Kakak Kelasku

Kakak Kelasku
part 7


__ADS_3

pesantren Al-fatah Boarding School


"Umi kok Abi lama ya perginya, Abi gak sayang lagi sama qila ya mi". Tanya Aqila sambil memeluk boneka panda kesayangan dengan sedikit regekan di dalam gendongan Aisa.


Umi Fatimah langsung menghentikan kegiatannya dan berbalik ke kebelakang seraya tersenyum, setelahnya langsung mengulurkan tangannya guna meraih putri bungsunya itu. "sebentar lagi nak, adek yang sabar ya. Adek jangan nangis terus, nanti cantiknya hilang lho". ucap Bu Fatimah, karena memang Aqila sangat manja dengan abinya itu.


"Qila, kita beli permen yok. Atau adek pingin kasih hadiah untuk Abi, biar kak ais bantuin deh. mau gak". tawar Aisa


"Qila pingin buat gambar khusus untuk Abi kak Ais. Qila kan udah sekolah, jadi qila udah besar dan gak perlu lagi bantuan kak Ais ya. Qila kasih kado sendiri aja untuk Abi". jawab Aqila sambil tersenyum meski isakan kecil masih terdengar di bibir mungilnya itu.


Tiba-tiba muncul Izza dari belakang sambil membawa sendok dan garpu seraya bernyanyi.


"Aduh mamae


ada bocil pakek gaun biru bikin saya terpana


lihat muka imutnya bikin hati gak tahan


aduh tak tahan apa ya....🤔


tak pengen cium aja deh🤣"


hhhhh belum juga Izza selesai sama konsernya para pendengar udah ketawa duluan dan disambut ocehan kecil tanda si penyanyi sangat tersinggung dengan semuanya. Tapi tanpa menghiraukan ocehan mereka izza langsung meletakkan barang bawaannya di atas meja, selanjutnya anak berusia tanggung itu berjalan mendekati umi dan adek kesayangan semua orang itu.

__ADS_1


"Ihhhh kok adek kak Izza yang paling cantik ini menggemaskan benget sih, tak cubit deh".


"ya iyalah, kan adek mirip bang Rifqi sama Abi, makanya adek comel kek gini. ya kan umi". balas Aqila dengan sombongnya dan langsung disambut dengan kecupan di seluruh wajahnya itu. siapa lagi pelakunya kalau bukan Abang kesayangannya itu.


Kesayangan bang Iki kok makin pinter sih, mau Abang bantuin gak buat hadiah untuk Abi. Biar nanti ditemani sama bang Arya juga mau?


"Mau banget bang". ajakan Rifki disambut bahagia oleh Aqila sedangkan Izza tambah cemberut, karena jika ada Rifqi Aqila pasti akan sangat sombong karena memang dia adik kesayangannya Rifqi. Apalagi mereka berdua sangat mirip sama Abi, sikap dan perilaku juga tak kalah sama, cuman jenis kelaminnya saja yang berbeda.


setelah kepergian kedua kakak beradik itu beserta Arya, mereka semua melanjutkan kegiatannya, kecuali Adam yang memang tidak bergabung dari awal karna dia akan mempersiapkan lomba olimpiadenya, karena semua makanan memang sudah selesai tinggal disajikan saja di meja makan.


.


.


.


Sekitar lima belas menit lagi rombongan ustadz Zakaria, pak Wahyu dan Alina mau sampai di pesantren, tiba-tiba saja hp ustadz Zakaria berbunyi. "aduh, jangan-jangan umi lagi, pasti ini umi khawatir banget, mana tadi saya lupa lagi mau hubungi umi balik". batin ustadz Zakaria seraya mengambil hpnya di dalam tas kecilnya dan memang firasatnya tidak salah.


assalamualaikum, halo mi


(waalaikumsalam bi, Abi udah dimana? busnya masih mogok ya bi)


Maaf ya mi, tadi Abi lupa ngabarin kalau busnya udah selesai di perbaiki, ini Abi lagi dalam perjalanan, insyaallah sekitar 15 menit lagi insyaallah sampai mi. anak-anak di rumah kan mi?

__ADS_1


(ya udah gak apa bi, Alhamdulillah kalau memang seperti itu ceritanya bi, dan anak-anak juga di rumah semua bi, mereka lagi nunggu Abi pulang apalagi Qila yang udah merengek dari tadi ni, gak sabar banget nampaknya bi). balas Umi Fatimah sambil terkekeh.


Masyaallah umi, Abi jadi kangen sama anak-anak. ya udah Abi tutup dulu ya mi


(Iya bi, assalamualaikum)


waalaikumsalam umi. oh ya mi nanti ada mau Abi sampaikan ya sama umi, sekalian Abi mau perkenalkan seseorang.


(siapa bi?) tanya Bu Fatimah penasaran di seberang


Nanti juga umi tau, sampai nanti ya bi. assalamualaikum


(waalaikumsalam). Siapa ya?


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2