Kamu Tau Dimana Bayiku !!!

Kamu Tau Dimana Bayiku !!!
part 11


__ADS_3

Dimana Bayiku?


#fiksi


Part 11


Pov Mia.


Bayi yang terbungkus pocongan kafan itu terjatuh ke tanganku. Kemudian aku memekik keras sekali. Aku lempar bayi itu lalu ia jatuh kelantai.


Bukk.


Tak lama darah segar keluar membasahi kain putihnya. Pocongan kainnya terbuka dan kulihat Nuno bersimbah darah menggeliat kesakitan. Jantungku seakan berhenti. Aku membunuh anaku. Tubuhku lemas seketika.


"Mama ... Mama.... ! Nuno mau sama mama. "


"Nuno nggak mau pisah dengan mama. "


Suara anak kecil tiba tiba menggema di kepalaku. Seakan Nuno yang sedang berbicara padaku dengan mengiba.


"Kau bukan Nuno. " Teriakku.


Aku ingin lari dari bayangan mengerikan ini. Tetapi aku tidak bisa. Nuno yang bersimbah darah semakin terlihat tersiksa meregang nyawa dihadapanku. Aku tak sanggup melihatnya. Aku menangis sejadi-jadinya. Kemudian aku berusaha kabur. Aku menuju pintu keluar dan ketika aku buka suster Marni bediri dihadapanku.


"Ibu Mia sedang apa disini? " Tanya nya kebingungan melihatku.


Aku tak dapat menjawab pertanyaan suster. Aku tidak tahu dia itu benar benar suster marni atau sosok Yuni yang menyerupai. Pikiranku semakin kacau. Aku tak dapat lagi membedakan mana kenyataan atau hayalan. Kemudian aku berlari ketakutan meninggalkan suster Marni.


Suster marni mengejarku dari belakang. Aku terus berlari meninggalkan lorong persalinan menuju pintu keluar. Aku menabrak seorang pasien kemudian semua orang melihatku dengan wajah heran. Tetapi aku terus berlari tanpa mepedulikan mereka. Ketika sampai diluar seseorang menyergapku dan menahan ku.


"Mia... Ini mas. "

__ADS_1


Kemudian aku lihat suamiku sudah ada dibelakangku. Aku bingung melihat mas Irgi.


"Mas Irgi? Benar kah kau mas irgi? " Tanyaku padanya


"Benar Mia, aku suamimu Irgi. Percaya pada mas."


" Bukan. Kau pasti bukan mas Irgi. Mas irgi tidak tahu dimana aku sekarang. Bagaimana mungkin aku tiba tiba berada di rumah sakit."


"Yuni menculikmu. Mas sudah melihat video nya. Mas percaya padamu Mia. Karena itu mas mencarimu di sini. "


"Mas percaya padaku? Bagaimana mas bisa tau aku ada disini? "


"Mas salah Mia. Mas tidak bisa berfikir jernih. Setelah mas bepikir semua yang terjadi padamu bermula di rumah sakit ini. Insting mas mengatakan bahwa kau ada di sini. "


"Syukurlah" Jawabku sambil memeluk mas Irgi. Sekarang aku tahu aku sedang tidak berkhayal sendiri.


"Mas ayo kita cari anak itu. " Kataku teringat apa yang harus segera ku lakukan.


"Mencari Nuno? Aku bisa menjelaskannya pada mu Mia. "


"Kalian mencari anaknya Yuni? "


Tiba -tiba suster Marni sudah berada diantara kami berdua. Ia terlihat kehabisan nafas setelah mengejarku.


"Bayi itu tidak di sini. Kami sudah mengirimnya ke rumah yatim piatu. " Kata suster marni melanjutkan.


"Di mana suster? Berikan alamat rumah yatim piatu itu pada kami! " Kata mas Irgi.


Kemudian suster Marni memberikan alamat itu pada kami. Dan dia pun bertanya padaku mengapa aku bisa tiba tiba berada di ruang bayi. Ia terlihat terkejut, ketakutan sekaligus heran ketika aku menceritakan apa yang terjadi. Kemudian kami berdua meninggalkan suster marni pergi ke Panti Asuhan Amanda. Sebelum aku menaiki mobil suster Marni mengatakan hal aneh padaku.


"Bu Mia yang sabar. Ikhlaskan semua yang terjadi... Jika itu memang kehendak yang diatas. Serahkan semua padanya. "Kata suster marni padaku.

__ADS_1


Mas Irgi membawa mobil dengan kecepatan penuh. Mobil kami melesat dikegelapan malam. Waktu sudah menunjukan pukul 11. Kemudian aku teringat obrolan mas Irgi dengan mantan tunangannya Ziana. Ingin kutanyakan padanya bagaimana bisa mereka kembali berhubungan disaat aku sedang mengalami musibah ini. Tetapi aku urungkan. Kemudian tiba tiba mas Irgi terlihat panik. Sambil berucap.


"Astagfirullah."


"Ada apa mas? " Tanya ku bingung."


"Jangan lihat kebelakang! " Kata mas Irgi melarangku.


Aku lihat mas irgi terus berusaha untuk fokus menyetir meskipun seluruh tubuhnya gemetar dan keringat bercucuran membasahi wajahnya. Aku tak pernah melihat mas Irgi ketakutan. Ia selalu tenang dan bergikiran positif. Aku pun penasaran apa yang dilihat mas Irgi. Kemudian aku menoleh.


Aaaaa......


Aku menjerit dan membuat mas irgi semakin panik. Terlihat Yuni menempel di jendela belakang mobil kami.


"Dia mengikuti kita mas. " Kataku panik.


"Tenang Mia, berusaha lah tenang. Mas juga melihat nya. " Kata mas Irgi padaku. Sekarang mas Irgi juga dapat melihat Yuni. Akhirnya aku tak sendirian.


"Ayo mas cepat. Kita harus segera mencari bayi Yuni. "


"Kalau memang ia mencari anaknya. Mengapa dia mengincarmu Mia?" Tanya mas Irgi padaku sambil berusaha tidak panik.


"Mister Leo memberi kita petunjuk. Ingat? " Jawabku.


"Aku tidak mengerti apa yang dikatakan nya Mia. "


"Kita harus menukar ank kita dengan bayi Yuni mas. Dengan begitu dia tidak akan menganggu kita lagi kataku menjelaskan.


" Dengar Mia... Nuno sudah tidak bersama kita lagi... "


"Maksud mas? "

__ADS_1


Tiba-tiba cahaya silau datang dari arah berlawanan membutakan mata kami. Mas Irgi tidak bisa mengendalikan mobil yang melaju dengan cepat. Kemudian kami terbanting keras ke tepi jalan menabrak pohon. Kami melihat sebuah truk hampir saja menabrak kami. Kemudian mas irgi keluar dari mobil untuk mengecek. Dan anehnya truk itu menghilang. Aku masih di dalam mobil ketika aku menyadari bahwa kami sudah berada di lokasi jalanan angker. Aku ingat pohon besar yang ku tabrak ini. Ini bukan sebuah kebetulan, sesuautu menghentikan kami di sini.


Bersambunh...


__ADS_2