Kalau Cinta Gak Usah Gengsi

Kalau Cinta Gak Usah Gengsi
Acara penutupan ospek


__ADS_3

Setelah mengantar pulang Rachel,Adit pun pergi. Rachel masih kesal dengan sikap Adit yang menyangka mereka berpacaran.


Hari demi hari berlalu Rachel selalu diisengin Adit yang selalu mengekor. Tiba saat malam penutupan ospek. Acara yang biasa diadakan SMA HighSchool setelah menjalani masa orientasi.


Diatas panggung Band nya Dave dan Adit naik keatas panggung. Adit sebagai vocalist, Dave sebagai gitaris, bersama teman lain nya memainkan drum dan basist.


Di malam yang dingin itu suasana nya sangat indah dan romantis.


Acara terus berlanjut dengan penampilan dari para panitia dari berbagai ekskul.


Adit melihat Rachel sendiri an "tumben gak sama Sisil" .Adit hendak memberikan jaket nya karena Rachel seperti kedinginan.Namun terhenti kedahualan oleh Dave.


Adit langsung cepat cepat mengenakan kembali jaket nya. Lalu meninggal kan Rachel dan Dave.


"Ciee besok udah mulai pake seragam putih abu", ledek Dave.


Dave dan Rachel semakin akrab karena hobi mereka sama yaitu main gitar.


Rachel tersenyum memerah, " Besok aku masuk pagi".


"Sama donk, mau g


aku jemput? biar kamu gak kesiangan lagi".


"hmmm"


"Atau kamu dijemput Adit ya? "


"Koq Adit? aku kan dah bilang dia bukan siapa siapa aku"


"Klo gitu besok aku jemput ya? "

__ADS_1


Rachel mengangguk menyetejui ajakan Dave karena rumah mereka memang searah.


Disisi lain Adit memperhatikan dari kejauhan, rasa kesal rasa cemburu jadi satu.


"Kenapa dia lebih suka Dave daripada gue? "


Seolah bisa membaca fikiran Adit,Kenzo yang dari tadi disamping nya tersenyum meledek.


"Lo suka ya sama dia".


Karena Kenzo Adit dan Dave bersahabat Adit berkata jujur sama Kenzo.


"Lo naksir dia dari SMP? "


Adit hanya mengangguk, "gue tengsin mo jujur ma dia, kebayang klo dia nolak gue bisa jadi bulan bulan an nya dia gue nanti".


"Kalo Cinta Gak Usah gengsi bro.. lo gengsi bukan tengsin".


"Dari dulu gue selalu sengaja buat dia putus mulu dari pacar nya".


"Hmm pantesan dia benci banget sama lo".


Adit terdiam..


Malam semakin larut acara sudah selesai. Semua siswa bergegas pulang.


Adit menunggu di depan gerbang sekolah. "Ayo gue anter lo pulang ".


"Gue mau bareng kak Dave".


"Ikut gue.. gue udah nunggu elo dari tadi".

__ADS_1


Melihat sikap Adit yang gak kaya biasanya Rachel pun setuju.


" Aku bareng Adit ya kak, besok kita berangkat bareng".Rachel melambaikan tangan ke arah Dave.


Perasaan Adit semakin memanas, ia hanya cemberut dalam perjalanan. Tidak seperti biasa nya kali ini hanya terdiam.


"Bilang sekarang gitu ya.. klo gue suka sama dia dari dulu".


Sesampainya di depan rumah Rachel. Rachel turun dari sepeda motor Adit. Adit menarik tangan Rachel, lalu ikut turun dari motor.


"Gue mau ngomong sama lo".


"Apaan sih? "


"Kenapa sih kalo ke Dave manis banget ke gue marah marah mulu? "


"Lo sama dia tuh beda jauh 180 derajat lo ngeselin dia engga.. ganteng banget malah",Rachel tersenyum memerah setiap membicarakan Dave membuat Adit mengurungkan niatnya.


"Lo tadi mau ngomong apa? "


Adit canggung " hmmm elo jelek.. jelek banget".


Dengan cepat Adit menaiki lagi motor nya lalu memakai helm.


"Dah jelek".


Rachel cemberut, "Dasar aneh".


Rachel pun masuk ke dalam rumah nya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2