Kamu Tau Dimana Bayiku !!!

Kamu Tau Dimana Bayiku !!!
part 3


__ADS_3

Di Mana Bayi Ku


Cerita fiksi


Pov: Mia


Setelah bertemu sosok itu di ruang bayi. Aku mengalami demam tinggi. Suamiku bercerita kalau aku terus mengigau sambil berkata "dimana anakku?". Aku tersadar keesokan harinya. Matahari belum terlalu tinggi. Cahaya remang menembus tirai menyinari suamiku yang tertidur di sofa.


Aku melihat ranjang bayi sudah ada di sampingku. Betapa senangnya aku melihat bayiku di sana. Anak lelaki tampan, dengan hidung mancung seperti ayahnya. Segera ku gendong dan ku timang anakku dengan perasaan bahagia.


"Anak Gantengnya bunda sudah di sini. Kamu kemana saja nak? Mama cari cari kamu. "Kataku.


Suamiku terbangun. Lalu melihatku terpaku.


"Mas Irgi lihat anak kita. Ganteng sekali kayak kamu. Kita namai dia Nuno ya mas... Nuno sayang...itu ayah nak, panggil ayah...ayah..sini liat aku. "


Mas Irgi menghampiriku, kemudian dia memelukku dari belakang. Hangat sekali. Lalu terdengar suara dia menangis haru.


"Anak yang aku perjuangkan mas, lihat wajah lucunya, bagaimana bisa aku korbankan dia demi kamu dan keluargamu mas? Lihat wajah lugu tak berdosa anak kita..? " Kataku pada suamiku, mengenang betapa pahitnya perjalananku memperjuangkan Nuno dalam rahimku.


"Aku rela menanggung malu, aku rela menahan perasaanku akan sikap Mama. Tapi aku tidak akan sanggup jika harus kehilangan kamu dan Nuno." Kataku. Tak terasa aku pun mulai menangis.


"Aku sayang kamu Mia. Maaf kan Mas.. Sekali lagi maafkan Mas sudah menyakitimu." Kata Mas Irgi seraya mengecup keningku.


"Aku juga minta maaf mas. Sudah kita jangan menangis. Nanti anak kita sedih lihat ayah bundanya. Lihat mas, Nuno juga punya tanda lahir seperti kamu."


Kami bertiga berpelukan hangat pagi itu. Keluarga kecilku, semoga Tuhan beri keselamatan pada kami. Doaku dalam hati.


*****


Siang hari, Dokter berkunjung. Aku menjalani pemeriksaan. Kemungkinan hari ini aku akan pulang. Aku harus menunggu sampai semua keperluan beres. Ku lihat Mas Irgi sibuk konsultasi dengan dokter. Sehingga dia belum sempat menggendong Nuno.

__ADS_1


"Hari ini kamu boleh pulang, tapi nanti masih harus menjalani beberapa pemeriksaan. Tidak apa apa kan?" Tanya Mas irgi.


"Tidak apa Mas, Aku lebih baik di rumah. Lagi pula, Nuno bisa bertemu dengan Oma, Opa dan tantenya. Pasti mereka senang" Kataku. Sebenarnya selama aku dirawat hanya Ira adik iparku, yang menjenguk. Aku tak berani menanyakan kepada mas Irgi mengapa Oma dan Opa nya Nuno tak datang.


Akhirnya pukul 07.00 malam aku baru meninggalkan Rumah Sakit. Mas Irgi berjalan di sampingku sambil membawa tas. Sedangkan aku menggendong Nuno. Saat melewati ruang bayi aku teringat kejadian malam itu. Aku ingat bayi yang dibiarkan menangis sendirian. Ku dapati bayi yang sempat ku susui itu masih disana. Sendirian. Akupun kesal terhadap para suster yang sama sekali tidak terlihat berjaga.


"Mas aku nggak mau dirawat di sini lagi. Pelayanannya jelek sekali. Masa suster jaga tak pernah kelihatan." gerutuku sambil terus berjalan.


Pelayanan RS ini buruk dan agak sulit mengurus administrasi kepulangan. Aku sempat melihat Mas Irgi berdebat dengan salah satu dokter. Sudah begitu RS ini bau nya aneh. Sepanjang lorong sampai pintu luar aku mencium bau yang aneh. Bau amis yang bercampur wangi bunga yang membuat mual. Tetapi mas Irgi terlihat tak terganggu dengan bau itu.


Aku menunggu di depan pintu masuk. Sementara Mas Irgi mengambil mobil di parkiran.


"Malam bu." Sapa seorang satpam berkumis dengan sopan.


"Malam pak." Jawabku


"Baru mau pulang ya bu? Kok malam, biasanya sore bu?" Tanya nya berusaha berbincang menemaniku.


'"Iya pak tadi dipersulit." Jawabku kesal. "Suster saja sepertinya tidak ada yang mau mengantar saya pulang."


"Saya berdua suami saja kok pak. Itu dia lagi ke parkiran." Jawabku.


Seketika wajah pak satpam itu pucat. Kumisnya bergidik dan tubuhnya gemetar.


"Maaf bu... saya permisi mau ke toilet." Katanya terbata bata.


Dia pun langsung menghilang meninggalkanku. Melihat tingkah anehnya, akupun penasaran. Siapa yang dia lihat di belakangku. Kemudian kulihat pantulan dua bayangan di lantai. Memang ada seseorang di belakangku. Dia tampak berpakaian putih. Lalu aku merasakan hawa panas di belakangku. Saat aku hendak menoleh. Mas Irgi datang membunyikan klakson. Akupun langsung menghampirinya tanpa menoleh lagi. Ketika aku sudah di dalam mobil. Kulihat pintu depan sudah sepi, tidak ada seorangpun di sana.


"Ayo mas jalan." Kataku.


"Oke." Jawabnya

__ADS_1


Kemudian saat hendak menginjak gas. Mesin mobil malah mati.


"Loh kenapa ya?" Mas Irgi tampak keheranan.


Mas Irgi berusaha menghidupkan mesin kembali. Tetapi malah pintu kursi tengah yang bergeser terbuka sendiri.


" Waduh sepertinya ada yang korslet. Mungkin karena lama tak dihidupkan." Kata Mas Irgi. Suamiku memang selalu berpikiran positif. Tetapi aku sudah merasakan hal yang aneh sejak tadi.


Suamiku menutup kembali pintu yang terbuka otomatis itu. Lalu dia turun untuk mengecek sebentar.


Aku sendirian di dalam mobil. Takut Nuno kepanasan aku pun hendak membuka sedikit selimut bayi yang menutupinya. Tetapi aku terperanjat kaget. Bayiku menghilang. Nuno yang sejak tadi ku dekap secara tiba tiba berubah menjadi guling kecil. Aku pun berteriak panik.


"Mas Irgi!!" Teriakku sambil menoleh ke arah belakang. Mencari keberadaan Mas Irgi. Ku panggil dia berkali kali tetapi sepertinya suaraku tidak keluar dan terperangkap dalam mobil. Lalu tiba tiba


Mobil terkunci dan terbuka secara otomatis. Aku ketakutan dan memejamkan mata. Terdengar suara wanita berbisik menyeramkan ditelingaku


"Mau kemana? "


Aku sontak menjerit... Ku buka mata dan Mas Irgi sudah di sampingku panik.


"Kamu kenapa Mia? " Tanya nya.


"Mas Anak kita... "


Aku terdiam syok saat ku dapati Nuno sudah dipangkuanku lagi. Aku segera mendekapnya. Mas Irgi melihat ku kebingungan.


"Mas ayo pulang." Kataku.


"Oke. Mas coba hidupkan lagi ya." Katanya menenangkanku.


Aku pun berdoa dan Mas Irgi ikut berdoa. Lalu mesin pun menyala. Kami berdua segera meninggalkan RS.

__ADS_1


Bersambung.


(Halo salam kenal semuanya. Cerita yang saya tulis hanya fiksi dan sedikit drama misteri. Mohon maaf karena masih banyak belajar. Terimakasih yang sudah membaca semoga terhibur. 🙏)


__ADS_2