
(beberapa saat kemudian...)
Aisa telah berdiri di depan pintu masuk, beberapa saat dia menghembuskan nafasnya perlahan karena sangat paham apa yang akan terjadi selanjutnya, teman non akhlak nya itu tidak akan membiarkan dia hidup tenang nanti.
" sabar sa, sabar. kuatkan hati dan tebalkan telinga... huh, semangat sa".
sebelumnya Aisa mencoba melihat kiri kanan, takut jika ada yang memperhatikan kegilaannya. dan...
deg, tatapan Aisa terpaku kepada sosok yang beru saja di temui nya tadi, dia melihat Arya yang sedang memperhatikan sambil geleng-geleng kepala, di tambah senyuman nya yang sangat teduh membuat pipinya kembali memerah. Tapi tentunya itu tidak bertahan lama karena tiba-tiba pintu kelas terbuka dan tampak lah ustadz yang sedang mengajar menegurnya.
"Aisa kenapa masih berdiri di sana?". hal itu langsung membuat Aisa terkejut.
"kenapa?". ustad tersebut kembali bertanya.
"he he he he tidak ustadz, tadi baru dari toilet". jawab Aisa
ustadz tersebut masih mengerutkan keningnya tapi tak ayal meminta Aisa kembali masuk ke dalam kelas. setelah ustadz yang mengajar kembali masuk iasa sempat melihat kembali ke arah Arya tadi, sedangkan Arya yang menyadari kembali di tatap oleh sang kekasih langsung menghentikan tawanya sambil menunduk. Akan tetapi tetap saja Aisa mengetahui bahwa Arya sedang menertawakan nya, langsung masuk ke kelas sembari menggerutu.
__ADS_1
melihat perilaku Aisa membuat Arya jadi panik sendiri, memikirkan bagaimana cara membujuk kekasih hati tersebut.
( selamat membujuk Abang Arya ganteng...he he he...)
...______________...
di kediaman tuan sopo..
"gimana?" tanya juragan sopo melalui telpon selulernya.
............
"sial" ucapannya lagi. dan setelah itu juragan sopo langsung menuruni anak tangga menuju ke dapur.
"mana kakak kamu?" tanya nya kepada Zahra.
" lagi membersihkan lantai atas juragan" jawab Zahra se sopan mungkin. sedangkan juragan sopo hanya mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
"buatkan saya teh"
"baik juragan " ucap Zahra. Zahra bergegas membuat pesanan juragan sopo.
(di sisi lain...)
felly yang tidak sengaja mendengar percakapan juragan sopo terpaku sesaat. sungguh tidak ada Niat nya untuk mengintip, tapi ia juga sangat penasaran. apalagi menurut Felly seperti nya juragan sopo malah terus mencari keberadaan adiknya Alina.
Felly terpaku sesaat, pikiran nya masih penuh dengan apa yang di dengar nya tadi. walaupun ia tidak mendengar suara dari balik handphone tadi tapi Felly yakin itu ada hubungannya dengan Alina. Hingga hal itu membuat Felly tidak menyadari keberadaan tuan sopo di belakang nya.
"cepat selesaikan pekerjaan kamu, karena saya menggaji kamu disini bukan untuk melamun ya" ucapan dingin juragan sopo membuat Felly terkejut.
setelah menetralkan dirinya Felly berbalik badan. " baik juragan" ucap Felly kemudian, raut wajah ketakutan Felly tentu tidak dapat dia sembunyikan, dan juragan sopo yang menyadari hal tersebut langsung bergegas turun kembali ke lantai bawah sambil menghela nafas panjang nya.
"segera selesaikan pekerjaan mu, setelah itu tolong bersihkan kamar utama rumah ini, pintu kamarnya sedikit berbeda dengan ruang lain. setelah saya pulang saya akan melihat hasil kerja kamu". ucapan tersebut kembali terdengar oleh Felly.
" baik tuan " Felly pun langsung menyanggupi tugas tambahan nya.
__ADS_1
..._________...