
Tania dan Sean mampir ke sebuah cafe. Mereka pun memesan minuman lalu duduk saling berhadapan.
"Lo mau ngomong apa sih? gue capek" ucap Tania tanpa memandang ke arah Sean.
Sean menggenggam tangan Tania namun dengan cepat ditepis oleh Tania.
"Gue pengen kita balikan ".
"Gue gak bisa" jawab Tania singkat.
"Gimana cara nya biar gue bisa balikan lagi sama lo?".
"Gak ada" Tania pun bangun dari tempat duduk nya lalu pergi meninggalkan Sean.
Tania berlari keluar cafe lalu naik taxi yang sudah ada di depan cafe. Tanpa Tania sadari Taxi itu sudah ada penumpang nya.
"Maaf neng mas ini yang duluan masuk" ucap sopir taxi.
Tania terkejut saat melihat ada seorang pria di dalam taxi tersebut.
"Gak apa apa pak biar barengan aja" jawab pria itu.
Tania tersenyum memandang pria itu " Thanks ya".
Tania terus memandang wajah pria itu begitu tampan namun seperti familiar.
"Pernah ketemu di mana ya? "pikir Tania.
Tania terkejut ia baru ingat pria yang ada di samping nya itu sopir angkot yang mereka gangguin saat itu.
Tapi penampilan pria itu berbeda sekali pakaian yang ia pakai sangat stylish dan modis.
"Lo bukan nya si sopir angkot kan? "tanya Tania penasaran.
Pria itu tersenyum "Gue bu__".
Kata kata pria itu terpotong oleh tepukan pundak dari Tania.
"Iya kan gue gak salah lo mau kemana naek taxi mana angkot lo?" tanya Tania lagi.
"Gue bu__" kata kata nya terpotong lagi.
"Gue Tania" ucap Tania sambil mengulurkan tangan nya mengajak berkenalan.
"Erick" jawabnya.
"Nama lo keren kaya orang nya" puji Tania. Tania memang orang nya ceplas ceplos.
Tanpa mereka sadari Sean mengikuti dari belakang. Tania melihat kearah kaca belakang.
"Tuh orang saiko" ucap nya lirih.
__ADS_1
"Kenapa? itu cowok lo? "tanya Erick.
Tersirat di benak Tania ada rencana agar Sean berhenti mengganggu nya. Tapi ia harus meminta bantuan Erick.
"Ehmm gue mau minta bantuan lo boleh gak? "tanya Tania sedikit gugup.
"Jadi pacar boongan gue ya biar tu cowok saiko jauhin gue pliss" ucap Tania memohon.
"Kita kan baru kenal" jawab Erick.
"Gue bayar lo deh.. berapa pun pliss bantuin gue".
Belum sempat Erick berbicara taxi yang mereka tumpangi diberhentikan oleh Sean yang sudah ada di depan mereka.
Sean mengetok kaca jendela menyuruh Tania turun. Tania pun akhirnya turun dari taxi.
"Gue belum selesai ngomong sama lo tan" bentak Sean.
Sean menarik tangan Tania namun ada tangan yang melepaskan pegangan itu.
Sean menatap ke arah pria tersebut " Siapa lo? "tanya Sean kesal.
"Gue cowok nya Tania" jawab Erick.
Tania pun terkejut mendengar kata kata Erick.
Ternyata Erick menyetujui permintaan nya itu.
"Tadi Tania whatsapp gue nyuruh gue jemput dia di depan cafe jadi gue jemput naik taxi" jawab Erick dengan tegas.
Erick pun menarik Tania untuk masuk kembali ke dalam Taxi.
"Jangan ganggu cewek gue lagi" ancam Erick lalu Erick masuk dan duduk di samping Tania.
Taxi mereka pun pergi meninggalkan Sean. Sean menendang tiang listrik karena kesal.
"Thanks lagi ya.. gue janji nanti gue bayar lo.."
Erick hanya terdiam Tania tidak tahu kalau Erick anak orang kaya bukan sopir angkot. Saat itu ia hanya iseng bertemu dengan teman temannya. Erick berteman dengan siapa saja tanpa memandang harta atau pekerjaan.
Tania menyuruh Erick untuk menjemput nya di sekolah besok. Karena ia yakin besok Sean akan datang lagi menemui nya.
....................
Esok nya di sekolah
Sisil yang penasaran dengan apa yang terjadi kemarin siapa pria yang membawanya kemarin.
Tania pun menceritakan kejadian kemarin secara detail.
"Si sopir angkot? "tanya Octa kaget.
__ADS_1
Tania mengangguk.
"Lo jodoh kali ya sama sopir itu "sindir Rachel.
Semua pun tertawa mendengar ucapan Rachel.
Hari itu pertandingan futsal masih berlanjut namun tim SMA HighSchool tidak bertanding karena sudah masuk ke babak final.
Tim sekolah Sean tidak masuk ke babak final karena sudah kalah di babak ke empat.
"Mantan lo itu saiko juga ya" sambung Kenzo.
"Tapi tan kalo ada apa apa panggil kita aja "ucap Adit.
"Makasih ya kalian sahabat terbaik buat gue".
"By the way gue gak liat kak Dave? tanya Linda.
"Dave lagi banyak urusan dia kan panitia futsal juga "jawab Adit.
..........................
Sepulang sekolah..
Sean sudah di depan gerbang sambil menduduki motor sport nya.
Tania tampak gugup, "Gue lupa gak minta no hp tu cowok lagi ".
"Gimana kalau dia gak dateng"sambung Octa.
Sean pun menghampiri Tania dan Octa.
"Cowok lo gak dateng jemput? "sindir Sean.
Wajah Tania memerah kesal.
Tak lama kemudian datang seorang cowok ganteng turun dari motor sport nya.
"Maaf tadi gue ada kelas" ucap Erick lalu memegang tangan Tania.
Octa masih kaget melihat Erick yang nampak macho dengan outfit yang ia pakai.
Begitu pula Tania ia terkagum melihat pacar sewaan nya sangat keren. Tania melihat motor yang dipakai Erick.
"Dari mana dia pinjem semua itu? gue musti bayar dia berapa? " pikir Tania.
Tania pun dengan cepat ikut naik motor dengan Erick lalu pergi meninggalkan Sean dan Octa.
"Maen ngeleos aja tu anak" ucap Octa kesal.
Bersambung....
__ADS_1