
Dimana Bayiku?
#fiksi
Part 12
Pov : Mia
"Kau tidak apa-apa mia?" Tanya mas Irgi mengkhawatirkanku. Kulihat luka sobek di keningnya mengeluarkan darah. Tangan nya penuh luka terkena pecahan kaca.
"Aku tidak apa-apa mas. " Kataku menahan rasa sakit di kakiku.
"Kau tunggu di sini mas mencari bantuan. " Katanya sambil mengeluarkan ponselnya. Kemudian ia mencoba menghubungi bantuan berkali kali tetapi tak berhasil.
"Sial tidak ada sinyal. " Katanya kesal lalu membanting ponselnya.
Mas irgi kemudian berlari ke pinggir jalan. Menunggu siapapun yang lewat untuk ia mintai bantuan. Aku sendirian di dalam mobil ketika aku teringat dimana Yuni berada. Jantungku berdebar kencang. Kuberanikan untuk melihat ke kaca spion tengah. Dan Yuni sudah tidak ada di belakang mobil. Sekarang aku ketakutan. Yuni bisa saja muncul dimanapun. Aku ingin keluar menyusul mas Irgi. Tetapi aku terkejut melihat sosok mengerikan di depanku.
"Tertangkap hihihihi. "
Sosok arwah anak kecil dengan kepala terbuka itu muncul lagi, ia berjongkok di kap mobil menghadapku sambil tertawa. Aku tak bisa berteriak juga tidak bisa bergerak. Aku berusaha mengeluarkan suara tetapi nafasku seakan tercekik. Sosok anak kecil itu berhenti tertawa kemudian meletakan jari telunjuknya di bibirnya.
"Sssttt"
Katanya seolah menyuruhku diam.
Kemudian dia melirik keatas. Matanya melihat sesuatu yang berada diatasnya. Diatas pohon beringin besar. Aku ketakutan dan masih berusaha berteriak. Aku menoleh ke arah mas Irgi berharap dia menoleh ke arahku dan menyelamatkan ku.
__ADS_1
Tetapi aku malah terkejut ketika medapati Yuni di sana. Dia berdiri di belakang mas Irgi yang sedang fokus melihat ke jalan.
Mas Irgi dalam bahaya. Apa yang akan dilakukan Yuni pada mas Irgi. Ia semakin dekat dan dekat. hanya tinggal beberapa langkah lagi. Aku menoleh karna tak sanggup melihat. Tetapi di depanku masih ada sosok anak kecil itu. Ia masih melirik ke atas kemudian dia menangis ketakutan lalu menunjuk ke arah atas. Tak lama ia menghilang begitu saja.
Tiba tiba saja aku bisa bernafas lega dan bisa mengeluarkan suaraku lagi. Aku berteriak sekeras kerasnya.
"Mas Irgi... "
Kemudian daun berjatuhan dari atas dan pohon pun bergerak gerak di depanku. Aku penasaran apa yang ada di atas. Ku lekatkan wajahku ke kaca depan agar aku dapat melihat ke atas.
Jangtungku berdegup kencang. Aku ketakutakan setengah mati. Kulihat sosok hitam besar dan berbulu merangkak turun dari pohon. Kemudian dia melihatku dengan wajah merah dan mata besar menyala. Itu adalah sosok penunggu yang meminta tumbal. Aku panik dan berusaha melarikan diri. Tetapi pintu mobil terkunci. Aku tidak dapat membukanya.
Aku mencium bau menusuk dari dalam mobil. Ternyata itu adalah bau bensin yang bocor. Tak lama api menyala mulai membakar mobil. Aku berteriak memanggil mas Irgi. Ku lihat mas Irgi sedang berada di tengah jalan. Yuni berada di belakangnya sangat dekat. Sebuah mobil melaju dengan cepat ke arah mas Irgi. Ya tuhan jangan suami ku. Jangan kau ambil juga suamiku. Kataku ketakutan dengan apa yang akan terjadi pada mas Irgi.
Aku histeris dan menutup kedua mataku. Tak sanggup kumelihat semua kengerian ini lagi. Badan ku lemas karena mulai menghirup asap di dalam mobil. Pandanganku pun mulai kabur. Mungkin inilah waktu nya bagiku untuk mati. Mungkin inilah saatnya aku pasrahkan diriku. Aku kehilangan suamiku juga bayiku.
"Mia... Buka matamu... "
Sayup kudengar suara mas Irgi diantara sadar dan ketidaksadaranku. Ku lihat mas Irgi masih hidup . Ia memukul kaca mobil dan berusaha mengeluarkan ku. Tetapi api sudah tampak sangat besar. Tak akan lama lagi mobil pun akan meledak.
"Mia cepat keluar. " Kata mas Irgi teriak panik.
"Ya tuhan.!! " Teriak seorang yang muncul tiba -tiba dibelakang mas irgi.
Ternyata itu adalah mama. Tak lama seluruh keluarga sudah berada di sana.
"Lari mas. Cepat lari. Selamatkan dirimu. Selamatkan anak kita!! " Kataku lirih.
__ADS_1
"Tidak Mia.aku harus menyalamatkan mu. Kau tidak boleh mati." Mas Irgi histeris sambil memukuli kaca dengan tangannya yang terluka.
"Mas aku salah. dia menginginkan nyawaku, Yuni akan mengembalikan Nuno jika aku mati mas. " Kataku mencoba menghentikan suamiku melukai dirinya.
"Tidak Mia. Nuno sudah mati, kau pun tidak boleh pergi menginggalkanku. " Jawabnya sambil berurai air mata.
"Nuno anak kita masih hidup mas. " Kataku.
Tak lama Yuni muncul di antara mereka sambil menggendong Nuno.
"Lihat mas. Yuni membawa anak kita. Jaga dia baik-baik mas. Mama... Tolong terimalah cucu mu. Dan sayangilah dia. Maafkan kesalahan Mia ma.... "
"Cukup Mia, kau tak boleh mengatakan apapun. Kau harus hidup. " Bentak mas Irgi tak ingin mendengarkanku.
Kemudian aku tak bisa mendengarkan apapun. Telingaku seakan tuli. Kulihat api menutupi pandanganku. Lalu aku melihat sosok penunggu itu menembus ke dalam api. Menjemputku untuk dia bawa.
"Ambilah nyawaku. Aku pasrahkan diriku agar kau lihat. Betapa aku mencintai anaku. Aku korbankan apapun demi anaku. Sekarang kembalikan lah dia Yuni. Biarkan anaku hidup. "
Sosok penunggu itu kemudian menariku dengan tangannya yang berbulu. Aku seperti melayang ke atas bersamaan dengan jilatan api yang meledakan mobil.
Mungkin aku sudah mati sekarang.
Aku merasakan sosok itu membawaku ke atas pohon. Kemudian tak lama aku dengar suara tangisan bayi. Aku menoleh mencari suara itu.
"Mama"
Kulihat Nuno memanggilku dalam dekapan Yuni. Yuni melepaskan Nuno dalam dekapanya dan Nuno seakan berlari ke arahku. Ia mengejarku di bawah sementara aku melayang semakin tinggi. Aku meronta berusaha melepaskan diri dari cengkaraman sosok penunggu itu. Kemudian aku terjatuh seakan melayang. Kemudian semuanya menjadi gelap.
__ADS_1
Bersambung part 13 end.....