyah.


"Enggak mbak ini masih ada " ucapnya sambil menunjukkan kantong kresek yang satunya yang masih ditangannya.


"Oh iya dek mau nanya apa kamu ngajinya Uda sampai sab'ah kok udah ngaji sama umi ya'i "


"Em iya mbak".


"Wah hebat kamu"


"Enggak mbak biasa saja jangan keseringan muji saya ntar besar kepala saya"


Yang lain hanya tersenyum karena Aisyah dengan sikap dinginnya ternyata gampang akrab dengan orang.


"Oh iya mbak lihat Syifa gak?".


"Dek...dek.. penghuni kamar mu itu yang paling betah dikamar kalo pas hari libur gini".


"Oh ya udah Aisyah pamit ke kamar dulu assalamualaikum" ucapnya berjalan menuju lantai atas


...----------------...


maaf kalo masih banyak typo dan baru up juga

__ADS_1


seminggu ini banyak kegiatan di dunia nyata dari haflah akhir sannah sampai Diklat dan hari ini author nulis sebelum siap-siap ziarah ke Muria , Kudus sama Demak. jadi masih pagi banget.


__ADS_2