Kalau Cinta Gak Usah Gengsi

Kalau Cinta Gak Usah Gengsi
Refreshing..


__ADS_3

Sepulang sekolah Rachel dan kawan kawan pergi ke mall beserta pacar masing masing kecuali Tania yang menempel pada Dave.Linda tidak ikut dengan mereka, ia hanya pergi ke toko buku.


Ternyata toko buku yang di datangi Linda ada di mall yang Rachel dan kawan kawan kunjungi.


Di toko buku Linda tanpa sengaja bertemu dengan Josh.Ternyata hobby mereka sama bahkan buku favorite pun hampir sama.Akhir nya mereka berbincang bincang di foodcourt.


"Gue nyari novel itu dah lama banget soal nya best seller jadi keabisan terus" ucap Josh.


"Mau lo duluan yang baca? "sambung Linda sambil menyodorkan novel tersebut.


"Ladiest first".


Seorang waiter datang menyajikan makanan dan minuman pesanan mereka.


"Makasih ya mbak"sahut Linda. Waiter itu mengangguk lalu pergi.


Di sisi lain Rachel dan kawan kawan selesai menonton di bioskop pun hendak ke foodcourt.


Tania memandang seseorang yang sudah tak asing bagi nya.


"Itu bukan nya Linda? "ucap Tania sambil menunjuk ke arah Linda dan Josh.


"Ngapain dia sama tu anak baru" Octa ikut penasaran.


"Hmmm... dia pura pura gak mau ikut kita janjian kayak nya sama Josh ".


Tanpa berfikir panjang mereka pun menghampiri Linda dan Josh.


"Boleh kita gabung? "tanya Rachel serentak pertanyaan ith mengagetkan Linda.


"Kok kalian disini? "tanya Linda gugup.


"Hmmm lo ternyata gak mau ikut karna mau jalan sama Josh ya" sindir Tania.


"Gue juga gak sengaja ketemu dia" Linda tetap mengelak tuduhan teman teman nya.


Mereka pun ikut duduk bergabung dengan Linda dan Josh. Para lelaki berkenalan dengan Josh termasuk Jerry pacar Octa yang baru mereka kenal.

__ADS_1


Jerry dan Josh baru kali ini ikut gabung ngobrol bareng mereka.


"Tadi film nya seru lo lin sayang lo gak ikut" sahut Octa.


Teman yang lain ikut mengangguk.


"Kirain kalian bakal marah sama gue".


"Masa kita ngambek cuma karna lo ga mau ikut, itu juga kan privasi lo" sambung Adit sambil menyuapi Rachel kentang goreng.


Mereka pun berbincang sangat lama di sana.


"Asyik juga ngobrol sama kalian " sahut Josh.


"Maka nya kalo ke kantin gabung sama kita".


"Minggu depan ada turnamen futsal kita kekurangan orang lo mau ikut gak? "tanya Kenzo.


Josh mengangguk "Boleh boleh".


"Wah saat turnamen nanti kita jadi rival" sambung Jerry.


"Dia beda sekolah, dia ikut gabung kita juga baru sekarang sama kaya lo" jawab Dave.


"Tapi gue seneng kenal kalian" ucap Jerry.


"Wah para cowok lagi asyik ngobrol ampe kita dianggurin" Tania ikut nyerobot obrolan mereka.


Semua pun tertawa suasana semakin gaduh oleh obrolan mereka.Hari semakin sore mereka akhirnya pulang dengan pacar masing masing.Tania diantar Dave senyum senyum sendiri. Linda pun menerima tawaran Josh yang ingin mengantar nya pulang.


................


Keesokan hari nya di sekolah..


"Pulang sekolah kita latihan cheers ya di rumah gue" sahut Rachel.


"Lo minta jemput sopir lo donk hel kan para cowok ada latihan futsal jadi gak bisa nganter" saran Sisil.

__ADS_1


"Kenapa gak naek angkot aja biar seru siapa tau kita bisa ngeceng" sambung Octa.


"Panas tau naek angkot" ucap Tania sambil terus mengipasi wajah nya dengan buku.


"Gue juga pengen nyoba naek angkot".


"Yaud oke ayo naek angkot".


Dengan terpaksa Tania menyetujui keinginan teman temannya.


Tania dan Rachel anak orang kaya biasa sehari hari diantar jemput sopir orang tua nya. Namun Rachel selalu diantar jemput Adit walaupun terkadang diantar pak sopir juga.


.......................


Sepulang sekolah mereka naik angkot menuju komplek rumah Rachel. Tania terkejut saat melihat sopir angkot nya ganteng ala pemain korea.


"Oh my god sumpah demi apa mata gue salah liat gak" ucap Tania.


"Cakep banget" bisik Octa.


Sikap kecentilan mereka berlima pun muncul. Sepanjang jalan mereka mengganggu sopir itu.Kebetulan penumpang nya saat itu tersisa tinggal mereka.


"Bang boleh minta no hape nya gak bang".


"Bang gugup ya ampe keringetan gitu".


"Bang udah punya pacar belom gue jomblo nih".


Begitulah tingkah mereka sampai wajah sopir itu memerah karena nervous.


Tak lama kemudian mereka sampai tujuan,lalu turun.


"Dahh abang saranghae" teriak mereka bersamaan sambil melingkar kan tangan mereka membentuk love.


Dari tempat pemberhentian angkot ke rumah Rachel tidak terlalu jauh sehingga mereka berjalan kaki.


Sepanjang jalan mereka menertawakan tingkah mereka diangkot tadi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2