
...****************...
Esoknya, di kelas 2 - A. Naiva duduk di bangku Liana bersama Rena menunggu Lian datang. Tapi selama 30 menit Lian tak kunjung datang.
"Oh ya, kemarin kakak kelas yang namanya Reza itu DM aku. "
"HA?!! KAMU BELUM BLOK?!! " bentak Liana.
"YA BELUM LAH! "
"Ck. Dia ngomong apa?! "
"Dia nanyain soal Lian. "
"Bener kan, udah kubilang dia buaya! PAKE ACARA NANYA-NANYA SOAL LIAN LAGI!! " ๐ข๐ข *Liana kesal.
"Ngomong-ngomong Lian mana? Nav, kamu liat dia? "
"Nggk. Mungkin telat kali. "
"Gak biasanya tau dia telat gini. Ini udah hampir 40 menit. " ucap Rena sembari memegang dagunya.
"Pasti ada yang janggal! "
"Apanya?! "
"Ikut aku! "
"Tunggu Liana?! "
Liana tampak sangat kesal, dan bergegas keluar kelas disusul oleh Rena dan Naiva dibelakangnya.
Disisi lain, terdapat murid-murid yang terhenti dan menatap ke satu arah. Terjadi suatu pertengkaran antara tim silat dan tim basket.
Yup! Ketua mereka, Kenzo dan Reza.
"Kenapa? "
"Kayaknya ada salah paham deh.. pergi yuk. "
"Iya, mending gak usah ikut campur. "
Beberapa murid memilih untuk kembali ke kelas. Karena bagaimana pun, tim silat dan dan basket adalah aset berharga sekolah.
"Orang kayak lo pacaran sama Lian? Wah.. aneh sih lo. Orang yang bisanya cuma ikut-ikutan, trus sokab sama orang lain. Wah.. keren sih lo bisa kuat pacaran sama dia. " ucap Kenzo dengan nada sombong, sembari menepuk tangan.
"Kalau iri bilang aja. Aku sama Lian itu udah kenal lama. Ngapain lo sibuk komentarin hubungan orang? Owh.. atau jangan-jangan.. lo nyesel nolak dia? "
"Hmph. Nyesel? Ngapain nyesel nolak orang yang gak punya pendirian? " tegas Kenzo
"APA LO BILANG?!! " Reza yang kelas mulai menarik kerah baju Kenzo.
Hal ini tentunya membuat suasana semakin tegang. Tak ada yang berani melaporkannya je guru, anggota dari masing-masing tim mulai terprovokasi karena ucapan Kenzo dan tindakan Reza.
"Uh?! "
Liana yang penasaran dengen keramaian itu--akhirnya pergi menuju tempat terjadinya keributan.
"Ng? " Naiva menyadari kalau itu adalah tim basket dari tas yang dibawa oleh salah satu murid anggota tim sana.
"Liana tunggu, aduh.. " Rena berusaha menenangkan Liana.
Kini, mereka bertiga juga ikut terlibat dalam pertengkaran.
"JANGAN SONGONG LO! LIAN ITU TULUS SUKA SAMA LO, KOK LO TEGA BANGET SIH! "
"He-."
"ELO JUGA!! JANGAN BERANI-BERANINYA LO PACARIN LIAN!! DASAR BUAY-! "
"Udah kok. "
ฮฃ(โะดโ) !!
__ADS_1
"APAAN?!! " ๐ข๐ข
"Kemarin malem aku dateng ke rumah Lian, dia nangis karena ni bocah. Trus sekarang ni bocah malah komentarin orang. Anak silat emang sok, ya. " Reza memiringkan kepalanya sedikit.
"APA LO BILANG-?! "
"HEH! LO KALO UDAH NOLAK GAK USAH BANYAK BACOT!! " bentak Liana
"APAAN SIH-?! "
"APA?!! BERANI LO SAMA GUA?!! "
"Liana nyeremin. " (๏ฟฃใธ ๏ฟฃ ๅธ (*Naiva&Rena)
Semua anak sekolah tau, kalau Liana itu paling jago debat. Gak ada yang bisa ngalahin dia soal debat, dan tentunya.. gak ada yang berani juga.
"Dan lo! Gimana bisa lo pacarin Lian?! "
"Udah dikasi ijin mama-papanya juga, ya aman~ "
"HA?!! " ๐ข๐ข
Pertengkaran pun berhenti.
"Hei! Kasi tau soal Lian! "
"Gak semua hal harus kalian tau. Udahlah aku mau ke kelas. "
"Ha-! "
"Udah Liana. "
"Btw Lian kemana? kok dia gak sekolah? "
Reza terdiam sesaat.
"Lian hari ini gak sekolah karena sakit, mamanya udah telpon wali kalian. "
"Nanti kamu ke rumah Lian? " tanya Naiva.
"APAAN?!! KOK TANTE GAK NYURUH KITA AJA?!! "
"Karena tante lebih percaya aku~ "
๐ข๐ข
"Awas kalo lo apa-apain Lian. " ๐ข
"Iya, mau ku-***** entar. "
"BRENGSEK!!!! DASAR BAJINGAN KAU!! "
Reza pergi dengan santai tanpa merasa bersalah.
.
.
.
[Kemarin]
Sekitar pukul 11 malam, hujan mulai turun dengan deras secara mendadak. Lian tertidur pulas di kasurnya. Tapi bencana terjadi saat pintu kamar Lian terbuka..
*BRAG!!
/suara pecahan/
"Huh! " Lian terbangun dengan perasaan syok!
"Hentikan! Jangan sakiti Lian! "
Di depan Lian, mama berusaha melindungi Lian yang hampir dipukul oleh ayahnya dengan botol alkohol.
__ADS_1
"DASAR ANAK TAK BERGUNA!! BISA-BISANYA KAU TIDUR DISAAT AYAHMU KELAPARAN BEGINI!! " /melempar botol
"Huh! " Lian reflek menunduk dan menutup kedua telinganya.
"Lian, keluar sayang. "
"Uh! Ta-tapi.. "
"Keluar! " bentak mama.
Karena takut dan juga khawatir, akhirnya Lian keluar dari apartemen neraka itu. Saat ini satu-satunya tempat yang Lian bisa kunjungi ditengah derasnya hujan adalah rumah Reza!
Lian mengambil payung dan bergegas pergi ke rumah Reza.
Hal ini sering terjadi, tapi baru kali ini Lian kabur dan pergi ke rumah Reza. Jika bukan karena desakan mamanya, Lian tak mungkin mau ke rumah Reza.
.
.
.
"haah.. haah.. haah.. " napas Lian ternganga, ia tak dapat menahan dinginnya udara.
Rumah yang besar, halaman yang luas, serta gerbang yang besar, bak seperti istana megah. Inilah rumah dari anak seorang direktur, Reza Wijaya.
*DING *DONG
/bel rumah/
Angin yang berhembus membuat tubuh Lian menggigil kedinginan. Lian memencet bel beberapa kali tapi tak ada jawaban. Saat itulah Lian mulai pasrah dan ingin menangis. Air matanya menetes sedikit demi sedikit.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฉ๐ข๐ธ๐ข๐ต๐ช๐ณ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข.
Dalam pikiran Lian hanya terbayang nasib mamanya.
Lian sadar kalau kedatangannya sangat mengganggu, karena itulah Lian ragu untuk memencet bel lebih.
Kaki Lian mulai lemas yang membuatnya tak kuat untuk berdiri.
"haah.. haah.. haah.. "
Tak lama, meski samar-samar Lian melihat seorang laki-laki yang berlari ke arah pintu gerbang bersama seorang pria yang merupakan pembantunya, dan laki-laki itu adalah Reza!
.
.
.
[Kamar Reza]
"Shh.. shh.. " Reza berusaha menenangkan Lian, memeluknya dan mengelus kepalanya dengan lembut.
Lian bersandar di tubuh Reza, mendekap di pelukan Reza yang hangat.
"Aku yakin tante bakal baik-baik aja kok. " ucap Reza.
"Maaf.. aku datang malam-malam begini. "
"Jangan dipikirin. Kamu istirahat aja. " /mengusap kepala Lian.
Tak ada yang mengetahui tentang masalah keluarga Lian. Bahkan Liana dan Rena hanya mengetahui tentang mama Lian dan masalah percintaan Lian di sekolah.
Lian memang dikenal ceria dan juga suka mencari cinta. Beberapa orang menganggap dirinya hanya cari perhatian, apalagi setelah Lian menyatakan perasaannya pada Kenzo, Lian sudah dianggap tak punya muka di sekolah. Tentunya hal ini menjadi buah bibir, apalagi setelah Reza bertengkar dengan Kenzo. Seorang Reza, membela gadis pencari perhatian seperti Lian? Jika bukan karena ada perasaan atau hubungan tak mungkin anak nakal seperti Reza bisa menyukai Lian.
Sifat Lian yang sebenarnya hanya diketahui oleh Reza seorang. Tak ada yang mengetahuinya selain Reza!
Sejak kecil Lian dan Reza dekat karena mama Lian yang selalu meminta pinjaman pada keluarga Reza. Sejak saat itu entah kenapa Lian jadi akrab dengan Reza. Meski selisih 2 tahun, keduanya terlihat akrab seperti saudara. Karena saat itu masih kecil jadi kedua pihak tak menganggapnya serius. Tapi semakin mereka tumbuh, Reza semakin sering bersama Lian. Sampai Reza berani mencium Lian di depan orang-orang yang mengganggu Lian, setelahnya hubungan mereka langsung renggang sesaat. Mungkin karena ketidaksetujuan dari pihak keluarga?
...****************...
Quotes :
__ADS_1
โAku berani melawan siapapun yang mengusik duniakuโ -Reza Wijaya