
...****************...
Di lorong kelas yang sepi karena para murid sudah masuk kelas, Naiva mencari kelas barunya yang berada di lantai dua.
"Kelas 2 - A.. 2 - A.. ".
[Kelas 2-A]
"Ketemu! "
Naiva mengetuk pintu dan masuk ke kelas.
"Permisi.. " gumam Naiva.
"Uh? "
(ใoใ๏ผ) !!
Para murid yang terdengar sangat bising di luar, seketika terdiam melihat Naiva yang berada di depan pintu.
"๐๐ข-๐ค๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต ๐ข๐ฏ๐ซ๐ช๐ณ๐ณ! "
Naiva berusaha terlihat tetap tenang. Ia pun masuk dan berjalan ke kursi kosong di bangku belakang, tepatnya deretan nomor tiga dari pintu masuk. Sesaat setelah Naiva duduk, kelas kembali ramai. Naiva menghela napas panjang karena kecanggungan tadi.
*tap.. *tap.. *tap..
/langkah kaki/
"Hai~ " ucap salah satu gadis yang mendekati bangku Naiva.
"H-hai? "
"Kenalin, aku Lian. Marga aku Shun, nama aku Lian, jadinya-. "
"Iya, salam kenal. " แ ( แ )แ
/jabat tangan/
"๐๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ค๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ธ๐ฆ๐ต. " ๐ข
"Aku Naiva, Naiva Yuta Girvalatya. "
"Oh.. weh!! beneran anak baru nih! "
โ(เนยบยบเน)!!
"๐๐ฑ๐ข๐ข๐ฏ ๐ด๐ช๐ฉ, ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ข๐ด๐ช๐ฌ. " ๐ข
"Kenalin, yang pake kacamata ini Liana, yang satunya lagi Rena. "
"Kamu pindahan sekolah mana? " tanya Liana.
"Australia."
"KAMU BLESTERAN?!! "
"BUKAN! "
Naiva menjelaskan kepada teman-teman barunya tentang keluarga dan alasan mengapa ia pindah. Saat istirahat Naiva makan bersama dengan Lian, Liana, dan Rena, meski agak canggung tapi Naiva jadi terbantu saat bicara dengan Lian. Naiva jadi semakin akrab dengan teman-teman barunya, sehingga ia menjadikan mereka sahabat.
Selama tiga hari Naiva di sekolah barunya, sepertinya Naiva betah dengan mereka.
"Kamu tertarik ikut ekskul apa? " tanya Rena.
"Belum tau sih.. belum kepikiran.. "
"Mending join ekskul bahasa Inggris aja. " ucap Liana.
"Dia kan udah jago bahasa Inggris. " saut Rena.
"Iya, kali aja dia mau nambah pengetahuan bahasa Inggrisnya. Nanti bakal ada Olimpiade bahasa Inggris, kalau-. "
"Aku gak minat ikut ekskul pelajaran sih. "
"Kalau aku ekskul Voli. " ucap Rena.
"Gak ada ekskul lain? "
"Ada sih, banyak.. "
"Lian, kamu ikut ekskul apa? "
"Hm? Oh, aku ikut klub sastra. "
"Ha?! Apaan tuh? " (ใoใ๏ผ)
"Itu lho, klub sastra. Jadi tugas kita itu ngurusin perpustakaan, kadang juga bakal ada rapat kecil tentang sosialisasi atau penggalangan buku. Intinya yang berhubungan dengan buku itu urusan kita deh. "
"Kayaknya ribet.. " ๅธ
"Oh, tapi belakangan ini nggak kok. Biasanya kita sibuk pas pertengahan bulan. "
"Ha? kenapa? "
"Karena kan pas itu kenaikan kelas, jadi mereka ngurus buku-bukunya. " saut Liana.
__ADS_1
"Bener tuh! "
"Oh.. gitu. "
Lambat laun, Naiva mulai berani membagi cerita dengan sahabat barunya. Tak terasa sudah sebulan Naiva berada di SMA Bintang Harapan, dan ulangan akhir semester segera menanti mereka.
"Gak kerasa ya~ bakal ulangan. " keluh Rena.
"Malesin banget sumpah, coba aja ada challenge buat hapus ulangan..! " keluh Liana.
"Yang bener aja kalian.. " ๅธ
"Eh! Kalian tau gak, si Lian kayaknya otw pacaran. " ucap Rena.
"Ha? Sama si pesilat itu? " tanya Liana
"Iya."
"Siapa..? "
"Kamu gak tau ya? Itu lo, anak kelas sebelah yang menang lomba silat waktu ini. " (*Liana)
"Ngapain sih Lian ngincar buaya kayak dia? " (*Rena)
*PLAK!
"AW! "
"Goblok! Yang buaya itu yang ngincar Lian! "
(*Liana mukul Rena)
"Ngapain Lian ngincar yang gak pasti kalo ada yang pasti? "
"Kamu gak ngerti Nav, Lian itu kan punya trauma sama keluarga si buaya. "
"Siapa sih buaya tuh?! "
"Reza, kakak kelas 3 - C. "
"Reza? Yang jago basket itu?!! "
"Kamu kenal? " (*Rena)
"K-kayaknya sih.. bentar. "
Naiva mengeluarkan ponselnya dan mencari akun inst*gram dari Reza.
"Yang ini kan?! " *nunjukin foto
"Kok kamu tau?! "
"Gak tau sih, dia follow ig aku. Trus ngajak kenalan, dia bilang di pemain basket. "
"BLOK CEPETAN!! "
"GAUSAH NGEGAS!! "
Tak lama, Lian datang menghampiri mereka dengan membawa minuman.
"Hai~ ! "
"Eh-? Lian?! "
"Kamu dah balik? "
"Kalian lagi ngobrolin siapa? "
"Ngobrolin kamu. " ucap Rena.
"Ih! Kalo nge-gosipin aku jangan bilang-bilang dong. "
"DARIPADA KITA RAHASIAIN!! " bentak Liana.
"Iya.. iya.. maaf.. "
..
"Btw Lin, gimana PDKT-nya? " tanya Rena.
"Ya.. gitu. "
"Ya gitu gimana?! " (*Rena)
"Aku ditolak. "
ฮฃ(๏พะ๏พ๏ผ) !!
"JANGAN SEDIH LIAN!! "
โ(เนยบยบเน)!!
"TENANG! MASIH ADA COWOK LAIN!! "
"Nih, minum. Jangan sedih ya. "
__ADS_1
"Aku baik-baik aja kok~ Santai. " *senyum
Dalam pikiran Naiva, terbenam pemikiran random, "apa sebegitu sakitnya saat ditolak? ". Ya.. meski si Naiva suka nonton film romance, tapi dia gak pernah ngerasain perasaan yang sesungguhnya.
Sepulang sekolah, Naiva bergegas menuju kamar untuk berbaring di kasur setelah menjalani hari-hari yang melelahkan.
*TING!
/notif pesan/
Naiva dapat DM dari Reza, si buaya darat SMP Bintang.
"๐๐ฆ๐ช, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐๐๐ ๐๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข? "
"Iya."
"๐๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐๐ช๐ข๐ฏ? "
"Iya. "
"๐๐ฌ๐ฆ."
"APAAN?! " ๐ข
"(dia nge-DM trus pergi gitu aja?!! Sialan! DASAR PLAYBOY!!) " *banting HP_-*
*cklek
/pintu terbuka/
"Eh-? Naiva sudah balik? "
(ใoใ๏ผ) !!
"I-iya bu.. "
.
.
.
Disisi lain, di sebuah apartemen yang tak begitu besar, Lian sedang belajar di kamarnya. Di pipi Lian terdapat luka memar yang terlihat jelas.
"Lian.. "
Mama Lian membuka pintu perlahan, dan memanggil Lian dengan nada kecil agar tak di dengar oleh sang ayah.
"Mama, papa sudah tidur? " tanya Lian dengan nada polos.
"Sudah kok. "
"Syukurlah." *senyum
"Lian, papa akan terus berada di rumah selama seminggu. Sebaiknya kamu menginap saja di rumah Reza. "
"Uh? "
"Oke? supaya Papa tidak marah lagi " Mama Lian mengusap memar di pipi Lian dengan lembut.
๐๐ช ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ซ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ญ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ฑ๐ข.
๐๐ข๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ข๐ฏ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช.
๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ข๐ธ๐ข๐ญ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ณ๐ถ๐ต๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช ๐ฑ๐ข๐ฑ๐ข.
๐๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ด๐ข๐ณ, ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข.
๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ข๐ฑ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ป๐ข.
Hidup di lingkungan keluarga yang berantakan dan penuh dengan perdebatan membuat Lian sering mendapatkan kekerasan dari papanya.
Mama Lian adalah anak dari pemilik pabrik kertas di Kanagawa, tapi karena terlalu baik mama Lian harus terjerumus ke arah yang salah.
"๐๐ฆ๐ป๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ข๐ฑ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ?? "
Dengan ragu Lian mengetik pesan dan mengirimnya. Lian dan Reza punya hubungan yang dekat, bahkan Reza pernah bilang menyukai Lian didepan Lian, hanya saja Lian tak menganggap serius hal itu. Lian sadar kalau Reza masih punya gadis lain yang cocok dengannya. Hal ini juga yang membuat Lian takut sekaligus ragu untuk menginap di rumah Reza.
*Ting!
"๐๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ~ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ~ "
"๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ, ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ฆ๐ฎ. ๐๐ข๐ฏ๐ซ๐ถ๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ซ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ข๐ซ๐ข. "
"๐๐ฐ๐ฐ๐ฅ ๐๐ช๐จ๐ฉ๐ต~ "
*Lian tersenyum tipis
...****************...
Quotes :
โHanya sebuah permainan drama kehidupan, jangan khawatirโ -Shun Lian Fen
__ADS_1