Kamu Tau Dimana Bayiku !!!

Kamu Tau Dimana Bayiku !!!
part 4


__ADS_3

(Part 4)


Fiksi Pov : Mia


"Mobil nya bau bangkai den. Semalam pas den Irgi baru sampai, langsung tak cuci bersih. Tapi kok ya masih bau ya? " Kata Yanto supir keluarga Mas Irgi.


"Di cuci sekali lagi saja Pak, soalnya nanti siang saya mau ke kantor sebentar. " Kata mas irgi sambil mengecek ponselnya. Dan terkejut melihat aku sudah berada di belakangnya.


"Loh. Mau kemana? " Tanya mas Irgi padaku.


"Aku mau menjemur Nuno sebentar mas, katanya bayi itu harus berjemur biar sehat. " Jawabku. Belum sempat aku melangkahkan kaki keluar pintu mama mertua ku sudah menyahut.


"Tidak usah ke luar Mia, di dalam saja!" Katanya dengan nada tinggi. Mas Irgi yang mendegarnya pun sampai kaget.


"Mia cuma mau jemur Nuno sebentar ma, cuma 5 menit." Jawabku lembut.


"Jemur di belakang saja. " Bentak mama.


Aku pun menurut dan tidak jadi keluar. Perih sekali hatiku diperlakukan seperti itu, dulu sewaktu aku mengandung, aku seperti tahanan rumah. Aku tidak boleh kemana-mana apalagi terlihat tetangga. Tapi Nuno anakku hanya bayi yang tak berdosa. Cukup aku saja yang diperlakukan seperti itu. Jangan anakku. Sekeras itukah hati mama bahkan sampai terhadap cucunya ia tidak iba.


Kemarin malam ketika kami sampai. Mama pun tidak menyambut kami. Adik iparku menghias kamar kami dengan balon dan pernik bayi. Tetapi mama malah memarahinya tanpa sebab. Papa mertuaku pulang larut malam. Namun pagi ini dia menanyakan kabarku, dia mulai bersikap hangat tidak seperti dulu, sangat acuh dan dingin. Sebisa mungkin aku menahan air mata, aku tahu Nuno dapat merasakan kesedihanku. Aku tak ingin dia sedih. Saat seperti inilah aku mulai merasakan betapa perihnya menjadi yatim piatu.


" Ma, Irgi mohon! Kasihanilah Mia ma, kasihanilah kami ma, kami sudah mengalami hal yang mengerikan. Belum cukupkah kami dihukum? "


Sayup terdengar suara perbincangan mas Irgi dan mama dari ruang tengah.


"Kamu tidak paham mana yang terbaik Irgi! " Jawab mama.


"Mama memang paling tahu mana yang terbaik buat Irgi, karena itukah mama masih memaksakan pilihan mama?"


"Irgi!" Bentak mama. "Ziana tidak ada hubungannya dengan semua ini. Apa kamu menyalahkan mamamu? " Kata mama semakin meninggi.


"Memang bukan karna Ziana, juga bukan salah mama, salah Irgi yang tidak pernah memperjuangkan Mia dari awal. Tapi sekarang Irgi tidak akan diam. Irgi tidak akan meninggalkan Mia sendiri lagi. Jadi jangan sakiti Mia lagi! "


Lalu percakapan itu pun berakhir dengan suara bantingan keras pintu kamar. Aku pun tak kuasa menangis. Aku terharu akan sikap mas Irgi. Selama ini aku termakan cemburu tetapi cinta mas Irgi ternyata hanya untuku.

__ADS_1


****


Siang harinya suasana di meja makan menjadi tegang. Mas Irgi dan mama hanya diam menyantap makan siang. Tiba tiba terdengar suara tangis Nuno dari dalam kamar. Aku segara beranjak tapi mas Irgi manahanku.


"Mau kemana? " Dia bertanya.


"Nuno bangun mas, sebentar aku lihat. " Kataku.


"Tidak usah. Kamu selesaikan dulu makanmu!" Kata mas irgi. Kemudian kami berdua sangat terkejut ketika mama berdiri dan berkata.


" Biar mama yang lihat. Mama sudah selesai makan. "


"Tolong ya ma. " Kata mas Irgi pada Mama. Lalu mama berjalan ke kamar kami. Tetapi mas Irgi memanggil nya lagi.


"Ma. Terimakasih. " Kata mas Irgi. Wajah keduanya pun mulai mencair.


Setelah makan siang, mas Irgi berangkat ke kantor setelah lama tak bekerja. Dia mengabarkan kalau akan pulang sedikit larut. Karena banyak pekerjaan yang menumpuk. Malam itu adik iparku menawarkan diri untuk menemaniku di kamar. Tetapi aku menolaknya. Dia sedang sibuk skripsi, aku takut mengganggu nya. Dia sudah cukup baik padaku.


Sekitar pukul 12 malam. Aku belum juga bisa tidur. Aku mengalami nyeri pada payudaraku. Aku pompa asiku keluar agar tidak terlalu bengkak. Lalu ku simpan di botol asi dan kuletakan di meja. Sebentar ku cek Nuno yang masih tertidur nyenyak. Lalu terdengar suara mobil. Aku bergegas ke luar menyambut suamiku. Anehnya ketika kubuka pintu tak nampak mobil mas Irgi. Padahal dengan jelas ku dengar suara mobilnya memasuki halaman. Lalu kututup pintu. Firasat ku tak enak. Takut terjadi sesuatu kuputuskan untuk mengambil ponsel dan menelponnya. Tetapi langkah ku terhenti ketika mendengar suara pintu diketuk.


"Siapa? " Sahutku. "Mas Irgi? "


Tetapi tak ada yang menyahut. Ku buka kembali pintu. Tidak ada siapa-siapa di luar. Lalu aku mencium bau yang tak asing. Seperti bau aneh yang kucium di rumah sakit. Aku bergegas masuk ke dalam dan ku tutup pintu. Lalu berlari menuju kamar. Kudapati pintu kamarku yang tadinya tertutup sudah terbuka. Aku terkejut dan menghentikan langkahku. Jantungku berdegup kencang. Terdengar suara Nuno yang menangis dari dalam, diikuti suara senandung pelan seorang wanita. Ku beranikan diri untuk masuk. Dan kulihat Nuno yang menangis sedang di ayun manja.


"Nangisnya kencang sekali sayang... " Kata mama sambil menggendong Nuno.


Aku terhuyung lemas. Lega karena ternyata tidak terjadi hal seperti yang kubayangkan.


"Maaf ya ma. Jadi membangun kan mama. Mia tadi ke depan sebentar. Mia kira tadi mas Irgi pulang. "


Kataku pada mama. Dan tak lama suara klakson mobil mas Irgi terdengar dari halaman.


"Sebentar ya ma Mia bukakan pintu. " Kataku.


Aku berjalan keluar dan membukakan pintu. Mas Irgi menyambutku dengan senyuman.

__ADS_1


"Maaf mas pulang terlambat. Mobil nya mendadak mati lagi. Sepertinya memang harus dicek ke bengkel. " Kata mas Irgi.


"Iya tak apa mas. Aku ke kamar dulu ya, tidak enak meninggalkan Nuno sama mama. " Kataku


"Loh, bukannya mama menginap di rumah tante Mer? Makanya mas minta Ira menemani kamu." Kata mas Irgi santai sambil melepas jasnya.


Seketika aku terpaku. Mas Irgi melihat ku heran.


"Kamu kenapa sayang? " Tanya nya.


Segera ku berlari ke kamar meninggalkan mas Irgi. Aku berlari seperti orang kerasukan sampai menabrak guci kesayangan mama. Lalu aku lihat sosok itu di sana. Menggendong bayiku sambil tersenyum dingin menatapku. Kemudian aku teriak memanggil mas irgi.


"Mas Tolong. "


"Ada apa mia. " Mas Irgi segera menghampiriku.


Tolong mas, dia mau mengambil anak kita." Kataku menunjuk sosok itu. Tetapi dia sudah menghilang.


"Tenang mia tidak ada siapa siapa disana. "


Katanya sambil menenangkanku. Kemudian mas irgi pergi meninggalkan ku. Ia memanggil pak Yanto untuk mengecek seluruh rumah. Pikir mas Irgi ada seseorang yang menyelinap ke dalam rumah. Aku segera mencari keberadaan Nuno. Dan ternyata Nuno tidak ada di ranjangnya. Ia ikut menghilang bersama sosok itu.


"Nuno! " Aku pun histeris.


"Mas Irgi! " Teriak ku kembali memanggil mas Irgi


" Mas Irgi cepat mas!" Kataku mulai menangis berjalan dengan kaki lemas keluar kamar.


"Mas kamu di mana?" Lirih ku putus asa.


Kemudian dari balik punggungku sosok itu berbisik.


"Aku di sini... "


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2