
Tania dan Erick pun mampir ke coffeshop dekat perumahan Tania.
Erick yang kagum akan Tania terus saja memandangi nya.Tania yang cantik berasal dari orang kaya masih mau berteman dengan nya. Walaupun Tania pikir ia sopir angkot,nyata nya Erick anak pengusaha kaya.
Tania yang dari tadi sibuk dengan ice cream nya tersipu malu saat mengetahui Erick dari tadi terus memandang nya.
"Bisa diabetes gue liatin dia mulu " ucap Erick pelan.
Tania mengerutkan kening nya " Tadi lo bilang apa? ".
Erick mencoba mengelak " Ah enggak!! lo bisa diabetes makan manis terus".
"Enggak lah gue kan gak makan es krim seember" jawab Tania dengan polos nya.
Mendengar jawaban Tania Erick tertawa.
"Lo tuh udah cakep lucu ya.. pantesan mantan lo gak mau ngelepasin lo" goda Erick.
Tiba tiba Sean datang menghampiri lalu menarik Tania keluar.
"Lepas" bentak Tania.
Erick yang mengejar mereka keluar coffeeshop langsung melepas pegangan tangan Sean.
"Lo maksa banget sih jadi cowok ".
"Heh gue udah tau lo cuma sopir angkot jadi jangn belagu" ucap Sean sambil mendorong pundak Erick.
Erick hanya tersenyum.
"Lo mau pacaran sama sopir angkot kalo bokap lo tau pasti dia marah besar" ucap Sean dengan nada tinggi.
"Gue mau pacaran sama siapa kek bukan urusan lo, lagian kenapa dengan sopir angkot? pekerjaan mereka halal kok! gak kayak lo anak manja yang bisa nya minta uang bokap lo" bentak Tania.
Erick memandangi Tania mendengar kata kata nya barusan hati nya semakin tersentuh.
Tak lama kemudian datang segerombolan bodyguard menghampiri mereka.
Para bodyguard itu membungkuk ke hadapan Erick.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu tuan muda" ucap salah satu bodyguard.
Tania dan Sean terkejut mendengar kata kata pria itu. "Tuan muda" ucap mereka bersamaan.
Melihat begitu banyak lawan nya Sean langsung menyala kan mesin motor lalu pergi.
"Gak perlu penghalang nya udah pergi tuh" ucap Erick tertawa kecil.
Tania masih tercengang tidak mempercayai apa yang ia lihat.
"Kalian ngapain di sini? ".
"Kami di perintahkan tuan besar mengikuti tuan muda".
"Udah pergi sana gue bisa jaga diri sendiri".
Para bodyguard pun akhirnya pergi meninggalkan Tania dan Erick.
Tania yang masih kebingungan dibawa masuk kembali oleh Erick.
Mereka kembali duduk di kursi mereka. Nampak ice cream Tania tadi sudah mencair.
"Lo selalu motong pembicaraan gue tiap mau ngasih tau".
Tania menepuk kening nya " Maaf ya gue gak tau asal jeplak aja bilang lo sopir".
"Gak apa lagian gue kagum sama lo yang mau temenan sama siapa aja".
"Tapi waktu itu? ".
"Temen gue sakit perut jadi gue gantiin dia bentar eh malah ketemu sama lo".
Tania terdiam mereka pun menceritakan kehidupan masing masing tanpa ada lagi yang ditutupi.
Hari mulai sore mereka pun hendak pulang saat di parkiran Tania hampir terserempet motor. Dengan cepat Erick meraih tangan Tania yang langsung jatuh ke dalam pelukan nya.
Jlebb!! deg degdeg!!! suara jantung mereka tidak karuan.
Setelah saling memandang satu sama lain mereka melepas pelukan mereka.
__ADS_1
Wajah mereka memerah suasana tampak semakin canggung. Dan akhirnya mereka pun pulang.
.......................
Malam itu di kamar Rachel semua berkumpul di kamar Rachel. Mereka menginap malam ini menemani Rachel yang sedang galau. Tania yang baru sampai membawa banyak cemilan untuk mereka.
"Ini sogokan nih" ucap Octa sambil membuka bungkusan sandwich lalu melahapnya.
Tania tersenyum .
"Rachel masih bete? " tanya Tania yang dari tadi melihat Rachel termenung duduk dekat jendela.
"Kenapa ya gue lebih sreg dia sama Kak Dave" ucap Linda.
"Iya sama Adit banyak rintangan nya".
"Nama nya juga hubungan gak akan selamanya mulus " sambung Tania.
Mendengar kata kata bijak Tania semua tercengang .
"Lo lagi gak sakit kan? " ucap Octa sambil menempel kan punggung tangan nya ke kening Tania.
Tania pun menceritakan kejadian tadi di coffeeshop. Semua terkejut mendengar cerita Tania.
Rachel pun tersadar dari lamunan nya mengambil sebungkus sandwich lalu memakan nya.
"Gitu donk hel jangan sedih mending makan" rayu Tania.
Sisil masih penasaran dengan cerita Tania yang tadi mengganti topik.
"Jadi si ganteng itu anak orang kaya? ".
Tania mengangguk.
Rachel mulai tersenyum kembali "Kalo ampe jadian terakhir kita di restoran mahal".
"Belum tentu dia suka gue.. dia terlalu sempurna gak akan mungkin masih jomblo".
Tiba tiba suara ponsel Rachel berdering. Rachel melihat layar ponsel lalu menaruh kembali ponselnya.Tanpa menjawab panggilan telpon tersebut.
__ADS_1
Bersambung....