Kakak Kelasku

Kakak Kelasku
part 9


__ADS_3

"Ya Allah Alina saya hampir melupakan kamu, kenapa Lin?" tanya ustadz Zakaria dengan tersenyum dan tutur kata yang lembut. Hal itu langsung membuat umi Fatimah melihat dengan seksama antara suami dan gadis yang baru diketahui bernama Alina itu bergantian. Begitu juga dengan yang lain, bahkan ada menatap haror ataupun penasaran terhadap Alina, karena bisa-bisanya dia keluar satu mobil dengan ustad Zakaria.


tiba-tiba suasana hening sejenak, hingga Alina mengutarakan keinginannya.


"Emmh... Lina mau izin ke toilet bi, udah kebelet juga ni. Boleh gak bi?" tanya alina ragu-ragu.


"Ya boleh lah Lin" jawab pak Zakaria tersenyum. Selanjutnya beliau meminta Asha untuk mengantarkan Alina ke toilet. "Kak, tolong diantarkan ke toilet di ruangan Abi ya nak!".


"Eh...iya bi" jawab Asha ambigu


Suasana semakin dingin dan mencekam, ustad Zakaria yang mengetahui hal tersebut langsung membubarkan para santri dan guru-guru agar bisa melakukan aktivitas kembali. selanjutnya beliau juga meminta Rifqi, Arya dan juga Adam untuk membawa barang yang ada di mobil. Tentu hal tersebut diperhatikan oleh sang istri, bagaimana tidak jika ia melihat langsung terdapat koper lain di bagasi taxi on line tersebut.


Setelah semua barang diturunkan, abi meminta mereka langsung pulang ke rumah, karena ia akan meletakkan beberapa dokumen di ruang kerjanya. "Nanti Abi jelaskan di rumah ya, umi dan anak-anak pulang duluan aja karena Abi mau torok dokumen dulu di kantor".


"Baik Bi" sahut mereka serempak namun masih sama-sama bingung.


🌿🌿🌿🌿🌿


Ruang pimpinan pesantren.

__ADS_1


"Gimana udah selesai blm Lin?". tanya pak Zakaria memecahkan keheningan di ruangan itu.


"Eh.... sudah pak".


"Ya sudah kita ke rumah dulu ya, Abi mau istirahat dulu capek benget soalnya. Alina juga pasti sangat capekkan?"


"Iya bi, capek benget plus di tambah pegal semua badan Lina. hehehe..."


"Dasar kamu tuh, oh ya kenalin ini putri sulung Abi, namanya Ashanum Fitri Kamil, biasa di panggil Asha. Asha suka gambar lho, dan lukisannya itu keren-keren lho."


"Hai Asha! aku Alina Saidiva, kamu bisa panggil aku Alina ya. kapan-kapan aku juga mau dong diajarin melukis, hehehe..." Alina mencoba mengakrabkan diri meskipun dirinya merasa kalau Asha kurang menyukainya.


deg... Alina terkejut mendengar ucapan yang di lontarkan Asha. "Emmh...As"


"Nanti Abi jelasin di rumah ya, mari semuanya pulang umi dan yang lainnya pasti udah nungguin dari tadi. Alina juga ikut Abi ya" ustad Zakaria langsung memotong ucapan Alina, bukan bermaksud menyembunyikan apapun tapi ia hanya ingin menjelaskan secepat mungkin pada istrinya. Lagi pula jika ia menjelaskan sekarang pasti akan lebih lama lagi mereka sampai ke rumah.


akhirnya mereka sampai di depan bangunan paling mewah di area pesantren tersebut, yang baru diketahui oleh Alina bahwa itu adalah rumah sang pimpinan.


"Assalamualaikum" ucap mereka hampir bersamaan.

__ADS_1


"waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan.


umi Fatimah yang mengetahui arti pandangan suaminya ketika melihat Arya, Nadia dan Fara langsung menanggapi. "Mereka udah membantu umi masak bi, gak apakan kalau umi ajak mereka makan bersama?"


Huh... helaan nafas ustadz Zakaria terdengar oleh semua orang yang ada disana. Hingga membuat ketiganya merasa gak enak, "emmh kami izin kebelakang dulu ya umi, Fara rasa ada barang Fara yang tertinggal umi". Akhirnya Fara mencoba memecahkan suasana meskipun dia sangat gugup sedangkan Arya hanya memasang wajah datarnya saja.


"Gak apa kalian disini aja, lagian juga gak ada hal penting yang mesti di bicarakan"


"maaf sebelumnya bi, mungkin bagi Abi gak penting tapi tapi bagi kami sangat penting bi. Abi pasti tau maksud kakak apa" sela Asha tidak terima dengan perkataan abinya.


dan suasana menjadi semakin mencekam, Alina yang mengetahui itu langsung menunduk tidak ada niatan menjawab apapun, apalagi ketika melihat tatapan sang pimpinan.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2