Kamu Milikku!

Kamu Milikku!
『Dia Kembali』


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 19:00. Rika dari tadi hanya mengurung diri dikamar dan menangis. Ingin rasanya dia menelpon Tina untuk menceritakan semuanya. Namun Rika mengerti kalau Tina dan Tito baru saja menikah. Dan tentu saja di malam pertama pernikahan mereka ini Rika tak boleh mengganggunya.


Di scroll nya daftar kontak diponselnya. Dan menemukan kontak seseorang yang dianggapnya bisa membantunya.


"Halo Randi. Ini aku Rika."sapa Rika.


"Oh.. kamu Rika, kirain siapa. Kenapa? Kamu mau ngojek?"tanya Randi.


"Ehm.. Iya deh Ran. Jemput aku diapartemen ya."ucap Rika.


"Pesen dulu lewat app nya Rik. Jangan lupa kasih bintang lima ya.. heheh" Randi berusaha menghibur Rika.


"Iya Ran. Kalo itu aman."jawab Rika dan mematikan ponselnya.


Lalu Rika memesan jasa ojek Randi lewat aplikasi. Dan memberinya bintang 5.


Rika pun beranjak dari kasur dan bersiap2. Setelah siap dia menunggu di depan apartemen.


Tak lama Randi pun datang dengan setelan khas ojolnya. Disandingkan dengan setelan khas ojol itu tidak memudarkan ketampanan Randi. Malah dia terlihat menawan dengan setelannya itu.


"Udah lama nunggu Rik?"tanya Randi sambil memberikan helm kepada Rika.


"Gak kok."jawab Rika dan memakai helm nya.


"Ayok naik. Kita berangkat sekarang."ajak Randi. Rika pun naik ke motor. Lalu Randi melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


"Ran.. Belok kiri ya."ucap Rika.


"Loh.. kok kiri. Seharusnya kan ke kanan."tanya Randi heran.


"Aku sebenarnya bingung mau kemana. Alamat tujuan yang aku pesen di app itu aku ngasal2. Aku bosan dikamar nangis terus."jelas Rika.


"Ngapa kamu gak bilang dari tadi? Kalo gitu kan kamu gak usah repot2 bayar."ucap Randi sedikit kesal.


"Gak papa Ran. Masalah bayaran gak usah difikirin."ucap Rika.


"Yaudah sekarang kamu mau kemana? Biar aku anterin."tawar Randi.


"Beneran Ran?"tanya Rika.


"Ya beneran. Masa iya aku boong."


"Gakpapa nih?"tanya Rika lagi.


"Iya gak papa."jawab Randi.


"Aku juga gak tau mau kemana Ran. Kita muter2 aja dulu ya? Sambil aku mikir nyari tempat yang cocok."bujuk Rika.

__ADS_1


"Yaudah deh."ucap Randi.


Mereka pun berkeliling2 kota malam itu. Mereka sepertinya sudah mulai akrab satu sama lain.


"Rik. Kita berhenti didepan dulu ya. Aku mau ngisi minyak bensin sebentar."ucap Randi.


"Iya."jawab Rika.


Lalu mereka berhenti dan Randi pun memenuhkan bensinnya.


"Okey.. sudah siap. Kita kemana lagi sekarang?"tanya Randi.


"Kita makan dulu yuk Ran. Aku laper banget nih. Kamu juga lapar kan?"tanya Rika.


"Iya sih. Yaudah kamu yang milih tempat makannya."


"Kita makan di kafe dekat ujung aja deh."ucap Rika.


"Yaudah.Yuk naik."ajak Randi dan memberikan helm kepada Rika.


Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju kafe. Sampainya dikafe mereka pun turun dan memesan beberapa makanan. Selesai makan...


"Rik.. aku yang bayarin yah."tawar Randi.


"Gak usah Ran. Biar aku aja. Hitung2 terima kasih udah mau nemenin aku jalan2."jelas Rika.


"Gak. Pokoknya aku yang bayar. Kamu tunggu disini aja."


Rika pun pergi ke kasir dan membayar semua pesanannya. Ketika hendak menyusul ke tempat Randi. Tiba2 dia menabrak seseorang..


Brukk..


"Aduh..."keluh Rika.


"Maaf mbak.. Saya gak sengaja."ucap orang itu sambil menjulurkan tangan. Rika pun mendongak keatas dan melihat siapa orang itu.


"Kak Angga??"kejut Rika.


"Rika?? Kenapa kau disini?"tanya Angga.


"Aku... aku.. tadi habis selesai makan2."jawab Rika.


"Oh.. Gitu.. kamu sendirian kesini? Kan ini jauh dari apartemen."tanya Angga.


"Gak kok. Aku sama temen aku."


"Oh iya ka... Gimana tadi pernikahan Tito dan Tina? Lancar??"tanya Angga.

__ADS_1


"Iya lancar."jawab Rika.


"Aku tadi sebenarnya mau kesana tapi gara2 macet aku jadi kemalaman. Terus aku mampir kesini buat makan."jelas Angga.


"Oh.."jawab Rika datar.


"Yaudah kak. Aku nyusul temen aku dulu. Dia udah nunggu dari tadi."ucap Rika.


"Yaudah."jawab Angga.


"Teman?? Siapa teman Rika selain Tina. Setau aku dia anaknya introvert banget."batin Angga.


Angga tak mau ambil pusing. Dia memesan makanan dan memakannya sendiri.


"Rik.. Lama banget bayarnya."gerutu Randi.


"Maaf Ran. Tadi agak panjang antriannya."jawab Rika.


"Kamu yakin?? Kayaknya kamu bohong sama aku."ucap Randi ketika berhasil membaca ekspresi Rika.


"Gak usah dipikirin deh. Kita pulang sekarang yok."ajak Rika.


"Loh.. udahan jalan2 nya?"tanya Randi.


"Iya. Aku udah capek."jawab Rika.


"Yaudah."


Kemudian Randi mengantarkan Rika kembali ke apartemennya.


"Makasih ya Ran. Udah mau nemenin jalan2."ucap Rika sambil melepaskan helmnya.


"Iya sama2. Kamu jangan sungkan2 kalo mau minta temenin jalan2 kek gini lagi ke aku ya? Aku selalu siap kok nemenin kamu kemana aja."ucap Randi.


"Iya. Sekali lagi makasih ya Ran."ucap Rika.


"Iya sama2. Oh iya Rik. Jangan lupa minum vitamin dari dokter tadi ya."


"Iya. Dah... Aku masuk dulu."ucap Rika dan meninggalkan Randi.


"Aku siap kok jadi tukang ojek pribadi kamu. Aku turut prihatin sama nasib kamu. Aku mau nemenin kamu kemana aja."ucap Randi tulus dalam hatinya.


Bersambung....


Segini dulu ya guys..


Nnti lanjut lagi.

__ADS_1


Bye.. Bye.. 👋


__ADS_2