Kalau Cinta Gak Usah Gengsi

Kalau Cinta Gak Usah Gengsi
Panggilan sayang untuk Rachel


__ADS_3

Saat jam istirahat di kantin Rachel menceritakan kejadian tadi pagi kepada sahabatnya Sisil. "Jadi lo sekarang pacaran donk sama kak Adit? "tanya Sisil penasaran.


Rachel menggerutu "Amit - amit Sil, ogah gue sama dia".Gak terbayang oleh Rachel kalo dia harus pacaran sama Adit.


"Mending ma kak Dave.. dah cool ,ganteng,sopan pokok nya perfect deh" senyum Rachel sambil membayangkan wajah tampan Dave.


Tiba tiba tamu tidak diundang datang. "Beibh. kamu makan ke kantin kok gak ngajak aku sih" saut Adit sambil merangkul Rachel. Rachel melepaskan tangan Adit " Lo bisa gak ngebandingin pura pura sama beneran? ".


"Klo lo ada disana Sil lo pasti bakal percaya kaya gue.. Rachel memohon bilang suka ma gue" gerutu Adit sambil memandang wajah cantik Rachel. Sisil hanya terdiam dia sudah terbiasa dengan pertengkaran mereka.


"Pokoknya gue gak akan lepasin lo beibh.. lo milik gue" sahut Adit sambil cengengesan meninggalkan Rachel dan Sisil.


"Emang gila tu orang, kenapa gue musti ketemu dia lagi"ujar Rachel sambil menggerutu kenapa tadi gak milih berdiri didepan tiang bendera saja.


Sisil yang dari tadi memperhatikan hanya tertawa kecil. Ia tau kali ini Rachel sedang dikerjain sama Adit.


"Hel, kak Adit cakep juga tau"ledek Sisil.


"Tapi dia tengil, lo tau kan berapa kali gue pacaran putus mulu gara gara dia"


"Awas benci lo jadi cinta, kayak di sinetron sinetron "

__ADS_1


"Gak lah ampe kapan pun gue gak akan suka sama dia".


Tiba tiba jantung Rachel berdegup kencang, pria tampan yang ia harapkan datang.


"Boleh duduk sini ya? didalem penuh"


Kantin saat jam istirahat pasti penuh apalagi saat ini semua siswa masuk pagi. Karena masa orientasi belum berakhir belum ada pembagian kelas. Di SMA HighSchool tiap kelas dibagi dua masuk pagi dan siang.


"Boleh kak, boleh banget" ups keceplosan Rachel.


Dave tersenyum duduk sambil menaruh mangkuk mie ayam.


Rachel terkejut mendengar pertanyaan dari Dave " Kita dari SMP yang sama kak"


"Kenapa emang nya kak? "sambung Sisil penasaran.


"Enggak, aneh aja.. Adit biasa nya dingin sama orang yang baru dia kenal"


"what apa nya yang dingin.. tengil gitu" gumam Rachel dalam hati.


"Tapi kak dia dari dulu sama Rach... " belum sempat Sisil berbicara Rachel menutup mulut Sisil dengan kerupuk.

__ADS_1


"Banyak cewek yang ngejar dia tapi Adit selalu cuek.. tapi dia mepet terus ke kamu"


"cowok tengil itu banyak yang naksir? "


"Kakak duluan ya.. langsung ke kelas ya kalian" lalu Dave meninggal kan Rachel dan Sisil.


Waktu terus berlalu saat jam pulang Adit menunggu Rachel dengan sepeda motor nya.


Rachel yang melihat Adit hendak membalik kan badan namun langkah nya terhenti.


"Beibh.. "teriak pria itu dengan keras nya sehingga semua mata tertuju pada Rachel.


"Sialan!! dia bikin gue malu" Rachel pun menghampiri nya. "Lo mau mati hah? "bisik Rachel.


Adit pun ikut berbisik " Lo mau naek atau gue cium depan banyak orang".


Rachel pun terpaksa ikut naik motor Adit. Mereka pun melaju dengan cepat. Adit sengaja mengebut sehingga Rachel terpaksa memeluknya.


Sepanjang jalan Adit terus tersenyum saat Rachel memeluknya.Berbeda dengan Adit Rachel hanya cemberut.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2