
...****************...
*BRAG!
/memukul meja/
"Anjing copot! " (*Lian_-)
"Maksud kamu siapa?! " tanya Naiva sembari mendekatkan wajahnya pada Lian.
"Y-ya.. " 凸
Lian menceritakan segala hal yang ia lihat dari Naiva. Mereka melakukan pembicaraan empat mata di dekat tangga.
"Ini kan? cowok yang kamu bilang. " ucap Lian sembari menunjukkan sebuah foto lelaki, yang ternyata adalah laki-laki yang Naiva lihat di jendela waktu ini.
"Kamu tau darimana?! "
"Habis kami satu klub. Dia juga cerita sama geng-nya dia di klub kalau belakangan ada anak pindahan baru yang ngeliatin dia terus. "
"TERUS KAMU PIKIR ITU AKU, GITU?!! "
"Ya maaf.. aku kan gak tau. "
"Terus, tu cewek siapa? "
"Ha? " (@・д・@)?
"JANGAN SALAH PAHAM! " 💢
"Kalau itu sih aku kurang tau, kayaknya sih anak kelas satu. "
"Ha? "
"Kamu bukannya bilang mau ketemu Diana? Kenapa gak nanya ke dia aja? Dia kan OSIS, pasti tau soal anak baru. "
"Aku gak enakan nanya ke dia. "
"Oh~ jadi kamu sekarang mau aku bantuin kamu? "
"Ha? Apaan sih?!! "
"Udah.. udah.. jujur aja~ Aku bisa kok bantuin kamu. Tapi ya ada syaratnya. "
"Ha? Apaan? "
Lian mendekatkan dirinya ke telinga Naiva.
"Jangan kasih tau kalau aku tinggal bareng Reza. " bisik Lian.
"Ha? HA?!!! KAMU-! "
"Shh!! "
Lian menarik Naiva menuju halaman belakang sekolah yang lebih sepi.
....
"Kalau kamu janji, aku janji juga. Terutama sama Liana, Rena, aku gak mau mereka tau, kamu juga gak mau mereka tau kan? "
"Lian, sejak kapan kamu pinter ngancem? Tch. Pasti Reza bawa pengaruh buruk ke kamu. " *memalingkan wajah
"Mana ada! " 💢
Naiva dan Lian membuat sebuah kesepakatan dan rahasia. Naiva akan merahasiakan tentang masalah Lian dan Lian akan merahasiakan sekaligus membantu Naiva lebih dekat dengan Danny.
"STOP! STOP! Gak! gak! "
"Kenapa? "
"Jangan! Kalau dia udah punya gimana?! "
"Kak Danny gak mungkin punya. "
"Kok kamu tau?!! "
"Dia gak bisa diajak ngomong. Kerjaannya cuma bangun-tidur pas kegiatan klub. Kalau ngomong kadang singkat-singkat, apalagi kalau di di chat, hah.. setengah abad baru dibales. " oceh Lian.
"Terus aku harus gimana?!! "
"Serahin aja sama aku. Dijamin lancar deh~ "
"Ck. Ya udah.. "
__ADS_1
Meski Naiva tampak ragu, tapi demi laki-laki yang ia sukai ia rela menjadi pembohong.
"𝘗𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘤𝘢𝘳 𝘪𝘵𝘶 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭 𝘴𝘪𝘩? " 💢💢 batin Naiva.
Naiva overthinking selama pelajaran. Lalu di jam pelajaran berikutnya, karena guru-guru akan rapat untuk persiapan lomba akhirnya jam diisi dengan belajar mandiri.
Reza dan kawan-kawannya datang ke kelas untuk sekedar nongkrong di kelas. Karena kelas 2 - A juga banyak yang ikut dalam geng Reza.
"KALIAN NGAPAIN?!! " bentak Liana.
"Suka-suka kita lah, kok ngatur? "
Hendra, sahabat dekat Reza. Ia anak yang pandai dalam bidang akademik dan menekuni olahraga basket, bersama Reza.
"Minggir, aku mau duduk sebelah Lian. " ucap Reza.
"I-iya.. " ucap seorang siswi yang kemudian pergi ke tempat duduk lain.
Reza kemudian duduk di sebelah Lian tanpa merasa bersalah.
"Lagi apa? "
"Buat-. "
"Lagi apa lagi apa! Jangan sok romantis disini! "
"Yang jomblo diem aja. " ejek Reza sembari bersandar di pundak Lian.
"APA?!! " 💢
"Liana.. biarin aja.. " ucap Rena yang berusaha menenangkan Liana.
"Semua kelas kosong? " tanya Naiva.
"Kayaknya sih gitu. " ucap Rena.
Sementara itu teman-teman Reza sibuk mengotak-atik kelas. Mereka juga berbicara dengan murid lainnya.
"𝘎𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘪 𝘈𝘶𝘴𝘵𝘳𝘢𝘭𝘪𝘢.. " 凸 batin Naiva.
"Aku mau tidur ah~ "
"Kalau misalnya ada guru tiba-tiba dateng gimana? "
"𝘕𝘈𝘑𝘐𝘚! " (*Liana, Rena, Naiva)
Tingkah Reza yang diluar prediksi membuat siapapun merasa kalau dia orang yang aneh. Tapi itu adalah bentuk ungkapan kasih sayang dari Reza.
.
.
.
*KRINGG!
/bel pulang/
"Rez, tas mu. " ucap Hendra sembari melempar tas Reza.
"Makasih. " *menangkap tas.
"Lian-." (*Liana)
"Lian pulang yuk~ "
*Liana merasa diabaikan.
(Perasaan Liana saat ada Reza : Jengkel, kesal, benci, ingin memukul)
"Maaf, aku pulang duluan. Da-. "
"Pulang aja sana! "
凸凸
Liana pergi keluar kelas di susul oleh Rena.
"Duluan ya, daa.. " ucap Naiva.
"Hati-hati ya. "
Sampai di depan gerbang, sembari menunggu jemputan, Naiva berjalan menuju sisi lain gerbang. Di sanalah, secara tak sengaja ia bertemu..
__ADS_1
*bug!
/tabrakan/
"Maaf..! Maaf! "
Naiva tak sengaja menabrak sekelompok laki-laki yang merupakan tim atletik.
"Liat-liat dong kalo jalan. " bentak salah satu lelaki.
"Maaf.. "
"Udahlah. " *memegang bahu.
"Ini punyamu? " tanya laki-laki satunya.
"Uh?! "
Tanpa sengaja, ponsel yang Naiva pegang terjatuh--dan diambil oleh seorang lelaki yang Naiva lihat dari jendela.
"I-iya.. makasih.. "
"Dan, ayo buruan. "
"Iya! "
Tangan Naiva gemetar, pipinya memerah, jantungnya berdegup sangat kencang seolah-olah ingin meledak. Naiva benar-benar merasakan yang namanya jatuh cinta!
Malamnya, mereka chattingan lewat ponsel. Reza menemani Lian di rumah karena mama dan papa Lian sedang di luar kota sampai besok. Terbukti saat Reza memegang ponsel Lian dan membalas chat nya, Reza mengirim foto dirinya yang sedang mengelus kepala Lian yang tertidur lelap.
"𝘈𝘞𝘈𝘚 𝘈𝘑𝘈 𝘓𝘖 𝘠𝘈!! 𝘉𝘌𝘚𝘖𝘒 𝘒𝘐𝘛𝘈 𝘉𝘌𝘙𝘈𝘕𝘛𝘌𝘔!! " 💢
"Liana nyeremin.. " 凸
Naiva menaruh ponselnya dan berbaring di kasur. Ia masih sibuk memikirkan lelaki yang ia lihat tadi. Lelaki dengan kacamata, dan lebih tinggi darinya, berkulit putih dengan mata yang terlihat sempurna, Naiva mulai terhanyut dalam pikiran yang membawanya pada laki-laki itu.
"Namanya Danny ya.. haha. Lumayan. "
"SIAPA?!! "
Σ(゜゜) !
"Bu! " 💢
(*Ibu Naiva mendobrak pintu.)
"Siapa tadi?! Danny?! "
"Shh! Kalau ayah denger, gimana? "
"Udahlah, ayah pasti ngerti kok. Gimana? Dia cowok kayak gimana? "
"Aku belum kenal sama dia, mana tau dia kayak gimana. "
"Makanya kenalan! "
"Gak! dia udah punya! "
"Apa? "
"Udah bu, keluar. Naiva mau tidur. " Naiva mendorong ibunya ke arah pintu, dan segera menutup pintu.
Naiva menghela napas panjang. Tak lama Naiva dapat pesan dari Lian, tapi Naiva tau kalau HP Lian dipegang oleh Reza.
𝙿𝚎𝚜𝚊𝚗 :
𝙻𝚒𝚊𝚗 𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚗𝚐𝚒𝚛𝚒𝚖 𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚎 𝚔𝚊𝚖𝚞.
"𝘛𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶! 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘧𝘪𝘭𝘦𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘦𝘻𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘳𝘪𝘮 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘶 𝘴𝘰𝘢𝘭 𝘋𝘢𝘯𝘯𝘺?!! " Naiva mulai panik, dan khawatir.
Tapi saat Naiva hendak membuat file, di sana berisi data lengkap seluruh anggota tim atletik. Naiva mulai merasa lega.
"𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘓𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘦𝘳. " (*´▽`)
Naiva mulai mencari data tentang Danny. Seluruh Data itu Lian dapat dari Diana, karena cukup kenal dengan Diana, Lian jadi berani untuk memintanya pada Diana.
Datanya lengkap dengan foto dan alamat rumah, serta tinggi dan berat badan, itu adalah data lengkap yang hanya dimiliki oleh guru dan OSIS.
Lantas mengapa Diana bisa mendapatkannya?
...****************...
Quotes :
__ADS_1
“Jujur aku gak suka sama orang yang manfaatin kelebihan dirinya cuma untuk kepuasan” -Liana Airi Dewi