Kakak Kelasku

Kakak Kelasku
part 4


__ADS_3

(dirumah juragan Sopo)


Setelah menyelesaikan pekerjaan masing-masing, Felly dan Zahra langsung mengistirahatkan tubuhnya agar kembali segar. Setelahnya mereka melanjutkan sarapan pagi menjelang siang, sungguh kehidupan yang miris bukan, selama ini mereka selalu dilayani terutama Felly yang tidak pernah berhenti menyiksa Alina tapi sekarang mereka yang harus melayani orang-orang di rumah juragan sopo yang tidak sedikit.


Bayangkan saja ketiga istri si sopo itu tinggal dalam satu rumah, belum lagi anak-anaknya yang tidak sedikit. Bahkan mereka selalu adu mulut setiap saat hanya demi mencari perhatian ayah atau sang suami. Felly selalu mengumpat bahkan tak ayal dia juga menyalahkan Alina atas semua ini, padahal ini semua terjadi karena ibunya yang sok kaya dan sombong itu.


Sedangkan Zahra tak ayal hanya menangis, anak manja itu bersikap acuh dan mengabaikan hatinya yang hancur serta hanya mengikuti aturan di rumah ini. Zahra juga sedikit beruntung dari Felly karna dia bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga meskipun tidak selincah Alina dulu, saat sedih dan takut itu hadir, dia selalu mengingat kakak keduanya itu yang mengajarkan banyak hal dari segi apapun, mulai dari pekerjaan rumah, pelajaran dan sebagainya. Meskipun harus diam-diam dari ibunya atau kakak mereka Felly yang akan menghukum Alina jika dia ketahuan membantu Alina, namun sekarang dia sendiri disini kakaknya Felly hanya bisa mengoceh saja tidak bisa membimbingnya. Hal itu yang membuat Zahra sangat merindukan Alina, tapi dia tidak ingin menampilkan wajah sedih dia harus kuat seperti Alina.


.


.

__ADS_1


.


.


Sedangkan rombongan bis yang ditumpangi Alina dan pak Wahyu akan melanjutkan perjalanan ke Bandung sekitar 20 menit lagi, para penumpang sedang membeli sarapan dan cemilan yang akan dimakan di bis. Namun itu tidak berlaku untuk sepasang anak dan ayah itu, mereka hanya memakan roti yang semalam mereka beli di terminal ibu kota itu. Alina hanya membeli teh hangat saja untuk menemani sarapan mereka dan air mineral untuk persiapan ketika haus nanti. Dia harus menghemat sisa uangnya, agar tidak kelaparan di kota ini nantinya.


ketika hendak memakan roti itu, datanglah orang yang membangunkannya mereka tadi ketika azan tadi, sembari membawa tiga bungkus nasi dan air mineral di genggamannya. " pagi nak, apa boleh bapak bergabung disini?"


"oh iya pak, silahkan." jawab pak Wahyu


"Oh tidak kok pak, saya juga ingin mengucapkan terimakasih atas kebaikan bapak tadi". ucap Alina dengan sangat sopan dan ramah, namun pak Zakaria tentu bisa merasakan ada kegelisahan dan takut di balik wajah ceria yang ditampilkan Alina. Tapi beliau tidak ingin terlalu ikut campur dan membuat kedua orang ini gak nyaman.

__ADS_1


"tidak masalah nak, kita sebagai sesama muslim memang harus saling membantu. Oh ya sebelumnya perkenalkan saya Zakaria. kalau bapak dan adek ini namanya siapa ya". ujar pak Zakaria seraya duduk di sebelah ayahnya Alina dan menjabat tangannya pak waktu.


"Saya Wahyu pak, dan ini putri saya namanya Alina". ucap pak Wahyu seraya menyambut ramah uluran tangan pak Wahyu sedangkan Alina hanya tersenyum ramah kepada orang yang baru mereka kenal ini.


"Oh ya kebetulan saya membeli sarapan lebih, Monggo dimakan". tawar pak Zakaria.


"Tidak apa pak" tolak pak Wahyu kepada orang disampingnya itu.


"Aduh jangan ditolak dong pak, nanti mubazir loh. lagian perjalanan masih jauh takutnya kalau hanya makan roti saja tidak kenyang. nanti rotinya juga bisa dimakan lagi pak, diterima ya pak"


"apa tidak merepotkan bapak?" tanya pak Wahyu hati-hati

__ADS_1


"Tidak pak, saya senang bisa membantu bapak dan adek. sudah ayo kita sarapan sebelum ketinggalan nanti"


Akhirnya mereka bertiga memulai sarapannya dalam diam.


__ADS_2