
(Mansion pak Evan dan Bu Amara)
"Rafael....
tok tok tok...Rafa bangun nak, nanti kamu terlambat ke sekolah." teriak Bu Amara di balik pintu kamar anak lelaki satu-satunya itu.
"Rafa.... bangun nanti uang jajannya mama potong ya". ancam sang mama dan...
Deg
'mati gue, kok mama serius gimana ni. bisa brabe nih gue gak bisa ngebucin sama pujaan hati lagi'. batin Rafael
(dasar emang ni si Rafa, masih bau kencur aja sok-sokan ngebucin 🤣 bukannya sekolah yang bener ni malah mikirin uang jajan yang dipotong.)
dan setelah itu Rafa langsung beranjak bangun dari ranjang king size nya. "iya ma.... Rafa bangun" serunya kemudian.
lantas Bu Amara melanjutkan kunjungan ke kamar anaknya yang lain, dan yang jadi sasaran kedua kamarnya Tasya.
"kak bangun kak, udah pagi nanti kakak telat lho"
"iya ma... makasih mamaku sayang" lantas Tasya mencium pipi kanan mamanya dan langsung berlari ke kamar mandi. "ihh... kakak bau iler lho" seru Bu Amara dengan gelengan kepala melihat kelakuan putri sulungnya.
"gak papa ma, ileran pun putrinya mama kan, hahahh..." sambung Tasya dengan gelak tawanya sebelum pintu kamar mandi tertutup sempurna, lantas Tasya melanjutkan kegiatannya kembali di dalam kamar mandi.
Deg... 'astaghfirullah kok sakit banget ya Allah ketika mendengar ucapan Tasya Barusan, padahal hamba tau kalau Tasya hanya bercanda dan tidak serius. bagaimana jadinya kalau Tasya tau kalau dia bukan anak kandung aku dan mas Evan. Gak, Tasya gak boleh tau kebenaran jati dirinya, karena aku gak akan membiarkan semua itu terjadi'. batin Bu Amara di dalam hatinya. dan setelah itu ia pergi ke kamar Rafisa yang tidak jauh dari kamarnya Tasya. karena kamar kedua putrinya memang bersebelahan. ketika sang mama ingin membuka pintu kamar, tiba-tiba pintu kamar sudah lebih dulu terbuka dan muncullah Rafisa yang telah bersiap dengan seragam SMP yang melekat di tubuhnya.
__ADS_1
"eh dek tumben cepat bangun, biasa nya harus disiram dulu satu gayung". canda sang mama.
"caelah ma... bungun cepat salah telat apalagi, emang yang benar itu gimana sih ma" canda fisa dengan wajah yang dibuat sangat cemberut kayak bebek angsa.
"ya gak gitulah dek, mama seneng lagi kalau tiap hari anak-anak mama rajin gini."
"bilang aja biar meringankan pekerjaan, hahah..." lantas fisa langsung berlari ke bawah menuju ruang makan, begitu melihat sang mama udah mengeluarkan asap di balik telinganya. daripada jadi santapan singa rumahan mending kabur, begitulah kiranya isi hati si rafisa. sedangkan Bu Amara sudah kepalang kesal sama anaknya langsung berjalan setengah berlari untuk mengejar si adek. kalau bisa akan ia gunakan jurus lari maratonnya untuk menjewer telinga sang anak, tapi urung karena beliau masih sayang sama nyawa, alias sadar diri jalau udah tua.
Tapi begitu sampai ke bawah tangannya langsung di tarik sama sang suami untuk menuju ke kamar. "ihh... papa kenapa sih tarik-tarik mama segala, gagal deh jadinya". sedangkan papa Evan yang mendengar keluhan sang istri langsung mengerutkan alisnya sebelah terangkat dengan pandangan bingung.
"Gagal apa sih ma, jangan bilang mama mau selingkuh!"
WHAT! tuh kan si bapak benar-benar menabuh peperangan, awas pak nanti situ sendiri lho yang sengsara. sedangkan Bu Amara yang mendengar perkataan sang suami langsung melotot kan matanya tak percaya, dan setelah itu.....
"lho ma.... dasi papa gimana? pakein dong ma..."
"suruh pake sama tembok tu"
tuh kan si papa udah tau gelagat istri yang udah kek ikan asin masih aja di godain, rasain kan akibatnya Gegana sendiri kan. hahahaha....🤣
###
(di sisi lain, tepatnya salah satu tempat di daerah Jakarta)
"ESTI.... keterlaluan kamu ya!" bentak pak Wahyu kepada bu Esti, sungguh beliau tidak pernah membayangkan kelakuan bejat istrinya itu yang memang di luar batas kemanusiaan. "apa sih yang kamu pikirkan? hah APA? kamu bahkan tega mengorbankan anak kandung kamu sendiri Esti, aku kan slalu bilang sama kamu jangan nekat Esti. Ya Allah..."
__ADS_1
"Maaf pak, maaf tapi ibu gak tau mau gimana lagi pak. Bapak tau kan hutang kita sangat banyak, ibu terpaksa pak". Bu Esti mengeluh dengan nada yang sangat memelas dan tentunya sangat takut jika suaminya kecewa.
"Tapi ya gak harus mengorbankan Alina kan Bu, ibu liat kan yang jadi korbannya itu Felly dan Zahra Bu"
"Pak... ibu gak pernah mau mengorbankan satu orang di antara mereka bertiga pak, tapi juragan Sopo sendiri yang memilih Alina pak, bapak tau kan kita gak bisa membayar hutan-hutan kita, dan ibu juga gak punya pilihan lain pak. Ayo dong pak kita harus gimana, ibu gak mau Felly dan Zahra kenapa-napa. Dan Alina juga menghilang pak, ibu minta maaf pak, maaf, ibu ceroboh, harusnya lbu dengerin perkataan bapak dulu." Bu Esti bahkan berlutut di kaki suaminya, sungguh ia sangat menyesal.
####
(pesantren Al-fatah Boarding School)
"Lin ini seragam kamu". ucap Fara saat Alina terlihat bingung mau memakai seragam apa ke sekolah pagi ini.
Alina pun menerima seragam pemberian Fara dengan perasaan senang di sertai dengan senyum manisnya yang meneduhkan. "makasih ya far", Ucap Alina kemudian
"santai aja keales, kek ma siapa aja deh lin" balas Fara dengan raut wajah centilnya, "buruan ya lin, kok dah siap langsung ke kamar Asha aja, lama di tinggal"
"siap bu bos, hehehe"
.
.
.
🍀🍀🍀
__ADS_1