Kasian Bersatu

Kasian Bersatu
#1. Pacaran??


__ADS_3

...****************...


[Sydney, Australia]


Di malam hari, di sebuah rumah mewah nan megah, seorang gadis cantik sedang belajar di kamarnya. Gadis itu bernama Naiva, berusia 16 tahun. Naiva memiliki segalanya, harta, pandai dalam akademik maupun non-akademik, paras yang cantik, serta tentunya rumah yang mewah. Meski begitu Naiva bukanlah orang yang sombong seperti kebanyakan anak orang kaya lainnya.


Naiva yang hendak ke dapur mengambil camilan, tak sengaja mendengar ibunya dan ayahnya bertengkar di ruang baca.


.


.


.


"Jangan! Naiva masih kecil! " tegur sang Ayah


"Apa salahnya? Naiva sudah remaja, dia berhak buat pacaran. " bela sang Ibu


"Hah.. kamu yang benar aja. Anak remaja sekarang belum pantas pacaran " ujar Ayah.


"KENAPA?!! " Ibu masih bersikeras membujuk.


"Hei, zaman sekarang anak-anak lebih berani mencoba! Kamu mau? Anak kita satu-satunya hamil muda? "


"Y-ya gamau lah.."


Akan tetapi, Ibu terus membujuk suaminya agar mengizinkan Naiva untuk pacaran. Hal ini dikarenakan ibunya merasa bahwa Naiva terlalu polosan, berdiam diri di rumah tanpa teman.


"Oke, tapi ada Syaratnya. "


"Baik! Apa syaratnya? "


"Jika laki-laki itu bisa melewati ku, maka akan ku izinkan!"


"ITU TERLALU BERLEBIHAN!! KAU MAU ADU TINJU DENGANNYA?!! "


"Iya."


"Bodoh! Bisa mati anak orang!"

__ADS_1


"KALO GITU GAK USAH PACARAN!" πŸ’’


"Ck."


Karena kesal, Naiva akhirnya masuk tanpa mengetuk pintu.


"Kenapa sih? kalo soal cowo aku bisa cari sendiri. "


"Tuh dengar! Gak perlu adu tonjok juga!"


"Naiva? kok kamu gak ketika pintu dulu? " tanya sang ayah.


"Lagian ayah sama ibu bertengkar terus, gimana mau denger aku ketika pintu? "


"I-iya sih.. "


"Udahlah yah, izinin aja! Lagian Naiva pinter kok nyari pacar. " bela ibu.


"𝘠𝘒𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘒𝘫𝘒, 𝘒𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘳π˜ͺ𝘢𝘴𝘒𝘯 π˜₯π˜ͺ𝘴𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘯𝘺𝘒𝘳π˜ͺ 𝘱𝘒𝘀𝘒𝘳 𝘯π˜ͺ𝘩? " batin Naiva dengan ekspresi tertekan.


"Ck. Ya udah! ya udah!"


Setelahnya, Naiva kembali ke kamarnya. Karena bujukan sangat ibu untuk mendorong Naiva memiliki pacar--membuat Naiva tertekan dan kehilangan selera makan. Ia pun menyudahi belajarnya dan pergi tidur.


.


.


*Ting!


/notif pesan/


(Naiva membuka HP nya.)


"π™»πš’πšŠπš πšŽπš‘! πšœπš’ π™Ήπš˜πš‘πš— πšœπšŽπš•πš’πš—πšπš”πšžπš‘! "


Di grup chat, salah satu temannya mengirim foto. John sendiri adalah orang yang menyukai Naiva dulu, tapi karena sifat John yang playboy membuat Naiva risih dan menjauhinya.


Naiva pernah dekat dengan beberapa laki-laki selain John. Ada satu laki-laki kenalannya yang memiliki sifat sama seperti John, tapi sekarang laki-laki itu sudah pindah sekolah ke Indonesia.

__ADS_1


Naiva sebentar lagi juga akan dipindahkan, karena tugas sang ayah. Mungkin hal inilah yang mendorong yang ibu untuk berekspektasi bahwa Naiva akan dapat memiliki pacar.


"Hah.. emang apa enaknya pacaran? " gumam Naiva sembari berbaring di kasurnya.


Naiva termenung dengan perkataan sang ibu. Dahulu ibunya sering bercerita tentang bahagianya ia berpacaran dengan ayah Naiva. Menurut Naiva mereka adalah pasangan yang serasi.


.


.


.


.


[Bandara]


2 minggu kemudian, Naiva akhirnya berangkat dari Australia menuju Indonesia, tepatnya di Jakarta. Dengan perasaan masih mengantuk dan terus menguap sembari menunggu pesawat lepas landas, Naiva mencoba mencari posisi yang pas untuk tidur. Di samping Naiva, sang ibu duduk sembari membaca majalah, dan di sampingnya lagi ada sang ayah yang sudah tertidur.


Naiva kembali termenung dan melamun karena belum sempat sarapan, ia bahkan tak sempat membeli roti yang ia mau karena ketiduran di mobil.


"Nih, makan aja roti yang ini. "


"Gak enak, gak suka rasa kiwi. "


"Daripada kamu kelaperan! " bentak ibu


"Enakan tiramisu tau! Udah, aku mau tidur aja! " Naiva memakai penutup mata dan memutuskan untuk tidur sampai makan siang dihidangkan.


"Huh.. dasar anak egois. "


"Ibu aja yang egois.. " gumam Naiva.


"Apa?!!! "


...****************...


Quotes :


β€œLebih baik diam daripada harus meladeni seorang pembohong” -Naiva Yuta Girvalatya

__ADS_1


__ADS_2