Kaisar Cahaya

Kaisar Cahaya
Kedelapan Bencana


__ADS_3

"Ayah!!!!!!"


Teriakan seorang anak perempuan menggema hingga ke telinga Kaisar William yang sedang memantau persiapan pesta.


" Puteri kecil ku sepertinya sudah bangun, aku tak sabar memperkenalkan nya pada seluruh penduduk kerajaan " ucap Kaisar William sembari memperhatikan sekeliling.


Lalu muncul seorang gadis kecil dengan wajah tampak seperti boneka porselen yang sangat indah. Gadis kecil itu tampaknya berusia enam atau tujuh tahun. Dia memiliki pesona yang tak biasa di usia yang begitu muda.


"Ayah dari kedua gaun ini, mana yang menurut mu paling bagus?" tanya Leoni sembari memegang gaun berwarna biru di lengan kanan dan ungu di lengan kirinya.


"Apapun yang dikenakan puteri kecilku. Pasti terlihat sangat cantik, bahkan seluruh alam semesta mengakuinya " Kaisar William berkata dengan senyum ringan di wajahnya.


Melihat reaksi Kaisar William, wajah Leoni menjadi serius. Dengan suaranya yang lembut Leoni berkata "Ayah jawablah dengan sungguh-sungguh, aku ingin menjadi pusat perhatian seluruh dunia!" Leoni memandangi Kaisar dan membuatnya tak nyaman.


"Baiklah Puteri ku. Pilihlah warna ungu karena itu identik dengan bendera kerajaan" Kaisar William tersenyum ringan dan menunjuk kearah gaun berwarna ungu.


Tiba-tiba datang seorang prajurit mengabarkan bahwa Jendral Fredrik sudah datang lebih awal. Kaisar William segera memerintahkan semua Jendral untuk berkumpul di aula utama membahas rencana dan target mereka selanjutnya.


Di aula utama, Kaisar William dan tiga Jendral kerajaan berbicara dengan penuh semangat dengan Jendral Fredrik. Jendral Fredrik sepertinya mempunyai sesuatu yang membebani pikiran nya, namun setiap kali dia akan memulai pembicaraan, dia akan kembali menelan kata-katanya dan mengubah topik pembicaraan. Setiap kali dia melakukan ini, wanita dewasa disebelahnya akan memberikan pandangan dengan wajah kesal namun tegas ...


"Ehem" Kaisar William bergumam dan berdiri. Menyatukan tangannya, dia tersenyum "Fredrik kamu benar-benar mengesankan saya. Tak sia-sia kita menjadikan anak ku Darian, sebagai alasan untuk menguasai Fotia. Kemenangan ini patut kita rayakan"

__ADS_1


Berdiri dan menatap kaisar didepannya, Jendral Fredrik membalas"Tentu saja malam ini adalah malam kemenangan untuk kita. Semua impian tuanku pasti akan terwujud!"


"Ngomong-ngomong siapakah wanita yang ada si sebelah mu itu" Kaisar William tersenyum tipis dan menunjuk ke wanita disebelahnya yang dirasa cukup aneh.


"Dia adalah Ratu Fotia, oleh-oleh yang saya dapatkan dari kerajaan Fotia, saya harap tuan senang dengan hadiah dariku ini"


Banyak luka bakar muncul di tubuh wanita itu. Rambut hitamnya yang terlihat berantakan dan gaun khas kerajaan Fotia yang tampak lusuh menarik perhatian semua orang yang hadir di aula utama. Menandakan bekas pertarungan nya dengan Jendral Fredrik.


"Penampilan nya benar-benar membuatku ku jijik dan ingin mual, sebaiknya hadiah ini untukmu saja" Mendengar ejekan Kaisar, Ratu Fotia menjadi marah. Dia mengepalkan tangannya yang keras dan menghantam meja, menyebabkan teh berhamburan kemana-mana.


"Dasar wanita ******, berani sekali kau. Aku akan membunuhmu!!!!" Jendral maghad mengeluarkan tombak sihir surgawi miliknya dan mengarahkannya pada Ratu Fotia. Meskipun giginya gemerincing, kata-katanya jelas memiliki niat membunuh yang membuat semua orang di aula utama merinding.


"Kalian tak ada bedanya dengan iblis. Rakyatku, suamiku, saudara-saudaraku sudah kalian habisi. Aku ... aku ingin membunuh kalian semua!" perlahan-lahan menghela nafas, Ratu Fotia mendorong ketakutan dan mengeraskan wajahnya.


"Ampun, lepas" Napas Ratu Fotia terengap-engap akibat cekikan kuat sang Kaisar. Tak ada yang berani menghentikan Kaisar saat itu, karena semua orang merasa takut akan resiko yang mereka tanggung ketika mencoba ikut campur.


Tanpa memperdulikan tatapan dari orang-orang di sekitarnya yang tengah menyaksikan kejadian pilu tersebut dari kursi rapat aula utama. Kaisar William semakin menguatkan cekikan tangannya, kali ini dia terlihat bagaikan seorang iblis tanpa ampun


"Beginilah jika berani macam-macam dengan Kaisar" Kaisar William baru melepaskannya saat melihatnya sudah lemah tak berdaya. Ratu Fotia yang sudah terlepas langsung terbatuk-batuk dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Maafkan aku atas kelancangan ini kaisar, Hamba pasti akan mengurusnya " Jendral Fredrik mengangkat lengan kanannya keatas membuat Ratu Fotia juga ikut terangkat ke udara dan pergi meninggalkan aula utama kerajaan.

__ADS_1


"Wanita yang tak waras, tetapi tuanku Kaisar di banding mengurus wanita itu, lebih baik kita segera menghadiri pesta kemenangan kita karena ini sudah malam" Mendengar saran dari Jendral Olympus, Kaisar Wiliam segera pergi meninggalkan aula itu, sebelum meninggalkan aula utama Kaisar William berpesan agar semua Jendral mempersiapkan diri mereka menghadiri pesta kemenangannya atas Fotia , kerena dia akan memperkenalkan mereka di depan seluruh penduduk Kerajaan Lypinos.


Saat cahaya rembulan pertama menyinari seluruh kerajaan. Banyak orang yang tak terhitung jumlahnya berbondong-bondong memenuhi halaman istana yang megah. Pembawa acara terkenal Dive ditunjuk Kaisar untuk membawakan acara pesta yang akan diselenggarakannya.


"Benar-benar malam yang luar biasa. Marilah kita sambut lambang kejayaan kerajaan Kaisar William!!!" teriakan Dive membuat gemuruh penduduk menggema di seluruh kerajaan. Mereka meneriakan nama Kaisar William berkali-kali sembari memuji dirinya yang berhasil menang dalam pertempuran melawan Kerajaan Fotia.


Dari langit gelap berselimut awan, muncul Kaisar William beserta anak dan permaisurinya duduk di atas naga biru raksasa membuat gemuruh penduduk semakin keras. Pujian tak terhitung jumlahnya dilayangkan kepada Kaisar William, membuat semangat dalam dirinya semakin berapi-api untuk menguasai seluruh wilayah Benua Petra.


Kaisar William memegang pundak kedua anaknya dan berteriak "Ini adalah kedua anak ku, Leoni dan Biavas. Calon penerus kejayaan ku di masa depan, sebentar lagi kedua anak ku akan belajar ilmu sihir di Vasilias Akademi sihir terbaik dunia dan menjadi penyihir terkuat dan tak terkalahkan" Seluruh mata orang-orang hanya tertuju pada Pangeran Biavas dan Putri Leoni yang menjadi fokus perhatian seluruh tempat itu.


Setelah memperkenalkan putra dan putrinya, Kaisar lalu memanggil kedelapan Jendral kerajaan dan menyuruh mereka memperkenalkan dirinya masing-masing di hadapan semua orang yang hadir di pesta itu.


Jendral Maghad menjadi yang pertama memperkenalkan dirinya, dia tiba-tiba melompat dengan sangat tinggi di udara dan menepuk kedua tangannya membuat seluruh anggota tubuhnya dilapisi armor sihir yang dialiri oleh arus listrik.


Semua orang memasang ekspresi kagum dan memuji kekuatan dan kemampuan sihir Jendral Maghad "Jadi julukan sang Dewa Petir bukanlah omong kosong belaka, benar-benar menakjubkan"


Tak mau kalah Jendral Frederik, Olympus, Dite, Cuasuar, Lanara, Jillua, Mohawk juga ikut memamerkan kekuatan dan keterampilan mereka dalam menggunakan sihir.


Terima Kasih Sudah Membaca: Kaisar cahaya


👍 Dimohon Untuk Like

__ADS_1


📢 Komentar jangan lupa!


__ADS_2