
Semua maaf cerita di bawah ini ada unsur kekerasan penyiksaan secara seksual dan mental....
Cuma mau memberi tahu silahkan skip jika tidak ingin merusak mata kalian dan puasa kalian.... ðŸ˜ðŸ˜
Hani mendengar derap langkah kaki seseorang yang semakin mendekat padanya, tanpa dia menengok kebelakang dia tau siapa pemilik langkah kaki itu.
Berusaha lari menjauh walaupun dia tau itu sia-sia nyatanya dia pasti akan tertangkap. Tetapi, setidaknya dia bisa membuat Rusel jauh dari tempat Kei.
Dorr
Tanpa belas kasihan Rusel menembak kaki Hani, para burung yang ada di sekeliling terbang memenuhi langit.
Namun, berbeda dengan Hani yang masih berada di tempat dengan berjongkok. Betisnya terkena peluru.
"Aarrkkkh"
Tanpa belas kasihan Rusel menjambak hijab Hani hingga terlepas dari kepalanya.
"Cukup aku berbuat baik padamu."
Hani di paksa mendongak saat Rusel menjambak rambut hitam dan panjang miliknya.
"Ssssh-sakit." Ringis Hani.
Bruugh
Tanpa memandang siapa lawannya Rusel tetap memperlakukan Hani sebagai musuh. Di tendangnya perut Hani dengan kuat, bukan hanya sekali Rusel melakukan hal itu namun, berkali kali.
"Kau sendiri yang ingin menggantikan Kei bukan?" Di tariknya rambut Hani untuk dipaksa berdiri. "Ini yang akan ku lakukan padanya."
Bruugh
Hani terjungkal kebelakang karena pukulan yang diberikan Rusel pada dagunya. Lidah Hani berdarah karena barusan ia tidak sengaja menggigitnya.
Ke-empat anak buahnya Rusel hanya memandang jijik pada Hani. Namun, jika boleh jujur mereka semua hampir terpikat dengan kecantikan Hani.
"Kau membuang waktuku sialan! Seharusnya Yakuza keparat itu yang di sini! Di mana dia?!" Tanya Rusel dengan menarik tangan Hani untuk berdiri kembali.
Hani hanya berdiam diri dengan tangisnya, tentu saja perlakuan Rusel membuat sekujur tubuhnya merasakan sakit.
"Tali!" Teriak Rusel pada anak buahnya.
Hani menatap takut pada Rusel. kakinya berjalan mundur kebelakang namun, segera Rusel menarik Hani untuk lebih dekat padanya. "Kau selama ini ku perlakuan baik, ingat? Apa ini balasan mu? Bolehkah aku meminta bayaran ku?" Bisik Rusel sambil mengikat tangan Hani kebelakang.
Bayaran? Pikiran kotor Hani keluar. Tidak! Tidak mungkin! Bunuh saja dia daripada harus dilecehkan. Hani menggelengkan kepalanya kuat-kuat bersama tangisnya.
"Tidak-tidak ku mohon jangan."
Rusel mencengkeram dagu Hani, ditatapnya wajah itu. Mata yang berwarna coklat sungguh khas milik ras Indonesia dan alisnya yang tebal namun rapih sungguh cantik membingkai wajah Hani.
Hidung yang mancung namun kecil, kedua pipi yang chubby kemerahan.
"Aaaarrkkh." Teriak Hani saat merasakan gigitan pada pipinya. Hani berusaha lari namun kaki yang tadi tertembak membuat ia tersungkur mencium tanah.
"Syuuttt jangan takut, setelah ini kita akan bersenang-senang."Â Bisik Rusel dengan memojokkan Hani dengan pohon.
Dijilat pipi Hani, Hani hanya bisa menangis tanpa bisa melawan saat tangannya sedang terikat.
"Apakah ini yang membuat Kei menyukai mu?" Rusel mencium rambut hitam dan panjang milik Hani. Rusel menatap pakaian Hani yang besar, dan matanya melihat darah yang terus keluar dari kakinya. Betisnya tersingkap memperlihatkan kulit putih susu milik Hani.
Sraaakk
"Kyaaaa." Teriak Hani saat baju bagian depannya di robek tidak sempurna oleh Rusel.
Rusel yang mendengar itu segera membekapnya dengan bibirnya. Ciuman pertama Hani diambil oleh pria bejat tersebut.
Bukan ciuman halus yang Hani rasakan Namun, ciuman kasar yang menuntut dia agar mengimbangi ciuman Rusel.
Air mata Hani mengalir membasahi pipi Rusel. Di lepaskan ciuman itu dan Rusel menatap bagian dada Hani yang tersingkap.
__ADS_1
"Bawa dia ke tempat persembunyian kita." Ujar Rusel dengan senyum liciknya.
"Tidak ke mansion saja?" Tanya salah satu anak buahnya yang bernama Yasuke.
"Di sana ada adik ku dan Agnes aku tidak ingin mereka tahu."
Anak buahnya pun menyeret Hani bagaikan binatang. Saat Hani mencoba melawan, Yasuke salah satu anak buah Rusel menamparnya dengan keras.
Hani merasakan perih pada pipi dan juga bibirnya yang robek mengeluarkan darah.
Hani menyadari tempat yang mereka lewati sama seperti arah untuk ke gua itu.
"Kau apakah akan terus diam? Tidak ingin memberi tahu di mana Kei?" Tanya Rusel dengan mencengkeram dagu Hani. "Lihat wajah dan tubuh mu itu, penuh dengan luka." Rusel mengelus pipi Hani dengan lembut Namun, hal itu malah membuat Hani semakin takut.
"Kau ingin apa?" Tanya Hani saat melihat kini dirinya sudah kembali ke tempat Gua.
"Bermain-main di dalam sana." Ujar Rusel dengan mengecup bibir Hani sekilas.
Kini mereka telah masuk, dan Yasuke menarik sebuah akar pohon yang ternyata sebuah akses untuk menggeser dinding gua. Melihat hal yang di berada di depannya itu Hani panik. Ingin berteriak meminta tolong pada Kei dan adiknya Namun dirinya harus memikirkan konsekuensi yang akan mereka alami karena dirinya.
Sebuah meja bundar yang besar berserta lilin lilin yang menyala mengitari ruangan. Berbagai senjata tersimpan rapih di dinding gua.
Bruukk
Di lempar tubuh Hani hingga perutnya menabrak meja. Yasuke mengangkat tubuh Hani lalu membaringkan tubuhnya di atas meja.
"Bos apakah kami dapat giliran?" Tanya Yasuke dengan mengelus perut Hani dengan sensual.
"Nanti setelah aku." Ujar Rusel yang baru saja mengambil minuman keras dan meneguknya dari botol itu.
"Kau ingin?" Rusel menawarkan minuman alkohol kepada Hani.
Hani hanya memelototi Rusel sebagai penolakannya.
"Ya ampun mata mu itu lho." Rusel tersenyum licik lalu menaruh botol itu di samping Hani. Berjalan mengambil lilin yang telah menyala.
"Kau masih perawan?" Rusel menjilat bibirnya dan menaiki tubuh Hani sambil menuangkan minuman alkohol nya pada sekujur tubuh Hani yang penuh luka.
Hani teriak lagi merasakan sesuatu yang begitu terasa perih dan sakit pada tubuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Nee-chan" / "Hani." Ujar Kei dan Hasan. Saling memandang dan mereka pun berdiri mencari sumber suara itu.
Kaki Kei sudah lebih membaik, setidaknya dia bisa berjalan sendiri tanpa harus di bantu.
"Dia di sini? Mungkinkah Rusel juga?" Tanya Tanjirou.
Kei dan Hasan hanya memandang Tanjirou sebentar. Tidak peduli apakah Rusel bersama Hani atau tidak.
Yang Kei pikirkan teriakan Hani seperti sedang kesakitan. Sedangkan Hasan sedang memikirkan pasti ada hal yang buruk, tidak mungkin Hani sengaja berteriak yang akan memancing dirinya.
"Kita Harus keluar dari sini." Ujar Hasan pada Kei.
__ADS_1
"Tunggu! Di sana ada Rusel kita akan kalah." Ujar Tanjirou yang ketakutan.
"Hani! Kakak ku sedang dalam masalah!" Bentak Hasan pada Tanjirou.
Sedangkan Kei yang sedang menggenggam pistolnya ingin sekali membolongkan kepala Tanjirou.
"Aku tidak ingin membunuhmu!" Ujar Kei dengan mata mengintimidasinya pada Tanjirou.
"Kiyoshi-sama maafkan saya."
"Buatlah dirimu berguna jangan hanya protes!" Kei memainkan pistol itu di tangannya lalu menodongkan pada Tanjirou.
"Kita pergi sekarang." Ujar Hasan dengan membelokkan pistol itu dari wajah Tanjirou.
Mereka pun keluar dari tempat persembunyiannya. Lagi-lagi dia mendengar teriakkan Hani yang semakin keras bersama suara tawa lelaki.
"Mereka?" Tanya Hasan pada Kei.
"Benar itu Rusel dan anak buahnya."
"Di sini!" Ujar Tanjirou dengan merapatkan telinganya pada dinding gua.
Kei dan Hasan pun mendekati dinding gua tersebut. Terdengar obrolan mereka tentang Hani.
"Lihat botol ini tidak muat di vaginanya."
"Hahaha paksa saja bos."
"Hiks.. sakit..."
"Lihat ternyata dia memang masih perawan." Ujar Rusel yang melihat darah keluar dari Mrs V Hani.
"Bos apakah tidak sayang jika keperawanannya di rebut oleh botol minuman bos."
"Hahaha."
Craassh
Suara cambukan berulang kali mereka dengar.
"Aaaarrkkh."
"Bos aku ingin melukis wajah Yakuza keparat itu di punggung mulus gadis itu."
"Hahaha baiklah."
Kei yang membayangkan ****** Hani di masuki secara paksa oleh botol itu menangis seketika. Pelecehan macam apa itu? Dirinya bahkan tidak pernah melecehkan perempuan seburuk itu. Dan mereka bergilir? Mata Kei memerah menaruh dendam sangat besar Pada Rusel.
Sedangkan Hasan bengong seperti nyawanya baru saja pergi dari raganya. Seharusnya bukan seperti ini! Apa salah Hani sehingga harus seperti ini dia diberi cobaan?
.
.
.
.
.
.
TBC....
Ini akan berlanjut dalam bentuk pdf.
Jahat ya aku :'(
Walau judulnya sudah berakhir 1- 3Â tapi ini sebenarnya masih ada beberapa chapter lagi sekitar hmm (rahasia).
__ADS_1