
...****************...
Setelah istirahat murid-murid kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pelajaran. Sementara itu, Anak-anak OSIS sibuk dengan rapat mereka tentang perlombaan yang akan diadakan.
[Ruang OSIS]
*cklek.
/pintu terbuka/
"Dasar anak-anak itu, padahal sudah diberi kemudahan tapi malah protes. "
{Desi Mutia - Sekretaris satu (2 - E)}
"Wajar lah, kalau tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Tapi ya~ yang namanya keputusan ya keputusan, kan? Ketua OSIS~ "
{Yoga Aditya - Sekretaris dua (2 - F)}
"Berisik kalian. Lagian keputusan ini berdasarkan hasil voting anak-anak itu. Jika aku tak menurutinya mungkin saja sekolah ini sudah lama hancur. "
[Zacky Fedora - Ketua OSIS (2 - J)}
"Ketua~ tidak baik terlalu menurut pada mereka. Mereka hanya memanfaatkan dirimu. "
{Ribby Septian - Wakil Ketua OSIS (2 - B)}
"Cerewet! Kalian tak pernah berhadapan langsung dengan mereka, mana tau tentang hal ini. Mereka sangat menyeramkan, kalau menolak sedikit nyawaku jadi taruhannya! " bentak Zacky.
"Kalau begitu serahkan pada Diana saja. Masa iya dia tak bisa membujuk kakaknya. "
{Yunda Mulyani - Bendahara dua (2 - I)}
"Rasanya mustahil, memangnya apa yang bisa dilakukan oleh anak itu? " ucap Zacky.
"Hei.. hei~ dia juga bagian dari keluarga Wijaya tau. Kalau bisa berteman dengannya, mengurus orang-orang dari keluarga Wijaya juga bakal mudah, kan? " ucap Ribby.
Tanpa mereka sadari, Diana sudah mendengar semuanya dari luar. Diana yang awalnya ingin masuk ke ruangan memutuskan untuk kembali ke kelasnya.
Sama seperti bunga yang tumbuh di lingkungan buruk, harus bertahan hidup sendirian tanpa bantuan orang lain, beberapa orang menganggap bahwa bunga itu spesial. Tapi disisi lain, melihat latar belakang bunga itu membuat orang-orang menjauhinya.
*notif pesan
"๐๐ข๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ช๐ณ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฃ๐ช๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ญ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ?! "
"๐๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ! ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข๐ด?!! "
Diana terdiam di toilet, melihat seluruh pesan yang ia abaikan dari kedua orang tuanya.
"๐๐ข๐จ๐ช๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข.. ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข๐ด๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฑ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ๐ช๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ค๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ. "
Dalam pikiran Diana, hujan turun setiap harinya. Membasahi dirinya dengan cacian dan makian. Setiap kali Diana berusaha untuk bangkit selalu ada yang berusaha menjatuhkannya.
Beberapa orang yang menyukai Diana juga mulai menganggapnya biasa saja. Hal ini tak lain karena gosip yang disebarkan dari mulut ke mulut.
Disaat ia terpuruk dengan seluruh tekanan, Diana hanya bisa mengeluarkan ekspresi datarnya.
[Toilet Perempuan]
"Hei, kau dengar soal Diana? "
"Amel bilang dia orang yang tak berperasaan. Jadi selama ini dia cuma pura-pura baik? "
"Lagian, kalian dengar soal kakaknya yang katanya berandalan itu kan? Aku tak pernah melihat kakaknya. "
"Mungkin saja dia sudah dibuang. Memang paling benar yang mendapatkan harta lebih banyak itu kak Reza. "
Diana termenung, mendengar seluruh gosip yang ia dengar.
"๐๐ข๐ณ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ต๐ข๐ถ ๐ด๐ฐ๐ข๐ญ ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข..? "
.
.
.
__ADS_1
[2 - A]
"Hei, sudah dengar tentang Diana belum? " ucap Rena.
"Diana? "
Liana mendekatkan dirinya. Tak lama pintu kelas terbuka dan-.
"HAI SEMUA! "
"LIAN?!! "
*PLAK!
/suara pukulan/
"Aduh.. " (เฅหฬฃฬฃฬฃฬฃฬฃฬฃ๏ธฟหฬฃฬฃฬฃฬฃฬฃฬฃ เฅ)
"G*bl*k! Lo gak masuk 3 hari masih bisa senyam-senyum gini?!! "
"Daripada aku nangis. "
"Ck."
....
"Ngomong-ngomong katanya kamu tinggal di rumah Reza, kenapa? " tanya Naiva.
"Papa sama mama lagi sibuk di luar kota. Aku di titip di rumahnya Reza. "
"Yang bener aja.. " ๅธๅธ
Dengan kembalinya Lian ke sekolah, menambah keceriaan di wajah mereka. Mereka berempat kembali bersama.
.
.
.
"Iya, kata Liana dan Rena sekarang tak ada yang memperdulikannya lagi di sekolah. " ucap Naiva.
Naiva dan Lian duduk berdua di kursi yang ada di halaman sekolah. Mereka membicarakan tentang anak OSIS bernama Diana.
"Aku pernah dengar dari mamanya Reza, kalau Diana itu dipaksa untuk jadi manusia. "
"Ha? "
"Dibandingin kakaknya Diana yang udah terkenal sebagai aib keluarga Wijaya. Berbeda dengan Diana yang dulu, ia yang sekarang lebih dikucilkan lagi. Tapi Diana itu sangat baik, bahkan di tengah-tengah pengucilan-nya, ia tetap membantu orang lain. Ah~ benar-benar gadis yang hebat. "
"Aku gak habis pikir ada cewek kayak dia. Hei, kira-kira kalau kita ajak dia mau gak temenan sama kita? "
"Mustahil."
"Ha?!! mustahil?! "
"Orang tuanya itu galak tau, apalagi ibu tirinya. "
"I-ibu tiri?! "
"Iya, ibu kandung Diana sudah lama meninggal. Oh, ibunya yang sekarang orang Indonesia kok, makanya galaknya minta ampun. "
"Jangan bercanda. " ๐ข
"Aku serius. " ๅธ
"Terus soal kakaknya dia? "
"Itu sih kurang tau. Ada yang bilang kakaknya pindah kewarganegaraan, ada juga yang bilang kalau kakaknya ada di klub malam. "
"Kakaknya itu cewek?! "
"Cowok. "
"Oh.. "
__ADS_1
"Naiva pasti kasihan dengannya bukan? Aku juga merasa kasihan dengannya. Hanya saja Diana bukan tipe orang yang mudah bergaul, keadaan-lah yang memaksanya untuk seperti sekarang ini. "
Naiva ingin mengetahui lebih banyak tentang sosok Diana. Karena bagi Naiva ini tidak adil! Hanya karena gosip seseorang bisa mudah dikucilkan, Naiva membenci hal itu. Untuk itu Naiva memutuskan untuk menemui Diana di kelasnya, keesokan harinya, sendirian.
.
.
.
[2 - C]
"๐๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฑ๐ข๐จ๐ช ๐ด๐ช๐ฉ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐จ-๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ด-๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ด๐ช. "
Naiva berdiri di depan kelas Diana, dari jendela Naiva melihat Diana yang sedang duduk di bangku pojok depan sembari membaca buku. Naiva mengatur napas dan mengetuk pintu, kemudian masuk ke kelas.
*tok *tok *tok
/ketukan pintu/
"Permisi.. "
"Hm? " Diana menoleh ke arah Naiva.
"Apa kita bisa bicara.. Diana? "
Sebenarnya Naiva tak bermaksud untuk ikut campur urusan keluarga Wijaya. Saat Naiva di rumah kemarin, ia tak sengaja mendengar ayahnya berbicara lewat telpon.
Dalam pembicaraan ayahnya terselip kerjasama antara keluarganya, Girvalatya dan keluarga Wijaya. Tapi kerjasama ini terpaksa ditunda karena wilayah yang ingin mereka bangun adalah milik sekelompok gangster, dan salah satu gangster di sana adalah anggota keluarga Wijaya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan? " tanya Diana.
"Begini.. apa-. A.. pa.. " nada bicara Naiva mulai gugup.
"Oh ya, kamu Naiva bukan? Anak pindahan waktu ini. Aku sering mendengar tentangmu tapi hampir tak pernah bertemu. " ucap Diana dengan senyuman.
Sapaan hangat dari Diana membuat Naiva semakin ragu untuk mempertanyakan masalah keluarganya. Naiva akhirnya memutuskan untuk mengalihkan topik.
"Apa kita bisa berteman? " ucap Naiva dengan nada panik.
"Teman? Tentu saja. " *senyum
"Makasih.. "
Tangan Naiva gemetar dan berkeringat saat hendak menjabat tangan Diana, sepertinya Diana tak mempermasalahkan hal itu. Tapi jauh dalam lubuk hati Naiva, ia masih merasa bersalah harus meragukan orang sebaik Diana.
"๐๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ฐ๐ง๐ต ๐จ๐ช๐ณ๐ญ. " batin Naiva sembari berusaha memalingkan pandangannya.
Pada akhirnya, Naiva kembali ke kelasnya dan berharap kalau dirinya tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.
"๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐๐ช๐ข๐ฏ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ? ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐บ๐ข. ๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ข๐บ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฏ. " (เฅหฬฃฬฃฬฃฬฃฬฃฬฃ๏ธฟหฬฃฬฃฬฃฬฃฬฃฬฃ เฅ)
Naiva duduk di kursinya dengan ekspresi penuh kekecewaan pada diri sendiri.
"Naiva kenapa? " tanya Liana
"Gatau. " saut Rena
"Paling salting sama kak Danny. " ucap Lian yang sedang bermain game dengan Rena.
Sontak setelah mendengar nama "Danny" Naiva langsung beranjak dari kursinya dan menghampiri Lian di pojokan.
*BRAG!
/memukul meja/
"Anjing copot! " (*Lian_-)
"Maksud kamu siapa?! " tanya Naiva sembari mendekatkan wajahnya pada Lian.
...****************...
Quotes :
โPoker face hanya sebuah jalan untuk balas dendam. Kenapa ada gadis yang menggunakannya seperti dirimu?!โ -Zacky Fedora
__ADS_1