
"tidak yah, Lina gak mau!".
"Alina, tapi kita gak punya jalan lain nak, kamu mau menikah muda dengan juragan sopo?" tanya ayah. ya Alina gadis yang malang yang mau di dijadikan pelunas hutang oleh ibunya.
"baiklah yah, Alina pasrah" ucap Alina menurut
"ok kita akan berangkat sekarang, jadi persiapkanlah segala kebutuhan yang kamu perlukan ya nak". ucap pak Wahyu
....
(90 menit kemudian)
"Alina...Lin kamu lagi ngapain sih", panggil Bu Esti. ih...kemana sih tu anak, nyusahin aja kerjanya. "Felly, kamu liat si Alina gak sih?"
"gak Bu, kan Felly baru pulang. kenapa gak tanya zahra aja sih Bu". ujar Felly dengan raut wajah kesalnya.
"oh iya ya, kemana juga si Zahra ni." tiba-tiba dari arah belakang "aduh..ihhh Zahra ngagetin aja deh" ucap Bu Esti dengan keselnya.
"ya maaf Bu, namanya juga gak sengaja" jawab Zahra dengan nada khasnya.
"emang Lo dari mana aja sih Ra, heran deh gue" ujar Felly kakaknya Zahra dan Alina.
"dari belakang kak, jemur baju" ucapnya Zahra dengan memanyunkan bibirnya
__ADS_1
"lho, emang si Alina kemana, kok kamu yang kerjain sih" tanya ibu
"sesekali ya gak apalah Bu, kan kasihan kak Alina gak pernah punya waktu istirahat. yaudah lah Bu, Zahra kekamar dulu ya". pamit Zahra
"nyusahin aja sih tu anak" ajar Bu Esti seraya melangkahkan kakinya menuju kamar Alina. "Alina.. Alina, brukk....
lho kok kosong!
Alina...Alina...dasar anak sialan, ke mana dia pergi!
"Felly Alina gak ada di kamarnya, gimana ini, mana juragan sopo mau datang lagi". gerutu Bu Esti
palingan juga lagi beli bahan masakan Bu, kan ini udah sore. ujar Felly dengan wajah kusutnya
(dua jam kemudian)
"Felly kok Alina gak pulang-pulang sih! habis magrib juragan sopo sampai lho fel, gimana ni". ucap Bu Esti dengan kegelisahan yang sangat terlihat di raut wajahnya.
"lho...kok bisa Bu." Felly
"Mungkin lagi ngajar kak, kan ini hari Senin, lagian kenapa sih ibu ribut amat, biasanya juga gak peduli dengan kak Alina" jawab Zahra yang baru pulang.
"diam kamu, anak kecil kok sibuk amat sih" jawab Felly dengan wajah jengkelnya.
__ADS_1
"udah-udah, kalian ini selalu ribut, Zahra kamu masuk kamar sekarang, jangan ikut campur urusan orang dewasa".
"iya Bu" jawab Zahra
"Belain aja tros Bu" ucap Felly
" eh ibu gak ngebelain siapapun ya, Zahra itu kan adek kamu, ya kamu sebagai kakaknya harus mengalah lah. udahlah ibu mau cari si Alina dulu. nanti kalau datang juragan sopo kamu layani dulu ya, setelah itu telfon ibu". pesan Bu Esti
" iya Bu iya, slalu aja gue kenak imbasnya". gerutu Felly
(disisi lain)
"Arya, kamu kenapa?"
"Lagi bosan aja rif, anta dari mana Rif!" tanya balik Arya.
"Oh ana dari kantin, dengar-dengar anta jadi perwakilan pesantren tuk ikot lomba tilawah ya Ar?"
"iya fir, doain ana ya, supaya gak mempermalukan pesantren kita ini!" ucap Arya dengan raut penuh kebingungan.
"iya Ar, pasti itu. Tapi kenapa tuh muka masam gitu? ada masalah apa cerita gih, capa tau ana bisa bantu!" tawar Rifki.
"gak ada Rif, ana kesana dulu ya" ucap Arya dengan raut wajah yang sangat dingin.
__ADS_1