Kamu Milikku!

Kamu Milikku!
『Menyelamatkanmu』


__ADS_3

Hari ini Rika tampak murung. Tina pun bertanya pada Rika.


"Rika? kamu gak papa kan?"tanya Tina.


"Gak papa kok Tin."jawab Rika.


"Kamu jangan bohong. Apa jangan2 si brengs*k Angga itu nyakitin kamu lagi?"tanya Tina yang mulai curiga.


"Enggak kok Tin. Udah tenang aja. Aku gak papa kok."jawab Rika berusaha meyakinkan Tina.


"Hm.. Yaudah deh. Tapi kalo ketahuan ntu orang nyakitin kamu lagi. Awas aja aku pites2 tu orang."ucap Tina kesal. Rika hanya membalasnya dengan senyum tipis.


Mereka berjalan menuju kelas. Namun tiba2 Tina kebelet pipis.


"Aduh... Ka.. kamu duluan aja ke kelasnya ya. Aku kebelet pipis nih."ucap Tina sambil menahan pipisnya.


"Oh.. yaudah."jawab Rika.


"Nitip tas sama buku aku ya."ucap Tina dan memberikan tas dan bukunya. Lalu Tina berlari dan buru2 ke toilet. Selesai dari toilet dia buru2 menuju kelas. Tiba2 ada yang menutup mulutnya dan membawanya ke Gudang yang ada disudut kampus.


****


Rika sedang menunggu Tina dikelas. Lama kelamaan perasaannya mulai tidak enak. Akhirnya dia memutuskan untuk menyusul Tina. Tibanya di toilet dia tidak menemukan Tina disana. Rika makin panik. Dia mencari Tina kemana2 namun dia belum menemukannya. Rika melihat Tito sedang berbincang2 dengan teman sekelasnya.


"Kak Tito."panggil Rika. Tito pun pergi ke arah Rika dan meninggalkan temannya itu.


"Kenapa Ka? Oh iyaa Tina mana? Tumben gak sama kamu."tanya Tito.


"Itu dia kak masalahnya. Tadi Tina bilang mau ke toilet. Tapi dari tadi aku tunggu2 gak dateng2 dia nya. Aku susulin ke toilet juga gak ada. Aku jadi khawatir sama Tina kak. Kakak bantuin aku ya kak. Cariin Tina."jelas Rika dan minta bantuan ke Tito.


"Apa? Kamu gak bohong kan?"tanya Tito.


"Aku serius kak. Ngapain juga aku bohong. Kakak tolongin aku ya. Ya kak.. Tolong..."mohon Rika.


"Yaudah deh kita misah. Kamu cari dia kesana dan aku akan nyari dia kesana."ucap Tito mengarahkan.


Tito pun mengelilingi kampus untuk mencari keberadaan Tina. Dia pun sesekali berteriak memanggil nama Tina.


"Ya ampun ni cewek kemana sih. Bikin gua khawatir aja."ucap Tito sambil memperhatikan sekitarnya.


(balik ke Tina lagi ya 😊)


Tina berusaha membuka matanya. Dilihatnya sekeliling, tampak ruangan itu redup. Suara2 para mahasiswa terdengar kecil, sepertinya ruangan itu agak jauh dari keramaian. Tina duduk dikursi dan tangannya diikat dengan tali. Tiba2 seorang pria datang menghampiri Tina.


"Hay.. cantik.. "goda laki2 itu.


"Siapa kamu?"ucap Tina tegas.


"Op.. jangan galak gitu dong sayang. Aku gak kasar kok."ucap laki2 itu dengan tatapan licik.

__ADS_1


"Kamu jangan macam2 ya. Aku gak takut sama kamu."teriak Tina.


"Aku gak macam2 kok sayang. Aku cuman mau satu macam aja. Kamu sangat seksi sekarang ini sayang."goda laki2 itu dan mendekat kearah Tina.


"Jangan mendekat... Atau aku akan teriak sekuat mungkin. Dan kamu akan ketahuan."ucap Tina.


"Terserah kamulah sayang. Mau kamu teriak kencang2 juga gak ada yang denger."jawab laki2 itu.


"Kamu siapa sih? pakek manggil sayang2an segala."tanya Tina kesal.


"Kamu gak inget aku?? Yakin gak inget??"tanya laki2 itu dan mendekatkan wajahnya ke wajah Tina. Tina memperhatikan wajah laki2 itu dengan intens. Ternyata dia adalah laki2 yang pernah dipermalukan oleh Tina beberapa waktu yang lalu. Hari itu dia melihat laki2 itu sengaja memegangi bagian2 wanita yang dilarang untuk disentuh sembarang orang. Akhirnya Tina merekam kejadian itu dan mengancamnya. Tina menyuruh laki2 itu tidak melakukan itu lagi. Namun dia tetap melakukannya. Akhirnya Tina menyebarkan video itu keseluruh kampus. Untung saja pihak kampus tidak mengeluarkan laki2 itu. Namun nama laki2 itu sudah dicap sebagai si mesum oleh seluruh mahasiswa disana.


"Sudah ingat?"tanya laki2 itu.


"Kamu itu cuman laki2 brengs*k yang suka kurang ajar sama wanita kan?!"ucap Tina.


"Iya sih aku memang kurang ajar. Tapi kamu tenang aja aku akan memberikan pelayanan terbaik buat kamu kok. Aku akan melakukannya dengan lembut."ucap laki2 itu licik dan melirik ke arah ******** Tina. Tina langsung marah dan berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya.


"Kamu jangan kurang ajar ya. Denger!! Aku gak akan takut sama laki2 brengsek kayak kamu!!"teriak Tina kesal.


"Baguslah jika kamu tidak takut padaku."ucap laki2 itu. Laki2 itu mengeluarkan gunting dari sakunya dan menggunting baju Tina dengan kasar.


"Apa yang kamu lakukan?!! Hentikan ini!! kumohon hentikan!!"teriak Tina memohon kepada laki2 itu.


"Tenanglah sayang. Aku akan melakukannya pelan2. Kamu nikmati saja permainanku."ucap laki2 itu sambil menggunting baju Tina.


"Dasar mesum...!!!"teriak Tina. Tina pun memberontak namun ikatan itu membuatnya sulit untuk bergerak. Laki2 itu sudah selesai memotong baju Tina dan tampaklah bagian dada Tina yang masih terbungkus bra merah.


"Hentikan.. kumohon hentikan ini."ucap Tina memohon sambil menangis. Laki2 itu tetap menyentuh tubuh Tina dengan liar. Dia juga membuka bra Tina sehingga membuat dua gunung indah milik Tina tampak dengan jelas. Tina berteriak dan menangis sejadi2nya. Laki2 itu menjilati dada Tina dengan kasar dan penuh nafsu. Dia sekali2 menggigit tonjolan kecil diujung gunung itu sehingga membuat Tina merintih kesakitan.


"Tolong...... "teriak Tina berharap ada yang datang menolongnya. Namun itu semua sia2. Tidak ada seorang pun yang datang menolongnya. Dia hanya bisa pasrah dan berdoa berharap ada yang menolongnya. Laki2 itu sangat kejam dia menjilati tubuh Tina dengan kasar. Tubuh Tina di penuhi dengan liurnya. Laki2 itu mengambil gunting lagi dan diarahkannya ke celana Tina. Tina memberontak namun tak bisa. Dia berteriak sekuat2nya.


"Tolong.... Tolong... Tolong aku... "teriak Tina.


"Kumohon tolong akuuuuuu... "ucap Tina sambil menangis. Tiba2 pintu terdorong dan sepertinya seseorang datang.


Laki2 yang kejam itu langsung terkejut dan mendekati orang yang ingin menjadi pahlawan itu. Ruangan itu sangat lebar dan redup. Tina tak bisa melihat orang itu dengan jelas. Terdengar dua orang itu tampak berkelahi dan saling memukul. Akhirnya salah satu dari mereka kalah dan terkapar. Yang menang dalam perkelahian itu menghampiri Tina. Tina merasa takut dan gugup.


"Siapa kau?"tanya Tina dari kejauhan.


"Tina apa itu kau?"tanya orang itu. Mendengar suara orang itu Tina sadar bahwa yang menolongnya adalah Tito.


"Tito itu kau??"tanya Tina memastikan.


"Iya ini aku. Apa kau baik2 saja?"tanya Tito dan berusaha mendekati Tina.


"Berhenti..!!"teriak Tina.


"Kenapa?"tanya Tito heran.

__ADS_1


"Tito... Aku sekarang dalam keadaan telanj*ng dada. Bajuku sudah digunting oleh laki2 itu. Dan tanganku juga diikatnya."jelas Tina.


"Apa?! Oke.. Baiklah aku akan menutup mataku dan akan berjalan ke arahmu."ucap Tito. Tito pun menutup matanya dan berjalan ke arah Tina. Dia meraba2 mencari tangan Tina yang terikat. Namun karena tidak melihat apa2 Tito tidak sengaja menyentuh dada Tina.


"Aw.. "ucap Tina terkejut.


"Kenapa? Maaf. Apa yang kusentuh tadi?"tanya Tito.


"Anu.. Itu dadaku."jawab Tina takut2. Tito kaget dan meminta maaf.


"Maaf Tina aku tidak sengaja."ucap Tito dan mencari ikatan tangan Tina lagi. Akhirnya dia menemukannya dan mengintip sedikit untuk melihat ikatan tangan Tina itu. Dia pun melepaskan ikatan itu. Tina buru2 mangambil bra yang dilepaskan oleh laki2 tadi dan memasangnya. Tito masih diam ditempat dengan mata tertutup. Tina mengambil bajunya namun sayangnya baju Tina sudah tidak bisa dipakai lagi.


"Tina?? Apa kau sudah selesai memakai baju?"tanya Tito.


"Belum. Bajuku tidak bisa dipakai lagi. Dia sudah menggunting bajuku."jelas Tina sambil menangis.


"Tina.. Tolong jangan menangis. Tenanglah aku akan menolongmu."ucap Tito dan membuka jaket hoodie yang dia pakai. Untung saja dia memakai kaos lengan pendek sebagai dalaman.


"Pakailah jaket ku dulu. Kau bisa mengembalikannya kapan saja."ucap Tito sambil memberikan jaketnya. Namun karena matanya tertutup dia memberikan jaket itu ke arah lain. Tina pun mengambil jaket itu dan memakainya. Selesai memakai jaket, Tina langsung memeluk Tito dan menangis dipelukan Tito.


"Terima kasih Tito. Maafkan aku sudah bersikap kasar kepadamu berapa hari yang lalu."ucap Tina sambil menangis. Tito tidak berani membuka matanya.


"Tina apa kau sudah memakai jaketnya?"tanya Tito.


"Sudah.. "jawab Tina sambil terus memeluk Tito. Tito pun membuka matanya dan melihat Tina sedang memeluknya. Dia membalas pelukan Tina.


"Tenanglah aku ada disini."ucap Tito menenangkan Tina.


"Tito terima kasih sudah datang menolongku. Aku tidak membayangkan kalau kau tidak datang menolongku. Mungkin saja keperawananku sudah direnggut oleh laki2 mesum itu."ucap Tina sambil menangis.


"Iya Tina. Jangan khawatir aku akan menjagamu."ucap Tito.


Bersambung...


Jangan lupa Like Komen dan Vote ya manteman..


Mudah2an kalian suka sama ceritanya ya..


Aamiin...


Yang udah baca+like komen dan vote


Aku ucapin..


ありがとうございます


Arigatou gozaimasu


Terima kasih..

__ADS_1


Bye... bye.... 👋


__ADS_2