Kakak Kelasku

Kakak Kelasku
part 3


__ADS_3

"Ma kenapa setiap tanggal 21 Juli mama sama papa selalu memakai pakaian serba hitam dan juga dari pagi sampai malam hanya memakan bubur tin dan susu putih aja? padahal kan itu makanan anak bayi ma dan papa juga gak terlalu menyukai susu putih, mama juga mengajak kami ke taman anggrek ini dan yang lebih aneh lagi tempat ini seperti di boking untuk kita oleh petugas taman? apa ada yang kalian sembunyikan ya ma", tanya Rafael kepada mamanya Amara yang disetujui oleh Tasya dan Rafisa kembarannya Rafael. karena mereka juga sangat penasaran melihat kelakuan orang tuanya yang super super aneh menurut mereka.


Amara sempat sempat terkejut mendengar perkataan anaknya itu, tapi dia langsung mengubah raut wajahnya. dia langsung tersenyum kepada anak-anaknya agar mereka tidak curiga. "belum saatnya kalian tahu Raf". hanya itu yang keluar dari mulut nyonya Amara dia belum siap menceritakan yang sebenarnya kepada anak-anaknya. biarlah ini menjadi derita dia dan suaminya dulu untuk sementara waktu, dia juga tidak ingin membuat Tasya sedih jika mengetahui kejadian yang sebenarnya.


.


.

__ADS_1


.


.


Disisi lain, Arya selalu sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tersebut, menurutnya bukan hal yang mudah untuk mencapai di titik ini. jadi Arya tidak ingin menyiakan kesempatan tersebut. ya, Arya memang tipikal orang yang cukup fokus jika memimpikan sesuatu, dan semangatnya juga tidak pernah pudar ditambah lagi dengan wajah tampan serta tubuh yang nyaris sempurna sehingga membuat banyak orang yang hanya bisa memuja dan mengaguminya dalam diam. karena Arya adalah tipikal orang yang sangat dingin dan bahkan cenderung ke arogan tapi itu justru membuat daya tarik kaum hawa terpana.


"Ar, sudah nanti dilanjutkan lagi latihannya, mari sholat Dhuha dulu. Sekalian kita kunjungi umi, katanya hari ini Abi balik dan umi ngajak kita untuk membuat makanan kesukaan Abi". perkataan Rifki sedikit mengganggu kegiatan Arya, sampai akhirnya Arya menyudahi kegiatannya dan menyetujui keinginan Rifki. "baiklah Rif, kamu duluan aja ya, ana mau membereskan sisanya dulu setelah itu akan ?langsung kerumah Umi dan Abi" tawar Arya

__ADS_1


"siap mah, dah gih duluan kasian umi kalau harus nunggu lama".


Arya tersenyum sendiri setelah kepergian Rifki. setelah itu dia Langsung melanjutkan kegiatannya sedikit lagi dan membereskan buku-bukunya, lalu langsung bergegas ke rumah umi. Akhirnya Arya sampai juga di depan rumah pimpinan tersebut dan langsung di sambut oleh Aisa adiknya Rifki dan kedua temannya Nadia dan Fara yang juga diundang umi. Sedangkan Aqila adiknya Rifki yang paling bungsu sedang bermain bersama kakaknya Izza di teras rumah, dan Adam sedang belajar diruang tamu untuk mempersiapkan olimpiade sekolah tingkat provinsi. sungguh keluarga yang harmonis bukan, karena mereka saling menghargai dan menyayangi mereka juga memiliki kelebihan tersendiri karena umi dan abinya selalu mengabulkan keinginan anak-anaknya. Cukup lama Arya melamun, sungguh dia sangat terharu melihat keluarga ini. Hingga terdengar suara yang menggunakan lamunannya, " kak Arya kenapa bengong, gak langsung masuk aja kak, umi udah nungguin tu". Arya sontak menoleh karna terkejut karna ucapan Aisa ditengah lamunannya.


"Oh iya sa, maaf kalau begitu saya permisi dulu". Arya langsung pergi tanpa menoleh lagi ke arah Aisa.


sedangkan Aisa, Nadia dan Fara jelas sudah terbiasa dengan sikap Arya yang demikian walau terkadang Nadia dan Fara juga merasa kesal dengan sikap arogan si Arya itu. Lalu mereka bergegas menemui umi Fatimah dan yang lain di dapur. Guna menyambut kepulangan Abi kembali setelah 3 bulan lamanya berpisah.

__ADS_1


.


.


__ADS_2