Kamu Tau Dimana Bayiku !!!

Kamu Tau Dimana Bayiku !!!
Kamu tau Dimana bayiku


__ADS_3

Dimana Bayiku?


(Part 1)


Aku mengalami kecelakaan dan sempat koma selama sepersekian detik. Dalam kondisi kritis aku melahirkan anak pertama ku. Saat tenagaku sudah mulai habis dan hidupku mulai terasa diujung kematian. Aku mendengar suara tangis anak ku. Seketika itu juga aku lemas dan bahagia. Ingin sekali ku tatap wajah anak pertama ku itu. Tetapi penglihatanku kabur. Aku merintih memanggil..."anak ku". Dan tak lama aku pingsan. Dalam alam bawah sadarku aku melihat bayiku dibawa oleh sosok berpakaian putih meninggalkan ruang persalinan saat itu. Sosok itu terlihat melayang dan membawa bayi ku pergi. Aku pun berteriak "jangan bawa bayiku. "namun suaraku tak keluar. " Aku berdoa sambil menangis dalam hati "Tuhan selamatkan bayiku aku tak bisa hidup tanpa anaku. "


Saat aku tersadar. Suami ku sudah berada di sampingku. Terlihat dia bahagia melihat aku sudah siuman. Aku langsung menanyakan bayi ku yang belum sempat ku lihat wajahnya. Aku menceritakan padanya tentang mimpiku. Tetapi dia tidak menghiraukan nya. Suamiku terlalu fokus dengan kondisiku. Dia menyuruhku untuk beristirahat dan tak perlu memikirkan anak kita. Dia meminta maaf padaku sambil menangis. Dia merasa bersalah padaku. Jika malam itu dia kehilangan aku dan bayiku dia akan sangat terpukul dan menyesal. gurat penyesalan di wajahnya sangat membuatku iba.


Malam itu aku kabur dari rumah dengan menumpang sebuah taksi. Saat perjalanan aku menelpon suami dan berpamitan padanya. Ku katakan padanya aku sudah tidak kuat menjalani pernikahan dengannya. Tekanan yang kualami terlalu berat. Ibu mertua tak pernah berusaha menerimaku, aku selalu merasa terasing ditengah keluarga mereka dan suamiku tidak peka dengan keadaanku. Puncaknya saat suamiku masih tetap tidak menghargaiku dan tetap menjalin hubungan dengan Ziana, aku memutuskan menyerah. Dia tidak mengerti betapa bayang bayang Ziana selalu menyakiti hidup ku. Kemudian taksi yang ku tumpangi kehilangan kendali di tikungan tajam dan licin karna guyuran hujan deras.


Suamiku menemaniku di rumah sakit. Ia meninggalkan semua pekerjaan di kantor demi aku. Sungguh membuatku terharu. Selama ini dia begitu mengutanakan pekerjaannya. Sore hari Adik ipar ku datang membawakan baju untuk suamiku. Lalu ia kembali ke rumah karena lupa membawa keperluan untuk bayiku. Suamiku pamit untuk sholat mahrib di mushola.

__ADS_1


Aku sendirian di kamar. Aku sangat ingin melihat bayiku. Aku pencet tombol darurat memanggil suster. Lama sekali sampai seorang suster datang dengan wajah panik setengah berlari. Lalu aku memintanya untuk membawa bayiku ke kamarku. Suster tersebut terlihat kaget dan pucat. Lalu dia berkata akan mengantar bayiku besok pagi karena malam ini ia tidak bisa ke ruang bayi.


Alasan yang sangat aneh menurutku. Lalu aku putuskan untuk menunggu suamiku datang. Setelah lama menunggu akhirnya dia datang. Ia pergi sebentar untuk mencari makan, karena itu dia membuatku menunggu lama. Akhirnya kukatakan padanya kalau aku ingin melihat bayiku. Tetapi lagi lagi suamiku melarangku dengan alasan kesehatan. Aku mulai curiga. Perasaan ku tak enak. Apakah terjadi sesuatu dengan bayiku seperti dalam mimpiku. Aku pun mulai resah, perasaanku mulai tak karuan, lalu aku jatuh tertidur sejenak.


Aku tersadar tengah malam. Kulihat suamiku tertidur di sofa. Tiba2 terdengar suara aneh dr luar kamar ku. Suara roda yang bergelinding di lorong.aku penasaran. Tiba tiba pintu kamar ku perlahan terbuka, aku terkejut karna tidak seorang pun terlihat. Hanya ranjang bayi yang bergerak sendiri ke arahku. Aku mencoba membangunkan suamiku. Tetapi suamiku seperti tak bisa mendengarku. Perlahan ranjang bayi itu bergerak mendekat ke arah ku. Aku bangkit dari tempat tidurku. Ku beranikan diri melihat ranjang itu. Dan ternyata ranjang itu kosong. Tak lama udara dingin bertiup di punuk ku. Aku merinding. Aku menoleh dan kudapati sesosok wanita berpakaian putih rambut hitam tergerai sedang menggedong bayi. Aku berteriak kencang. Lalu aku sadar itu hanyalah mimpi. Aku tebangun dan melihat suamiku tertidur pulas. Nafasku masih terengah engah. Kulihat waktu masih menunjukan tengah malam.


Setelah itu aku tak bisa tidur. Aku memikirkan kejadian aneh yang ku impikan. Selama ini aku tidak pernah mengalami hal seperti itu. Mungkinkah ini firasat? Lalu tiba tiba aku mendengar suara tangis bayi. Perlahan aku turun dari ranjangku dengan menahan rasa sakit. Aku mengendap dalam kegelapan keluar dari kamar agar suamiku tidak terbangun. Lalu aku melihat lorong yang sepi. Dan suara tangis bayi itu berasal dari ruang bayi yang tak jauh dari kamarku. Aku berjalan perlahan menyusuri lorong sambil merapatkan tubuhku pada dinding. Di ujung lorong terlihat pintu masuk dan tempat jaga yang kosong tak terlihat suster berjaga disana. Aku pun sampai di ruang bayi. Aku masuk dan mendapati seorang bayi menangis. Bayi itu sendirian diruangan itu. Ia menagis kehausan. Aku pun marah. Memanggil suster. Bagamana bisa bayi itu dibiarkan sendirian dan menangis lama. Dan bayi itu kah anakku?


Sosok itu wanita berbaju putih disudut ruangan yg gelap. Sosok yang sering mucul dalam mimpiku. Dia melihat ku dengan tatapan yang menyeramkan. Aku berusaha mengalihkan pandanganku. Tetapi sosok itu malah mendekat. Di menjulurkan tangannya hendak mengambil anaku. Aku ketakutan setengah mati. Ini bukan mimpi. Aku baru saja bahagia betemu dengan anaku. Lalu aku tatap wajah anak dalam dekapanku. Seolah memberiku kekuatan aku pun berdiri dan membentak sosok itu. Jauhi bayiku!!! Dan sosok itu pun langsung menghilang. Aku bergegas ke arah pintu meninggalkan ruangan itu. Saat tiba-tiba seorang suster muncul.


"Ibu sedang apa disini? " Tanyanya.

__ADS_1


"Aku sedang menyusui bayiku suster" Jawabku


Suster itu mengecek gelang yang kupakai.


"Ini bukan bayi ibu."


Lalu suster itu mengambil anak yang sedang ku dekap. Ia menaruhnya di ranjang. Kemudian mengantar ku ke kamarku. Aku masih bingung. Kemudian aku bertanya pada suster itu.


"Bayi ku dmn suster?"


"Ibu istirahat saja dulu. Besok pagi saya antar bayi ibu. " Jawabnya tersenyum tenang lalu pergi menghilang. Aku yang masih bingung pun semakin bertanya tanya dimana bayiku sebenernya?

__ADS_1


__ADS_2