Karma Peninggalan Mama

Karma Peninggalan Mama
Cinta Bersemi Kembali


__ADS_3

Sebulan sudah mereka berbaikan. Tak ada lagi penghalang diantara mereka. Mungkin Sheila sesekali masih menggentayangi hubungan mereka berdua dengan mengancam Karen disana, namun sama seperti biasanya, Karen sama sekali tidak menanggapinya.


Hingga suatu ketika, dia menjebak Karen agar dirinya dikeluarkan dari universitas karena telah menganiayanya, menganiaya Sheila yang merupakan salah satu dari sekian banyaknya orang yang berjasa di perguruan tinggi itu. Dia adalah keponakan kesayangan dari pak rektor juga anak dari salah satu CEO yang cukup terkenal di negaranya.


"Kau selalu mengacuhkanku. Namun, tidak kali ini. Aku akan membuatmu dikeluarkan dari sekolah ini!" Ancam Sheila.


"Oh, silahkan saja," balas Karen santai.


Sheila menarik Karen dengan paksa dan membuatnya menuju ke kamar mandi dengan beberapa teman gengnya.


Sheila mengedipkan matanya dan rekannya pun diam-diam mengambil videonya. Karen yang mengerti hal tersebut memang disengaja pun menuruti keinginannya.


Kau pikir dengan mudahnya kau bisa mengeluarkanku? Tidak! Walau aku masuk ke perguruan tinggi ini tanpa koneksi papa, namun percaya atau tidak, bahkan paman bodoh kesayanganmu itu tetap akan kalah melawannya~Batin Karen sambil menyeringai.


Karen mensedekapkan kedua tangannya. Raut wajahnya pun berubah menjadi acuh dan dingin, bahkan Sheila pun tidak berani langsung menatapnya.


Sial! Mengapa raut wajahnya dan ekspresinya mirip dengan tuan besar dan tuan muda William? Jangan-jangan...


Ahh tidak mungkin. Bagaimana si jelek yang dandanannya miskin begini adalah keturunan keluarga William? Sudahlah, mungkin aku yang berpikir terlalu banyak~Batinnya dalam hati.


"Sudah? Cepat katakan. Kelas akan segera dimulai," ucap Karen dingin.


"Kau! Dasar cewek ga tau diri! Menjauhlah dari Andrewku!" Bentak Sheila.


"Kata-kata itu lagi? Apa kau tidak bosan mengulangnya? Aku sudah sangat jenuh mendengarnya. Jika tidak ada hal lain lagi, jangan menggangguku. Buang waktuku saj," ucap Karen santai.


Karen membalikkan badannya dan Sheila menangkapnya.


"Mau kemana kamu? Lihat ini!" Ancam Sheila.


Sheila memanggil beberapa rekannya dan mengepung Karen disana. Awalnya, karen tidak memberontak dan menamati gerak gerik mereka.


Mereka ingin membuat Andrew salah paham dan berpikir aku adalah wanita murahan? Mereka mau menyebarkan foto dan videoku tanpa busana? Kejam! ~Batin karen.


Karen telah muak dengan segalanya. Sebelum mereka menuntaskan perbuatan mereka, Karen dengan buru-buru menangkap mereka dan menghajar mereka hingga babak belur.


"Kau pikir aku wanita lemah? Kau salah!" Seru Karen.

__ADS_1


Karen memegang tangan sebelah Sheila dan membiarkan yang satunya lagi. Dia memepetkannya ke lantai serta menginjaknya dengan keras.


"Sa-sakit! Lepaskan aku! Percaya atau tidak, aku akan membuatmu dikeluarkan!" Ancamnya untuk kesekian kalinya.


"Kau pikir aku takut? Bahkan, perlakuanmu yang mau menanggalkan pakaianku pun sudah cukup aku gunakan sebagai bukti penyiksaan ke pihak berwajib," ucap Karen.


"Hahaha naif!" Sheila tertawa seperti orang gila.


KRAKKK


Karen menginjak kepalanya semakin keras hingga beberapa bunyi tulang retak pun terdengar disana.


"Laporkan itu semua kepada paman bodoh kesayanganmu itu. Kita lihat siapa yang akan keluar dari universitas ini. Kau dan pamanmu, atau aku." Karen melepaskan Sheila dan membasuh tangannya sebelum dia pergi meninggalkan mereka disana.


"KAREN! KURANG AJAR KAMU!" Pekik Sheila.


"Lihat saja, aku akan membuatmu mengerti bagaimana perbedaan antara orang miskin dan orang kaya," gumam Sheila.


...*...*...


Clarissa nampak telah mulai mahir dan aktif dalam organisasi basket yang ia ikuti selama beberapa hari ini. Tumbuh cinta sudah diantara mereka, Clarissa dan ketua tim basket yang terkenal playboy itu. Namun, mereka berdua belum berpacaran,karena ketua tim masih memiliki seorang pacar yang telah bersamanya sejak awal masuk SMP lalu. Walau mereka beda sekolah sekarang, namun mereka masih bertahan hingga sekarang. Tentu saja, sudah berulang kali wanita itu diselingkuhi oleh El tanpa sepengetahuannya,namun El masih tetap mempertahankannya,karena dia adalah cinta pertamanya.


"Sa, kamu free hari ini? Setelah latihan basket?" Tanya Daniel


"Ada sih kak. Mau kemana emang?" Jawab Clarissa.


"Aku mau mengajakmu nonton malam ini. Mau ya?" Pinta Daniel dengan matanya yang membulat.


"Bagaimana dengan kak Nata?" Tanya Clarissa.


"Natasya mah urusan gampang. Dia mah ga bakalan tau. Biasanya kalau akhir pekan gini, dia suka keluar sama teman-temannya shopping atau healing di mall dekat rumahnya. Kita nanti pergi ke mall dekat rumah kamu saja. Kan jarak mall itu ke rumah kak Nata jauh? Ga mungkin dia dibolehin kesini," jawab Daniel membujuknya.


"Baiklah. Tapi, hanya sekadar nonton lho ya habis itu balik," ucap Clarissa.


"Ok deh," jawabnya sambil menutup percakapan.


Keesokan harinya...

__ADS_1


Clarissa mengenakan baju paling cantik miliknya. Ia terlihay begitu elegant dan tidak norak, tentu saja akibat dari pergaulannya bersama Karen dan yang lainnya. Clarissa terlihat sangat gembira, akhirnya dia dapat memiliki kakak seniornya walau tidak sepenuhnya. Dia tidak mau mengambil pria itu sepenuhnya sebelum pria itu putus dari pacarnya.


Drttt drttt...


Suara telepon masuk ke dalam ponsel milik Clarissa. Terpampang nama Kak Niel disana. Dia sesegera mungkin mengangkatnya.


"Halo, Sa," sapa Daniel di ujung telepon.


"Halo kak. Ada apa?" Tanya Clarissa.


"Sa, sepertinya kita ga jadi deh..." ucapnya terhenti.


"Kenapa?"


"Motor aku mogok. Pakai mobil kamu aja ya?" Ucap Daniel beralasan.


"Okay. Aku jemput kamu dimana?" Tanya Clarissa.


"Di rumah aku aja. Sepi disini," jawab Daniel.


Akibat rasa cinta yang berlebihan, Clarissa mengiyakan ucapannya tanpa berpikir panjang. Dia menuju rumah Daniel dan menunggunya disana. Dia mengklakson beberapa kali, namun tak ada respon darinya. Hingga seorang pria tampan muncul tiba-tiba dari belakang.


"Boom!"


Daniel mengejutkannya.


"Kak El, kaget tau," ucap Clarissa sambil memegangi dadanya.


"Haha. Maaf. Kamu lucu pas kaget. Mau aku yang nyetir atau..." tanya Daniel.


"Kakak aja yang nyetir. Aku mau lihat pemandangan," jawab Clarissa masih dalam mode marah.


Cupp..


Sebuah kecupan mendarat di bibir merah merekah milik Clarissa. Daniel menjilatinya. Ada rasa strawberry dengan aroma wangi yang khas, membuatnya ingin melakukan hal buruk pada Clarissa. Namun, dia mengurungkan niatnya.


Tidak. Aku tidak boleh gegabah. Aku mau mendapatkan segalanya secara perlahan~Batin Daniel.

__ADS_1


__ADS_2