Kasian Bersatu

Kasian Bersatu
#13. Top Three Klub (2)


__ADS_3

...****************...


Di tengah-tengah pesta mabukan, Lian menyadari kalau Naiva merasa risih berada di tempat itu, sehingga Lian mengajak Naiva untuk mencari udara segar di luar.


"Aku pikir kamu anak baik-baik.. " ucap Naiva dengan nada berat.


"Hm? Oh.. ya, semua orang bilang aku buruk karena berpacaran dengan Reza. "


"Bukan itu maksudnya. Aku tidak habis pikir kamu bisa bertahan di tempat berbau alkohol ataupun rokok. "


"Aku sudah terbiasa kok. " ucap Lian sembari tersenyum tipis.


"Uh. "


"Meski begitu terkadang Reza melarang ku untuk melakukannya, dia bilang โ€œbiar aku saja yang begini, kamu jangan ikut-ikutanโ€, gitu. "


"๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜“๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜‹๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜“๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? "


"Kak Surya moodnya lagi baik, mungkin. Habisnya dia kan habis menang kemarin. "


"Oh.. iya.. " saut Naiva dengan nada ragu.


Di saat yang bersamaan, Naiva menyadari kedatangan seorang gadis dengan memakai celana jeans dan juga kaos polos serta topi berwarna putih, datang menghampiri mereka. Gadis itu terlihat seperti anak kelas 3 SMA, tapi bukan dari SMA Bintang Harapan.


"Permisi.. apa Surya ada disini? " tanya gadis itu dengan nada lembut dan ekspresi yang nampak khawatir.


"Kak Surya? Iya, dia ada disini. "


"Uh! Apa aku boleh menemuinya? " *panik


"O-oh.. bo-boleh kok.. "


"Terimakasih banyak. "


Nada bicaranya begitu lembut dan polos. Naiva merasa seperti mengenakan suaranya yang begitu familiar di kepalanya.


Di dalam, gadis itu langsung memanggil nama Surya dengan ragu.


"Surya-."


"Ng? " Surya menoleh ke arah gadis itu.


"Loh? bukannya itu kamu, Meta? "


Gadis itu membuka topinya.


"Uh! "


Akhirnya Naiva menyadari sosok familiar itu, ia adalah Meta Kiaradiva, aktor muda yang viral di medsos karena dianggap tak percaya diri saat tampil. Meski baru berusia 17 tahun, tapi bakatnya dalam bidang entertainment memang patut dipuji. Sayangnya, sifatnya yang kurang percaya diri dan pemalu membuatnya terlihat aneh saat tampil.


Surya membuang muka dan menghidupkan rokoknya.


"Surya, aku-. "


"Berisik ah pergi sana. " tegas Surya.


"Uh! "


"Ngapain kamu kesini? Mau caper? "


"Enggak, aku-. "


"Kak Surya. " Lian menyela dengan nada tegas.


"Ck. "

__ADS_1


"Aku mau minta maaf.. soal yang waktu ini di stadion. Kalau sejak awal aku gak dateng mungkin semua komentar itu gak tertuju ke kamu. Makanya.. aku.. keluar dari audisi. "


*Plak!


"Uh! " semuanya syok dengan Surya yang mendadak menampar Meta.


"Lo tau yang lebih g*bl*k dari Zacky? Itu tingkah laku lo yang buat gua muak! " Surya menginjak rokoknya dan berjalan menuju pintu keluar.


"Makanya.. karena otakku tidak bisa berfikir jernih, aku keluar dari audisi. " ucap Meta dengan nada terisak.


"Bodo amat. " ucap Surga dengan nada acuh yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


"Oi! Surya! " teriak Kenzo yang pergi menyusul Surya keluar.


Meta Kiaradiva, pada awalnya ia adalah salah satu peserta audisi dalam seri drama baru yang sakno tayang di bioskop. Tapi kedatangannya ke stadion saat kompetisi bela diri tingkat Nasional di Jakarta, membuat sejumlah masalah datang.


Sikap Meta yang terlihat gugup dan tak percaya diri, membuat warganet mengirim banyak respon negatif melalui media sosial.


"๐™ผ๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š™๐šŠ ๐šŠ๐š—๐šŠ๐š” ๐šœ๐šŽ๐š™๐šŽ๐š›๐š๐š’ ๐š’๐š๐šž ๐š–๐šŠ๐šœ๐š’๐š‘ ๐š’๐š”๐šž๐š ๐šŠ๐šž๐š๐š’๐šœ๐š’? "


"๐™บ๐šŽ๐š—๐šŠ๐š™๐šŠ ๐š๐š’๐šŠ ๐š–๐šŠ๐šœ๐š’๐š‘ ๐š๐š’๐šœ๐š’๐š—๐š’? "


"๐™บ๐šž๐š™๐š’๐š”๐š’๐š› ๐š๐š’๐šŠ ๐š๐šŽ๐š›๐š•๐šŠ๐š•๐šž ๐š‹๐šž๐š›๐šž๐š” ๐šž๐š—๐š๐šž๐š” ๐š–๐šŽ๐š–๐šŽ๐š›๐šŠ๐š—๐š”๐šŠ๐š— ๐š๐š˜๐š”๐š˜๐š‘ ๐šž๐š๐šŠ๐š–๐šŠ. "


Beberapa komentar dan tag mengarahkan langsung pada akun media sosial Meta. Buruknya, pihak entertainment tak membantu apapun, mereka tak membela Meta dan hanya diam saja.


Kedatangan Meta ke stadion saat itu, membuat media massa menyorotinya meski sudah mengenakan masker dan topi. Meta yang saat itu ingin menyapa Surya saat kemenangan Surya, tanpa sengaja mendorong salah satu fans Surya. Meski ia sudah meminta maaf, tapi orang-orang lebih sering mengomentari kesalahan orang lain dibandingkan kebaikannya. Hal itu juga membuat berita tentang Surya..


"๐™ฐ๐š™๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š›๐šŽ๐š”๐šŠ ๐š™๐šž๐š—๐šข๐šŠ ๐š‘๐šž๐š‹๐šž๐š—๐š๐šŠ๐š—? "


Berbagai komentar negatif menyerang akun sosial Meta, bahkan ada yang men-tag Surya.


.


.


.


"Hidupnya Meta sungguh rumit ya~ "


"Hm? "


"Orang kayak dia memang sering jadi bahan hinaan, kalau aja Meta bisa lebih percaya diri mungkin dia bisa jadi aktor papan atas. " ucap Lian dengan nada sedikit kecewa.


"Lian, kamu kenal dekat dengannya? "


"Hm? Habisnya circle Reza itu luas. "


"Kenapa kamu tau segala hal tentang anak-anak yang selalu dapat masalah di sekolah? "


"Uh! Naiva kamu ngomong apa sih? " ucap Lian sembari tertawa kecil.


"Haha.. lupain aja, pulang yuk. " ajak Naiva.


"Sebentar, aku panggil Reza dulu. " Lian masuk ke dalam untuk memanggil Reza, sementara Naiva merenung di luar.


"๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜“๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜™๐˜ฆ๐˜ป๐˜ข? ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜“๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข? " batin Naiva.


.


.


.


[Rumah Keluarga Girvalatya]

__ADS_1


"Bu, Naiva bilang kemana ya? " tanya pak Yuda yang baru saja turun dari tangga.


"Oh, tadi Naiva bilang mau keluar dengan sahabatnya. " saut bu Alna yang sedang mencuci piring.


"Ini udah mau malem lho, kok Naiva belum pulang? " tanya pak Yuda dengan nada khawatir.


"Iya sih.. Naiva gak pernah keluar jam segini. "


"Kamu tau Naiva keluar sama siapa? "


"Kurang tau sih, Naiva gak pernah cerita soal temen-temennya. "


"Haish.. udah telpon Naiva? "


"Belum. "


"Telpon sekarang, suruh dia buat pulang. "


.


.


*DING *DONG


/bel rumah/


Pak Yuda bergegas membuka pintu. Dan benar saja, Naiva dan Lian berdiri di depan pintu.


"Naiva? "


"Ayah.. maaf Naiva baru pulang. "


"Selamat malam om. " ucap Lian sembari membungkukkan badannya.


"Malam.. "


"Makasih ya udah nganterin. "


"Sama-sama. " /senyum.


Pak Yuda terus memandangi Lian, seolah-olah curiga dengan Lian. Naiva yang menyadarinya segera mengubah situasi.


"Sampai ketemu besok ya. "


"Iya. Daa.. "


Naiva menutup pintu. Setelahnya, ayahnya bertanya soal Lian. Tentunya Naiva tak tau banyak soal Lian, entah itu keluarga, atau latar belakang lainnya.


"Jangan terlalu deket sama dia. " ucap pak Yuda.


"H-ha? Ayah.. kok mendadak? Gak lucu-. "


"Yang bilang lucu siapa? Ayah serius, pacarnya itu dari keluarga Wijaya kan? "


"Yah, tapi Reza gak-. "


"Naiva! Ayah tau tentang anak itu. Udah deh, kamu nurut aja. Kamu boleh temenan, tapi jangan ikut-ikutan pergaulan mereka, sampai pulang malem-malem gini. Kamu mau balik ke Australia? Atau ayah sekolahin aja kamu di Amerika? "


Naiva mulai kesal karena ayahnya yang asal melarang tanpa memberikan alasan yang jelas.


"Terserah. " ucap Naiva dengan nada kesal. Naiva segera pergi dari hadapan ayahnya, sebelum--harus mendengar ocehan dari ayahnya lagi.


Naiva berfikir kalau ayahnya begitu karena ia pulang larut malam. Sementara bu Alna berusaha menenangkan suaminya.


...****************...

__ADS_1


Quotes :


โ€œJangan memandang kebaikan sebagai harapan, tapi berusahalah untuk memandangnya sebagai manfaat. โ€ -Meta Kiaradiva


__ADS_2