Kakak Kelasku

Kakak Kelasku
part 2


__ADS_3

Allahu Akbar Allahu Akbar...


suara azan Subuh berkumandang, namun tidak menggangu aktifitas manusia beda generasi itu. mereka masih asik dengan mimpinya, tanpa menyadari kalau diluar sana orang-orang telah beraktivitas kembali. memang tidak biasa nya mereka seperti itu, hal itu terjadi karna aktivitas mereka yang sangat melelahkan dari kemaren, tak terhingga perjuangan mereka untuk keluar dari ibu kota tercinta ini. yah, mereka adalah alina dan ayahnya. susah payah mereka keluar dari kota Jakarta ini, karna mereka tidak mempunyai cukup uang sehingga perlu bekerja dulu untuk mendapatkan ongkos. dan baru dua jam yang lalu mereka dapat melanjutkan perjalanan dan mengistirahatkan tubuhnya. hingga datanglah seorang bapak kearah mereka, "maaf pak, dek bangun itu udah azan, sebaiknya kita sholat dulu". iya memang bus dari Jakarta menuju Bandung itu telah berhenti di depan sebuah mesjid, agar para penumpang dapat melaksanakan kewajibannya dan melakukan aktifitas pribadi sebelum melanjutkan perjalanan lagi.


Alina perlahan membuka matanya, hingga perlahan tampak seorang bapak yang mengganggu tidur barusan. sang bapak menyadari kebingungan dari raut wajah Alina akhirnya mengulangi perkataannya tadi. "bangun nak, sudah azan Subuh, sebaiknya kita sholat dulu, sebelum melanjutkan perjalanan". ucap pak Zakaria dengan sangat sopan. "baik pak, terimakasih sebelumnya", jawab Alina dengan wajah lelah yang tak dapat disembunyikan. Selanjutnya Alina membangunkan ayahnya, lalu mereka bergegas menuju tempat whudu masing-masing.


.


.

__ADS_1


.


sedangkan di sisi lain Bu Esti sudah meradang, bagaimana tidak rencana yang sudah disusun dari jauh hari gagal total.


(flashback off)


saat azan magrib berkumandang bu Esti masih sibuk mencari Alina di semua rumah temannya dan di tempat-tempat yang biasa didatangi oleh Alina. tapi hasilnya nihil, Alina tidak ada dimana-mana. karena sudah merasa capek, akhirnya dia memutuskan untuk


tapi ternyata hasil tidak sesuai dengan rencana, dia melihat sangat banyak orang di rumahnya dan yang paling membuatnya terkejut kedua putrinya di sandera oleh juragan tersebut.

__ADS_1


"kenapa, kamu terkejut Esti, sudah saya bilang jangan pernah main-main sama saya. saya tidak akan segan-segan menghancurkan putri kesayanganmu ini. hhhhh...! ucap juragan sopo dengan seringai liciknya. "kalian, bawa mereka ke markas, ingat Esti saya kasih waktu kami seminggu jika tidak saya pastikan kamu akan melihat putri kesayanganmu ini menderita dihadapan mu" bisik sang juragan di balik telinga Bu Esti.


Bu Esti menatap nanar ke depan, dia sangat menyayangi kedua putrinya. dia tidak ingin anaknya kenapa-napa terutama si bungsu, putrinya bahkan baru remaja, bagaimana bisa dia berdiam diri seperti ini, sedangkan kedua putrinya dalam bahaya. ia memutuskan untuk mengecek kamar Alina, alangkah terkejutnya saat melihat semua pakaian Alina sudah tiada, bahkan data-data penting tentang Alina juga tidak ada. bagaimana bisa ini terjadi? kapan Alina pergi, karena Alina tidak pernah pergi jika dia mengizinkannya keluar? apakah Alina tahu tentang perjodohan itu, tapi bagaimana mungkin sedangkan dia tidak pernah mengatakan pada siapapun, termasuk suami dan kedua putrinya. segala pikiran terus terbayang di dalam kepalanya. jujur dia sangat syok, bukan ini yang diharapkannya. "maafkan ibu nak, ibu gak bermaksud membuat kalian berdua celaka" ucap Bu Esti dengan nada sangat lirih. "ini semua karena anak sialan itu, awas aja Alina saya akan mencari kamu sampai satu dunia sekalipun, kamu harus membayar atas penderitaan saya dan putri saya, ingat Alina kamu bisa tertawa sekarang tapi akan saya pastikan suatu hari nanti kamu akan merasakan penderitaan yang lebih parah dari yang saya rasakan saat ini! sambung Bu Esti lagi sebelum beberapa saat dia tad sadarkan diri.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2