
...****************...
Setelahnya, di ruang BK.
Mereka semua berjejer di depan ruang guru, kecuali Reza, Kenzo, Danny, Lian, dan Naiva yang menghadap ke kepala kesiswaan.
"๐๐๐๐๐?!! ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐-๐๐๐๐๐๐?!! " batik Naiva_-
"Apa ini?! Ini jelas-jelas mengecewakan kepala sekolah! Kalian sendiri tau kalau tim kalian bertiga itu hebat, kenapa malah berkelahi?! "
"Ini pencorengan nama baik Pak! " tegas Reza.
"Nak Reza-. "
"Pak, Kenzo merusak nama baik Lian. "
"Uh! "
"Saya gak suka kalo ada orang yang nyakitin Lian, pak! " Reza menaikan nada bicara nya.
"Apa itu benar Kenzo?! "
"Saya ngomong jujur pak, Rezanya aja yang baperan. "
"Anj*ng lo! "
"Reza-."
Reza yang hendak memukul Kenzo, akhirnya dihentikan oleh Lian yang memegang tangan Reza.
"Kalian ini! Seharusnya kalian memberi contoh pada anggota lainnya! Saya kecewa dengan kalian. "
"Ma-maaf pak.. saya yakin ada kesalahpahaman disini, mereka pasti gak ada niatan untuk memulai pertengkaran. " bela Lian.
"Haish.. lalu Danny, kenapa kamu ikut-ikutan?! "
Danny terdiam sesaat. Tak lama Danny melirik ke arah Naiva.
"Karena dia pak. "
"Heh-?!!! " ฮฃ(๏พะ๏พ๏ผ) ?!
Danny menunjuk ke arah Naiva, dan berkata..
"Saya ingin menemuinya tapi malah tak sengaja bertemu dengan Reza dan Kenzo pak. "
"๐๐๐๐๐๐๐๐๐!! " ๐ข๐ข
"Sudah! Jangan banyak bicara, tim kalian bertiga saya hukum. Kalian harus membersihkan seluruh penjuru sekolah, dimulai dari hari Sabtu dan Minggu. "
(ใoใ๏ผ) !!
"P-pak.. saya juga..? "
"Iya! " tegas guru kesiswaan.
๏ผ๏ผ๏ฟฃ๏ผพ๏ฟฃ๏ผใ๏ฝ
.
.
.
[2 - A]
"Maaf Naiva.. "
"Lagian kamu sih. " bentak Liana.
"Udah.. gak papa.. " ucap Naiva dengan nada lemas.
"Dia pasti syok karena harus bersih-bersih sekolah.
" ucap Rena, meski bukan itu yang dipermasalahkan oleh Naiva.
Di kelas, Naiva tak bisa berkata-kata lagi. Nyawanya hampir copot setelah dijadikan alasan oleh seorang ketua tim atletik.
"Kamu lagi mikiran ucapan kak Danny tadi? "
โ(เนยบยบเน)!!
__ADS_1
"Kak Danny mah gitu, dia emang suka pake orang lain buat jadi alasan. "
"Heh-?!! " ฮฃ(โะดโ) !
"Jadi maksud kamu-?! "
Naiva semakin overthinking karena merasa kepedean dengan apa yang ia pikirkan. Pikirannya kacau dan keringat dingin.
"๐๐ฑ๐ข๐ข๐ฏ ๐ข๐ญ๐ข๐ด๐ข๐ฏ ๐ฏ๐จ๐ข๐ค๐ฐ ๐ช๐ต๐ถ?! ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ฆ ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ!! " ๐ข
Naiva tak kuasa menahan malu sampai merasa ingin pindah sekolah.
"Lian, harusnya kau tahan omonganmu itu. "
"Aku kan jujur.. "
"Terlalu jujur itu buruk, Lian. " ๅธ
"Maaf.. "
Di hari Sabtu, hari pertama bersih-bersih dimulai. Seluruh anggota tim Top three klub berkumpul di aula, dengan anggota tambahan Lian dan Naiva. Bersih-bersih mereka tak diawasi oleh guru maupun OSIS.
Lian dan Naiva menyapu di sudut halaman berdua.
"Oh ya, mumpung ada mereka kenapa gak join ekstra mereka aja? "
"Eh? "
"Kalau basket, kayaknya kamu gak suka. Gimana kalau Atletik? "
"LIAN KAMU YANG BENER AJA!! " ใฝ(`ะดยด๏ผ)/
"Yaudah.. silat aja.. " (๏ฟฃโ๏ฟฃ)
"Hm. Silat ya.. "
"Tapi kamu harus hati-hati sama Kenzo. Oh ya, ada satu anak lagi di sana, namanya Surya. "
"Emang kenapa? "
Lian melihat sekeliling, memastikan tak ada seorangpun yang mendengar pembicaraan mereka. Lian mendekatkan dirinya ke arah Naiva dan bicara dengan nada kecil.
"Bukan cuma Surya, dia juga punya gang-nya sendiri. Termasuk Kenzo sih. Intinya, 3 cowo di ekstra silat, Surya, Kenzo, sama Angga, jangan cari masalah sama mereka. Mereka itu kadang main fisik. Terutama Surya, kalau gak salah dia masih di skorsing karena mukul gang pembully. Ya.. emang bukan salah dia sih, tapi orang-orang itu sampai harus dirawat di rumah sakit selama 3 minggu. Kalau gak salah Surya di skorsing selama sebulan. " jelas Lian.
"๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ณ๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ.. " batin Naiva.
.
.
Waktu menunjukkan pukul 10, Lian membagi bekalnya dengan Reza berdua, membuat Naiva menatap datar ke arah pasangan baru itu.
"Nih. "
"Uh? "
Danny menawarkan air dingin pada Naiva. Sontak hal tersebut membuat Naiva syok dan tangannya berkeringat--saat hendak menerima sebotol air yang ditawarkan, tangan Naiva gemetar.
"Kamu capek? " tanya Danny dengan polosnya.
"Enggak kok! " saut Naiva dengan nada panik.
"Oh.. "
Naiva menerima air yang diberikan kemudian mengucapkan terimakasih.
"Ma-makasih.. kak.. "
"Panggil aja Danny. "
"I-iya! Makasih kak Danny. "
"Ya. "
Danny kemudian pergi, kembali berkumpul dengan gerombolannya. Disaat yang bersamaan, beberapa anggota silat datang, termasuk Kenzo, dan teman disebelahnya yaitu Surya dan Angga.
"๐๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ซ๐ข ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ช๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ด. " (๏ฟฃโ๏ฟฃ) batin Naiva.
"Apa-apaan nih? Seenaknya telat dateng, habis nongkrong ya? " ejek Reza.
"Reza. " Lian berusaha untuk menyuruh Reza agar gak mencari masalah lagi.
__ADS_1
Surya Putrajaya, pernah memenangkan mendali emas dalam lomba bela diri pencak silat tingkat Nasional. Disusul oleh Kenzo, yang kini mendapatkan juara 1 dalam tingkat Nasional juga. Sementara Angga Ricky Mulyadi atau Angga, tak begitu tertarik dengan silat, akan tetapi ikut serta karena Surya dan Kenzo yang memaksanya. Tapi tak dapat dipungkiri bahwa Angga tak hebat seperti mereka.
"Cerewet, udah untuk kita dateng. " ucap Angga.
"Gua gak ngomong sama lo. Tapi sama si dungu di sebelah lo. " ucap Reza sembari menunjuk ke arah Kenzo.
Kenzo yang terbawa emosi hampir ingin menghajar Reza, akan tetapi hal itu ditahan oleh Surya.
*plak.
(ใoใ๏ผ)
"Aw. Sakit, Lian.. "
"Jangan cari masalah Reza, aku gak mau kamu kena masalah lagi. Kalau misalnya kamu kena masalah lagi entar papa kamu marah gimana? Terus kakek kamu-. "
"Okey.. okey! Aku minta maaf, kamu jangan marah dong~ "
"Aku bukannya marah. Aku cuma khawatir aja.. "
"Iya.. iya.. maaf.. "
"๐๐๐ ๐๐๐๐๐ !! " (*Naiva)
.
.
"Sur, nanti jadi party di rumah lo? " tanya Kenzo.
"Jadi. Woy Rez, mau join gak? Mumpung gua lagi baik. "
"Emangnya dimana kalian mau minum-minum? "
"Biasa, di tongkrongan dulu. "
"Danny, lo ikut gak? "
"Boleh deh, biar masalahnya gak lanjut. " ucap Danny sembari menepuk punggung Surya.
Naiva syok mendengar persetujuan dari Danny.
"Woi.. si Danny ikutan minum? " tanya Naiva pada Lian dengan nada membisik.
"Mereka itu kan dulu se-circle. "
"Apa? "
"Cowok-cowok itu punya grup tongkrongan tau, mereka punya gang sendiri. Kalau Danny sih udah lama keluar, mungkin dia punya alasan buat ikut lagi. " jelas Lian.
Naiva merenung sesaat, menurut Naiva laki-laki di sekolah barunya tak begitu buruk.
"Oi kalian! " teriak Danny dari kejauhan.
"Iya! " saut Lian.
"Mau join gak? "
"Naiva, ini kesempatan tau. " bisik Lian.
"Ha? "
"Kak Surya! Naiva kau join ekstra silat! "
((((๏ผ๏พะ๏พ)))) !!!!
.
.
.
Dengan begitu, Naiva resmi bergabung dengan ekstrakurikuler silat.
Sorenya sekitar pukul 5, mereka pergi ke tongkrongan gang REX, yaitu sebuah gang remaja yang khusus milik SMA Bintang Harapan. Naiva yang canggung hanya bisa diam selama mereka berpesta.
Naiva tak menyangka kalau Lian ikut dalam gang-gang seperti ini.
...****************...
Quotes :
__ADS_1
โGak ada gunanya bertengkar, kalian cuma buang-buang waktu.โ -Surya Putrajaya