Kalau Cinta Gak Usah Gengsi

Kalau Cinta Gak Usah Gengsi
Rinai hujan..


__ADS_3

Erick mengajak Tania jalan jalan mengelilingi kota Jakarta. Berfoto berbagai macam pose aneh mereka lakukan. Merek sudah tidak canggung lagi.


Dan akhirnya mereka istirahat duduk sambil minum di sebuah cafe.


Tania termenung menatap ke arah jendela yang kini diluar sana hujan sangat deras.


"Lo kenapa kok bengong gitu? "tanya Erick sambil memberikan sepiring redvelvet cake ukuran sedang.


Dengan cepat Tania melahap cake tersebut. "Dua sahabat gue lagi patah hati hari ini, gue malah asyik jalan jalan sama lo".


"Siapa? emang kenapa? "tanya Erick.


Tania pun menceritakan apa yang terjadi dengan Rachel dan Octa.


"Lo gak usah ngerasa bersalah gitu saat ini mereka lagi butuh waktu buat sendiri".


Tania terdiam masih melanjutkan melahap cake.Tiba tiba Erick menggenggam tangan Tania.


Tania sontak terkejut dengan tingkah Erick. Degub jantung nya tak beraturan.


"Gue suka sama lo.. lo mau ya jadi cewek gue? "


Sumpah demi apa saat ini Tania senang bercampur bimbang ia tahu saat ini tidak tepat untuk menerima cinta Erick.


"Gue kan tadi dah kasih tau lo gue bakal ngerasa bersalah kalo gue bersenang senang diatas kesedihan sahabat sahabat gue".


"Iya gue ngerti, tapi lo juga kan perlu bahagia ".


Tania pun menghela nafas sejenak.

__ADS_1


"Gue juga sama suka sama lo sayang sama lo tapi... " belum sempat melanjutkan kata kata nya Erick dengan cepat mencium bibir Tania.


Erick pun kembali ke tempat duduknya. "Yaudah gini aja kita backstreet aja dulu sampai suasana kembali tenang" usul Erick.


Tania pun akhirnya mengangguk menyetujui saran Erick.Ia pun menggenggam tangan Erick sambil tersenyum.


"Thanks ya kamu dah mau ngerti".


"Everything for you" ucap Erick.


Tania pun tersenyum malu saat ingat ciuman Erick barusan.


"Jadi aku kamu sekarang? " tanya Erick menggoda.


"Atau mau aku panggil my lovely abang angkot" ledek Tania.


Mereka pun tersenyum tanpa melepas genggaman tangan mereka.


Dave yang mengantar Rachel berkeliling berhenti ditengah jalan hendak berteduh. Karena hujan semakin deras membasahi tubuh mereka.


Dave berlari ke tepi toko yang sudah tutup untuk berteduh namun Rachel tidak mengikuti nya. Rachel hanya berdiri mematung di luar, Dave pun menghampiri nya.


"Ngapain di sini? kamu mau sakit? " ucap Dave kesal melihat Rachel menyiksa diri nya.


"Kalo aku berdiri saat hujan aku gak akan ketauan lagi nangis kak" isak Rachel.


"Tapi kamu bisa sakit".


Rachel terdiam tidak menghiraukan ucapan Dave.

__ADS_1


Dave pun menelepon Kenzo menyuruh nya mengambil mobil ke rumah nya lalu membawa mobil nya ke tempat Rachel dan Dave berada.


Tak lama kemudian Kenzo sudah sampai.


"Sorry ya zo lo naek motor gue, gue anter dulu Rachel" ucap Dave lalu saling bertukar kunci dengan Kenzo.


Kenzo pun membantu Rachel masuk ke dalam mobil.


Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan Kenzo. Kenzo pun berteduh di dekat toko yang sudah tutup.


Sepanjang jalan Rachel tertidur, Dave terus sesekali menatap ke arah Rachel sambil menyetir.


"Aku musti bilang apa sama nyokap bokap kamu".


Akhir nya Dave mengantar Rachel ke rumah Sisil.Sisil yang melihat Rachel basah kuyup terkejut lalu mengambil handuk untuk Rachel.


Setelah mengeringkan badan Rachel, Sisil pun merebahkan Rachel di tempat tidur nya. Lalu kembali menghampiri Dave sambil membawa handuk untuk Dave,karena saat itu Dave pun ikut basah kuyup.


"Sorry ganggu ya Sil, gue bingung mau jawab apa kalo ditanya sama nyokap bokap Rachel nanti maka nya gue bawa sini".


Sisil pun mengangguk "Gak apa apa kak keputusan lo udah bener nanti gue telpon nyokap Rachel".


"Titip Rachel ya di rumah lo ada P3K kan? Kasih dia obat ya biar ga demam" ucap Dave masih cemas.


"Iya kak gue ngerti apa yang musti gue lakuin".


"Yaudah gue pamit, Assalamualaikum ".


"Waalaikum salam" jawab Sisil.

__ADS_1


Dave pun pergi.


Bersambung....


__ADS_2