
Dimana Bayiku?
Part 7
Pov : Mia
"Pak kita putar balik. Antar saya ke tempat kecelakaan tadi." kataku pada pak supir. dia pun melotot kaget.
"Kenapa Bu? Tanya dia penasaran.
"Pokoknya putar balik saja." jawabku memaksa.
"Maaf Bu sudah mau magrib. saya buru-buru, mau mampir ke masjid." katanya gugup menolakku secara halus.
"Saya bilang putar balik!!!" Aku bentak pak supir yang bernyali kecil itu.
Bukti penampakan sosok kunti sudah ditanganku, kemudian sedikit-demi sedikit benang merah pun mulai terungkap. Tempat itu mungkin akan memberikan petunjuk Baru. tetapi pak supir yang penakut ini malah menghalangiku. Membuatku menjadi emosi dan marah. Aku paksa agar dia menuruti kemauanku. akhirnya supir itu pun memutar balik mobilnya.
Mobil pun berhenti tepat dimana aku mengalami kecelakaan. aku langsung turun dari taksi meninggalkan pak supir. kulihat jalanan sepi tertutup banyak pohon. pohon-pohon di sini sudah berumur tua, menjulang tinggi dan sangat rindang. aku ingat di sana, tepat di bawah pohon beringin besar mobil yang kutumpangi terbalik dan hancur.
"Bu,...saya nggak bisa nunggu lama." kata supir taksi keluar menyusul.
"sebentar pak saya ada perlu." kataku padanya.
"Ibu cari apa di sini? di sini sepi bu nggak ada apa-apa. Ayo bu sebentar lagi sudah mau Adzan." katanya terlihat semakin gelisah.
"sebentar pak, saya cari orang yang menabrak mobil saya dulu." kataku, tak mungkin aku mengatakan pada supir penakut itu kalau aku sedang mencari sosok kunti.
"hah?" pekiknya. "Ibu korban kecelakaan di sini?" tanya dia malah ketakutan. "Astagfirullah halazim ya Allah,.."
supir penakut itupun tancap gas meninggalkanku sendiri. Mungkin dia mengira aku hantu karna salah menafsirkan ucapanku.
***
Aku tak mempedulikan supir itu. kulanjutkan rasa penasaranku pada tempat ini. Namun tidak ada seorangpun yang bisa kutanya. Aku kebingungan berdiri di bawah pohon. Kubuka ponsel ku. Pesan masuk dari mas Irgi sudah menumpuk. kuabaikan pesan itu, lalu kutelusuri berita tentang kecelakaan di tempat ini melalui ponsel.
Terjadi 4 kecelakaan dalam kurun waktu 2 tahun di tempat ini. aku korban ke 4. kejadian pertama 2 tahun yang lalu, mobil rombongan anak tk bertabrakan dengan truk dan menewaska 3 orang anak. kejadian kedua 1 tahun lalu, kecelakaan tunggal sepeda motor, korbannya adalah seorang ayah dan anaknya yang berusia 7 tahun . sang ayah selamat namun anaknya tewas di tempat. lalu kejadian ketiga yang membuatku syok. ternyata terjadi hanya 5 hari sebelum kecelakaan yang menimpaku. seorang wanita mengalami kecelakaan tabrak lari. aku dan wanita itu adalah korban kecelakaan yang sama di tahun ini.
Hampir semua korban tewas adalah anak-anak kecuali korban tabrak lari yang merupakan seorang wanita. mungkin kah wanita ini adalah sosok kunti? kecurigaanku semakin kuat, tertulis juga dalam berita yang kubaca, wanita korban kecelakaan itu bernama Yuni. Iya di rawat di RS Bunda Kasih. Rumah sakit yang sama tempat ku dirawat.
__ADS_1
Terjawab sudah siapa sosok kunti, dan mengapa dia muncul di rumah sakit. Tetapi soal mengapa ia mengincar bayi di sana? Aku belum mendapat jawaban. Ku sadari hari sudah gelap. Dan aku sendirian di tempat ini. Teringat anaku Nuno, aku pun berusaha meninggalkan tempat ini. Ketika aku hendak menelpon mas Irgi ponsel ku malah kehabisan baterai. Kucoba memberhentikan mobil yang melintas. Tetapi jalanan ini terlalu sepi dan mobil yang lewat pun melaju cepat.
Sesuatu telihat dari kejauhan. Seorang anak laki-laki kecil berlari ke arahku. Wajahnya tidak begitu jelas karena keadaan yang minim penerangan. Namun aku bisa mendengar suara langkahnya berlari tergesa gesa. Aku sedikit takut. Apakah benar nyata apa yang kulihat? Benarkah itu sosok anak kecil atau.....Anak itu semakin mendekat, ia kelihatan ketakutan seperti dikejar sesuatu. Belum sempat ku mencerna apa yang kulihat, tiba-tiba anak itu sudah berada di depanku lalu ia memegang tanganku.
"Lari .....cepat lari...!!! Katanya dengan wajah pucat.
Aku itu menariku untuk berlari. Langkahku pun terseok-seok.
" Siapa kau? Kenapa kita harus lari nak? " Tanya ku dengan nafas menderu karena anak ini berlari sambil menyeretku dengan cepat.
"Jangan lihat kebelakang. " Katanya padaku.
Aku terus berlari tak berhenti. Sampai tak tahu kemana anak ini membawaku. Jalanan yang kulewati sudah tak beraspal dan kami menembus semak -semak. Rasa penasaran membuat ku ingin menoleh ke belakang. Lalu aku pun menoleh.
"Ya Tuhan!! " Pekik ku.
Aku terkejut dan ketakutan setengah mati. Terlihat sosok menyeramkan mengejar kami. Tubuhnya besar dan berbulu hitam, wajahnya merah dan matanya menyala. Aku jatuh tersungkur karna kakiku menabrak sesuatu. Aku tak memperhatikan langkahku saat menoleh kebelakang.
"Sudah dibilang jangan menoleh." Kata anak misterius itu.
Aku berusaha bangun dan melihat ke depan. Anak itu sudah menghilang. Tangan ku berpegangan pada sebuah batu yang menabrak kakiku. Dan aku terkejut mengetahui batu itu adalah sebuah nisan. Kulihat sekelilingku. Aku kaget. Aku sudah berada di sebuah pemakaman. Aku ketakutan dan tak sanggup untuk berdiri. Aku takut sosok yang mengejarku semakin mendekat.
Tiba tiba suasana senyap. Sosok yang mengejarku tak muncul. Lenyap bersama anak misterius itu. Lalu hawa panas menyeruak dari belakangku. Nafasku sesak dan keringat mengucur deras di seluruh tubuh. Rasanya berat sekali untuk menoleh ke belakang. Tetapi tiba-tiba terdengar suara yang yang tak asing ditelingaku.
"Lihat Mia... " Suara kunti memecahkan keheningan.
Aku menoleh dan ku lihat dia berdiri menunjuk dua pusara yang masih baru. Tanahnya masih basah dan karangan bunga segar menghiasi makam itu. Tertulis namaku dan nama anakku di sana.
"Tidak... !! " Teriakku histeris sambil menangis.
"Mengapa kau mengganggu ku Yuni?? Mengapa ? Kau ingin aku menderita? Kau ingin aku mati hah?? Kau ingin mengambil anakku? Jawab!!" Kataku histeris.
"Bayi ku....aku mau mengambil bayiku.... " Suara arwah Yuni pelan.
"Dia anakku.. Jangan ambil anakku!! " Kataku memohon padanya.
Arwah yuni melayang menembus tubuhku hingga aku terjatuh hampir pingsan. Dia melesat pergi entah kemana. Kulihat nisan bertuliskan namaku lagi. Kemudian alam bawah sadarku berkata ini tidak nyata. Aku masih hidup. Selama aku masih hidup tidak ada yang boleh mengambil anakku.
Aku menyadari Nuno dalam bahaya. Arwah yuni mungkin sekarang mengincar Nuno di rumah. Aku menguatkan diriku. Aku bangkit dan berjalan terhuyung.
__ADS_1
"Aku belum mati Yuni...Kamu tidak bisa mengambil anakku. " Teriakku.
Belum berapa jauh aku berjalan. Aku melihat sosok anak misterius itu lagi. Dia berdiri disebelah makam sambil menangis.
"Aku juga belum mati.... Ayah jangan tinggalkan aku. " Katanya terisak dengan kepala setengah terbuka dan darah mengucur.
Aku ketakutan dan berlari. Ku kumpulkan sisa nafasku untuk berlari mencari jalan keluar. Setelah berputar-putar akhirya aku melihat pintu gerbang. Dan aku berhasil keluar. Aku sudah berada di jalanan. Namun tiba-tiba muncul sebuah mobil ke arahku.
Tiiiiiiinnn
****
Aku nyaris saja kehilangan nyawaku. Mobil itu berhenti nyaris menabrakku. Seseorang keluar dari dalam mobil itu. Syukurlah ternyata itu mas Irgi.
"Mia...!! Katanya berteriak sambil berlari memelukku.
" Mas Irgi.. Aku takut." Kataku menangis dalam pelukanya.
"Aku tahu siapa dia mas, dia mau ambil anak kita. Mas harus percaya. Hari ini aku ke rumah sakit mas. Mas harus lihat apa yang aku dapat di sana." Kataku menjelaskan pada mas Irgi sambil terisak.
"Mas percaya Mia Mas percaya... " Jawab mas irgi sambil mengelus punggungku.
"Dia ingin aku mati mas. Aku lihat makam bertuliskan namaku dan Nuno dipemakaman. Dia ingin aku percaya itu.... "
"Mia.. Kau akan baik-baik saja. Mas akan menjagamu. " Kata mas Irgi menenangkanku. Kulihat mata nya berkaca-kaca menahan kesedihan.
"Mas mohon....Jangan seperti ini lagi! Jangan pergi sendiri! Dan Jangan biarkan mas mencarimu seperti ini!."
Aku digendong ke dalam mobil. Ku lihat wajah mas Irgi yang begitu sedih dan syok karena mengalami trauma. Dia sangat takut kehilanganku sejak kecelakan itu.Namun ia berusaha menutupinya dan menenangkanku. Aku merasa bersalah padanya. Tetapi pikiranku saat ini hanya fokus pada keselematan anakku Nuno. Lalu aku tersadar siapa yang menjaga Nuno?.
"Mas Nuno sama siapa mas? Kenapa kau meninggalkan nya sendiri? Aku sudah menitipkan pada mas. Kenapa mas malah meninggalkannya?." Kataku panik.
"Tenang Mia. Nuno aman di rumah. Ada oma, opa dan tante yang menjaganya."
"Cepat pulang mas. Aku takut Yuni sudah di sana. "
"Siapa Yuni? " Tanya mas Irgi kebingungan.
Mobil pun melaju dengan cepat membawa kami pulang. Ternyata kami sudah dekat dari rumah. Mas Irgi menemukanku berada di pemakan umum dekat rumah yang hanya berjarak 3 km. Yang anehnya letaknya pemakaman umum dengan lokasi kecelakaan hampir 5 km jauhnya. Bagaimana mungkin aku yang awalnya berada disana berpindah jauh sekali. Tak mungkin pula aku berlari sejauh 5 km dalam waktu singkat.
__ADS_1
Bersambung....