Kalau Cinta Gak Usah Gengsi

Kalau Cinta Gak Usah Gengsi
Rasa sayang Dave


__ADS_3

Setelah selesai Nongkrong di cafe mereka pun pulang. Octa akhirnya pulang sendiri karena Tania dijemput Erick.Octa berjalan menuju gang rumah nya. Ia dikejutkan oleh sosok yang tidak asing sedang berdiri didepan rumah nya.Iya dia Diaz yang sedang berdiri sambil melambaikan tangan nya kepada Octa.


Dengan cepat Octa menghampiri nya, Diaz tersenyum kearah Octa senyum yang menawan.


"Lo nungguin siapa? bokap gue gak ada? "tanya Octa.


"Rumah gue di konci gue gak bawa konci serep.. boleh gue nunggu disini diluar juga gak masalah" sahut Diaz tanpa basa basi.


Octa pun melangkah ke arah pintu lalu membuka kunci rumah nya."Ayo masuk masa lo diem diluar? ".


"Tapi dirumah lo gak ada siapa siapa" sambung Diaz.


"Emang lo sama gue mau ngapain? gak ngelakuin yang aneh kan? "ucap Octa sembari tertawa kecil.


Octa pun masuk ke dalam rumah diikuti Diaz.


"Duduk gue bikin minum dulu" ucap Octa berjalan menuju dapur.


Diaz pun duduk di sofa ruang tamu ia melihat lihat sekeliling rumah Octa.Tak lama kemudian Octa datang sambil membawa minuman dan cemilan untuk Diaz.


Mereka pun berbincang cukup lama.


"Cowok lo gak akan marah kalo gue maen ke rumah pacar nya?"tanya Diaz penasaran.


"Gue baru putus"jawab Octa singkat seolah dia tidak ingin mengingat Jerry.


Diaz pun mengangguk " Sorry gue gak tau soal nya kan lu cakep jadi mana mungkin jomblo".


Sontak wajah Octa memerah mendengar ucapan Diaz. "Lo sekolah dimana? gue gak pernah ketemu di sekolah gue".


"Gue dah kuliah.. deket sama sekolah lo kok kampus nya, kalo mau besok berangkat bareng"ajak Diaz.


"Gak usah gue bisa sendiri gue gak mau repotin lo".

__ADS_1


"Gak ngerepotin kan searah".


Octa pun terdiam mereka masih terus berbincang sampai orang tua Diaz pulang.Octa dan Diaz cepat akrab padahal baru hari ini mereka mengobrol lama.


.....................


Keesokan harinya..


Disekolah..


Tania dan Sisil melihat Octa diantar oleh cowok tampan dengan motor sport nya. Mereka penasaran siapa cowok yang bersama Octa namun sebelum Tania dan Sisil sampai Diaz sudah pergi.


Melihat wajah kedua sahabatnya seperti itu Octa sudah mengetahui kalau kedua sahabatnya melihat Diaz.


"Tetangga gue itu.. gak usah kepo deh".


"Oh my god tetangga lo ganteng banget" Tania mulai kembali ke sifat asal nya.


Tania tersenyum sambil merangkul kedua sahabatnya. Mereka berjalan melewati koridor yang saat itu sudah ramai oleh siswa yang hilir mudik.


Sesampainya di kelas


Rachel sudah duduk di bangku nya ditemani Dave.


"Aku nggak apa apa kak.. udah kakak ke kelas aja" ucap Rachel lirih.


"Serius?kalo ada apa apa WA gue ya".


"Iya".


Dave pun meninggalkan Rachel, ia sempat bertemu Tania Sisil dan Octa. "Titip Rachel ya".


Mereka pun mengangguk dan akhirnya Dave meninggalkan kelas Rachel.

__ADS_1


"Kak Dave perhatian banget" sahut Sisil.


"Lebih nya dia jadi posesif sejak gue demam kemaren" Rachel menjambak rambut nya bingung.


"Dia begitu karena masih sayang sama lo" sambung Tania.


"Andai ada lagi cowok kaya kak Dave di dunia ini" Octa mulai iri.


"Entah kenapa waktu lo pacaran sama Dave lebih adem dari pada sama Adit ".


Rachel terdiam ia hanya membenamkan wajah nya di meja.


Linda yang baru sampai kelas langsung menghampiri melihat wajah serius dari sahabat sahabatnya.


"Ada apa sih koq gue gak diajak".


"Lo setuju gak kalo Rachel balikan sama Kak Dave? "saran Tania.


Linda memberikan roti dan jus kemasan yang dari tadi ia pegang.


"Lupa gue tadi Kak Dave nitipin ini buat lo".


Rachel pun mengambil roti dan minum tersebut.


"Tadi ketemu di koridor kelas, dia ngos ngosan kayak abis lari".


"Iya dia kan tadi kesini dulu nemenin Rachel".


"Oh so sweet Kak Dave".


Rachel terdiam ia merasa bersalah melihat sikap Dave yang sangat menyayangi nya. Namun di sisi lain ia mencintai Adit, walaupun Dave mengetahui Rachel mencintai Adit tapi Dave masih menyayangi nya dengan tulus.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2