Kamu Milikku!

Kamu Milikku!
『Terima Kasih Sudah Mengingatku』


__ADS_3

Rika memutuskan untuk memastikan kondisinya tidak hamil. Dia pergi ke salah satu rumah sakit yang terdekat dengan apartemennya. Raut wajah gugup terlihat di wajah Rika. Dia takut jika benar dia hamil.


"Permisi mbak, kalo boleh tau keluhannya apa ya?"tanya dokter.


"Saya tadi tiba2 mual dan pusing dok."jawab Rika.


"Ok. Sebentar saya cek dulu." Dokter pun melakukan tugasnya. Setelah selesai memeriksa keadaan Rika. Dokter memberitahukan hasil pemeriksaannya. Rika amat gugup saat itu.


"Bagaimana dok? Bagaimana hasil pemeriksaan saya?"tanya Rika penasaran.


"Mbak sepertinya hanya kecapean atau terlalu banyak fikiran sehingga membuat tubuh mbak menjadi drop. Jadi saya sarankan mbak untuk banyak2 beristirahat dan minum obat yang saya berikan ini."ucap dokter dan memberikan beberapa obat untuk Rika. Rika lega mendengarnya ternyata dia hanya kecapean dan BUKAN HAMIL. Rika pun kembali ke apartemennya. Sampainya di apartemen dia melihat sepatu Tina tersusun di rak sepatu. Namun ada yang aneh selain sepatu milik Tina ada sepasang sepatu lainnya. Rika bertanya2 sepatu siapa itu..


"Sepatu siapa itu? Apakah ada tamu? Tapi kayaknya gak ada tamu tuh. Lah jadi siapa yang datang? Mana ini sepatu keknya sepatu cowok lagi." ucap Rika dalam batinnya.


Karena penasaran, dia pun masuk ke dalam dan mencari Tina. Dicarinya diruang tamu dan diruang santai tapi Tina tak ada.


"Mungkin Tina ada di kamar." fikirnya.


Akhirnya Rika pergi ke kamar Tina. Ketika Rika hendak mengetuk pintu kamar Tina, Rika mendengar sesuatu yang aneh. Di tempelkannya telinganya di pintu agar bisa mendengarkan dengan jelas. Rika terkejut mendengar suara itu.


"Tito.. ini sangat nikmat.. Aaah... "Terdengar suara desahan Tina dan suara hentakan yang dikenalinya. Itu mengingatkannya pada kejadian yang dilakukannya dengan Angga kemarin.


"Apa Tina?? Tina melakukannya dengan kak Tito. Oh tuhan.. apa yang harus aku lakukan."batin Rika. Rika memutuskan untuk tidak ikut campur urusan mereka. Rika berfikir itu terjadi karena mereka sama2 mau melakukan itu. Jadi tidak ada kejahatan ataupun paksaan atas yang mereka lakukan. Itu semua kemauan mereka.


Okey..


Kita flashback 2 jam yang lalu ya.


2 jam yang lalu Tina dan Rika akhirnya selesai ngampus.


"Tina.. kamu duluan aja ya pulangnya. Aku ada urusan bentar."ucap Rika.


"Urusan apa? Aku ikut ya?"


"Gak usah Tin. Kamu pulang aja aku bisa sendiri kok."


"Yaudah deh Ka. Aku pulang duluan ya. Bye... "ucap Tina dan meninggalkan Rika. Rika pergi ke rumah sakit, sedangkan Tina pulang berjalan kaki. Dia takut untuk naik taksi karena takut sama supirnya. Tina pulang ditemani dengan musik kesukaannya. Sedang asik mendengarkan musik tiba2 ada yang menepuk bahunya.


"Tin.."panggilnya.


"Eh.. kamu To. Kenapa? Kamu gak pulang?"tanya Tina.


"Rika mana kok gak barengan sama kamu?"tanya Tito.

__ADS_1


"Rika dia ada urusan katanya. Jadi aku pulang duluan."jawab Tina.


"Sendiri?"tanya Tito.


"Iya."


"Aku temenin ya."tawar Tito.


"Eh gak usah To. Aku dah banyak ngerepotin kamu."tolak Tina.


"Enggak papa kok Tin. Aku takut kamu kenapa2. Jadi aku temenin ya? Nnti kalo misalnya ada cowok ngegodain kamu gimana? Kalau ada aku kan cowok2 gak bakal godain kamu."bujuknya.


Perkataan Tito itu mengingatkan Tina pada bayangan anak laki2 yang selalu muncul dalam ingatannya. Tina langsung merasa pusing. Kepalanya terasa sangat berat. Pandangannya gelap dan tubuhnya jadi tak seimbang. Untung saja ada Tito yang menahannya sehingga Tina tidak jatuh. Tito membawa Tina ke halte terdekat dari situ dan mereka pun duduk sebentar disana.


Oh iya..


Si Tina itu sebenarnya dia lupa ingatan guys..


Waktu itu dia kek kesasar gitu, terus ketabrak di tengah jalan; dibawa sama orang2 sekitar situ ke rumah sakit. Tina divonis terkena penyakit amnesia lakunar. Amnesia ini itu katanya si orang itu melupakan beberapa peristiwa secara acak. Ingatan Tina terhadap keluarganya dan juga Tito itu juga pudar dan hilang. Pihak rumah sakit berusaha mengantar Tina pulang kerumahnya Tapi pihak rumah sakit tidak mendapatkan info tentang keluarga Tina sama sekali. Akhirnya Tina terlantar dan jadi anak jalanan. Untung saja Tina dipungut oleh Ayah Rika dan dijadikan seperti anaknya sendiri.


Pahamkan??


Lanjut ke Tito sama Tina lagi..


Tina menyuguhkan jus jeruk dan beberapa biskuit.


"Oh.. iya To. Aku ganti baju ke kamar dulu ya."ucap Tina.


"Iya."jawab Tito. Tito terus melihati arah berjalan Tina dan berakhir ketika Tina masuk ke kamarnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Tina lupa ingatan? Oh.. mungkin saja. Tadi dia tiba2 pusing pas gua ngucapi kata2 kayak dulu pas masih SMP. Gua akan nyobak sekali lagi. Gua bakal balikin ingatan lu terhadap gua Tin."batinnya.


Tina pun keluar dari kamarnya setelah selesai mengganti baju. Dia duduk bergabung dengan Tito. Tito pun memulai rencananya.


"Tin.. Kamu merem deh."suruh Tito. Tina langsung memejamkan matanya karena dia anggap itu hal yang biasa saja. Ketika mata Tina terpejam Tito langsung mencium Tina. Tina juga tidak menolak karena sudah terbiasa. Mereka akhirnya bercumbu ria. Setelah merasa cukup Tito pun melepaskan ciumannya.


"Tito kamu kenapa tiba2 nyium aku?"tanya Tina.


"Itu bukan ciuman Tin. Itu salam persahabatan."ucap Tito.


"Salam persahabatan?" Tiba2 kepala Tina merasa pusing lagi dan dia pun pingsan. Tito pun bingung dan akhirnya dia memutuskan untuk membawa Tina ke kamar tidurnya. Tina membaringkan Tina pelan2. Tak lama Tina sadar dari pingsannya.


"Tina kau sudah sadar?"tanya Tito.

__ADS_1


"Iya aku sudah sadar."


"Tito aku sudah mengingat semuanya. Kau adalah Tito yang aku jumpai dulu. Kau adalah anak laki2 yang berseragam polisi yang sering datang ke fikiranku akhir2 ini."jelas Tina.


"Apa?! Kau mengingatnya?" Tito merasa tak percaya dengan apa yang terjadi. Dia langsung menghampiri Tina dan memeluknya. Tito menangis karena terharu. Akhirnya Tina bisa mengingatnya kembali.


"Kenapa dulu kau tiba2 pindah dari panti? Selama bertahun2 aku mencarimu. Dan akhirnya aku bertemu denganmu dikampus. Tapi kau tidak mengenaliku. Aku sangat bahagia akhirnya kau bisa mengingatku kembali. Aku mencintaimu Tina. Aku sangat mencintaimu."ucap Tito dalam posisi masih memeluk Tina. Tina merasa terharu ternyata Tito juga memiliki rasa kepadanya. Ternyata cinta yang tumbuh ketika polisi kecil itu menyelamatkannya terbalaskan. Tina memeluk Tito dengan erat.


Setelah lama berpelukan, Tito melepaskan pelukannya dan menatap mata Tina dengan sangat dalam. Tito mengisyaratkan sesuatu. Tina pun mengerti dan menganggukkan kepalanya tanda setuju. Tito pun menciumi bibir Tina dengan semangat karena dia sangat bahagia. Tina pun membalas ciuman Tito. Mereka berciuman sangat panas kali ini. Tito merasa hasratnya sangat menggebu2 saat itu. Dia membuka baju dan celana Tina dan Tina pun membantu Tito mempermudah melakukannya. Setelah terbuka semua tampaklah lekuk tubuh indah milik Tina. Tito pun membuka semua pakaiannya. Tito merasa sangat nafsu saat itu. Baru saja hendak menjosor dadanya, Tina menahannya.


"Tito.. Apakah kau sudah mengunci pintu?"tanya Tina dengan seksi dan sangat menggoda. Tito pun buru2 mengunci pintu dan langsung melahap tubuh Tina. Tubuh Tina berkali2 mengejang dibuat Tito. Tito menciumi lubang kepunyaan Tina itu sambil memainkan gunung kembar ditubuh Tina. Dia sesekali memainkan hal favoritnya yaitu memainkan tangannya di tonjolan kecil yang ada di gunung milik Tina. Tina merasa kenikmatan yang luar biasa. Tak jarang desahan keluar dari mulut Tina. Selesai puas bermain2 akhirnya Tito memposisikan tubuhnya diatas Tina. Tina yang keenakan tadi langsung jadi gugup ketika Tito yang telanj*ng itu berada diatasnya.


"Tito.. Aku takut.. Kata orang pertama kali masuk itu sakit."


"Tenanglah Tina. Aku akan melakukannya dengan pelan."


Tito pun mengarahkan pistolnya itu kearah lubang milik Tina. Tina melihat ke arah bawah memperhatikan pistol milik Tito itu masuk ke lubang miliknya. Tina merasa ada yang masuk kedalam lubangnya. Awalnya biasa saja tapi lama2 semakin sakit. Tito memasukkannya dengan pelan sambil memperhatikan wajah Tina yang tengah menahan kesakitan itu. Tina memegang tangan Tito; digigitnya bibir bawahnya untuk menahan sakit itu. Tito merasa sangat bahagia. Akhirnya pistol miliknya masuk dengan penuh kedalam lubang milik Tina. Lalu di maju mundurkannyalah pinggulnya dengan pelan. Tina memegang kepala Tito dan meremas rambutnya karena tak tahan dengan rasa sakitnya.


Rasa sakit itu lama2 berubah menjadi nikmat. Tina sangat menikmatinya. Tina mendesah kenikmatan. Desahan yang diberikan Tina meningkatkan birahi Tito.


"Tito.. ini sangat nikmat...Aaahh... "desah Tina. Tito mempercepat gerakannya dan membuat cairan milik Tina keluar. Tito menghentikan aksinya sejenak. Dia menciumi bibir tina dengan lembut tanpa mencabut pistolnya dari tempatnya. Tak lama Tito memulai aksinya lagi. Berapa kali Tina sudah mengeluarkan cairannya namun Tito masih saja kuat melakukannya. Sampai pada akhirnya Tito pun merasa cairan miliknya akan keluar. Dia mempercepat gerakannya. Desahan Tina terdengar berantakan karena kewalahan dibuat Tito. Akhirnya cairan milik Tito keluar didalam lubangnya. Mereka pun sama sama mengerang puas.


Bersambung...


Maaf guys part ini alurnya emang kayak gini ya..


Yang merasa jijik atau apa aku minta maaf ya 🙏🙏


Mudahan aja kalian suka..


Makasih yang udah baca.


Jangan lupa like komen dan vote ya manteman..


Yang udah baca+like komen dan vote


Aku ucapin..


ありがとうございます


Arigatou gozaimasu


Terima kasih..

__ADS_1


Bye... bye.... 👋


__ADS_2