KAU YANG DIPERUNTUKKAN BERSAMAKU

KAU YANG DIPERUNTUKKAN BERSAMAKU
Aman


__ADS_3

Banyak orang yang menutup matanya dari kebenaran. Tidak jarang kita menemukan ketidak adilan dimana-mana.


Kenikmatan semu itulah yang mereka rasakan. Banyak orang yang berbuat kemaksiatan di atas kesenangan.


Dunia dan dunia itulah yang mereka pikirkan. Urusan akhirat itu akan diurus saat di akhirat.


Menutup mata dari kebenaran?


Heh, apakah kalian tidak tau kita diciptakan di dunia ini untuk apa?


“ Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku ”. (QS. Adz Dzariyat: 56).


Bagaimana cara kita beribadah kepada Allah?


Sebagaimana perintah Allah dan Rasul-Nya, diiringi dengan mengikuti Rasul.


Allah ta'ala berfirman:


۞ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ


_"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan jangan kalian merusak amal-amal kalian."_ *[Muhammad:33]*


💠💠💠


Hani yang saat ini sedang berdiri kaku, wajahnya sudah pucat.


Tembakan itu, entah meleset atau memang sengaja pria itu melesetkan.


Agnes segera memeluk Hani dalam tangisnya membuktikan bahwa Agnes sungguh menyayangi Hani.


Agnes juga seorang Atheis, tapi dia sangat menghormati orang yang memiliki agama. Karena menurut dia tidak sewajarnya seseorang mengganggu orang lain apalagi sampai membuat hal yang keji.


Walau Agnes tidak percaya adanya tuhan dan tidak percaya akan adanya akhirat. Tapi dia tidak ingin berbuat hal jahat kepada sesama manusia karena itu adalah suatu kejahatan. Dan dunia ini sudah ada hukum bagi seseorang yang melakukan kejahatan.


"Duduklah" tuntun Agnes pada Hani agar duduk pada sofa. "Aku akan segera menelpon ambulan agar Takashi segera diselamatkan"


Hani hanya menganggukan kepalanya.


Matanya menatap Takashi yang sedang terbaring lemas. luka lebam ada di sekujur tubuhnya dari kepalanya pun mengeluarkan darah.


Hani segera ke dapur dan mengambil handuk kecil. Memasukan handuk itu pada air dingin.


Luka Takashi harus segera di obati, itu yang Hani pikirkan.


Menyentuh wajah Takashi dengan handuk untuk mengobatinya sambil menunggu ambulan karena ini hal yang mendesak dan itu yang bisa dia lakukan saat ini.


Hani menyentuh takashi in syaa allah itu tidak mengapa.


Sebagaimana


Ummu ‘Athiyyah al-Anshariyyah pernah menceritakan:


“Aku pernah ikut berperang bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam tujuh peperangan. Aku yang menggantikan mereka untuk menjaga kendaraan/tunggangan mereka (para mujahidin), aku yang membuatkan makanan untuk mereka, mengobati orang yang luka-luka, serta merawat orang sakit.” (Sahih, HR. Muslim no. 1812)


Namun dalam hal ini harus diperhatikan sisi-sisi yang tidak mengundang fitnah dan kerusakan.


Hani mengoleskan handuk itu pada wajah Takashi dengan hati-hati. Takashi yang merasakan sesuatu yang menyentuh wajahnya hanya bisa meringis pelan.


"Arigatou" (terimakasih) ujar Takashi pada Hani.


"...." Hani hanya tersenyum simpul.


"Mereka akan segera datang" ujar Agnes menghampiri mereka. "Takashi apakah sakit?" tanya agnes.

__ADS_1


Hani yang mendengar itu langsung mendelik ke Agnes. Memutar matanya dengan bosan.


Pertanyaan Agnes sungguh tidak masuk akal. Takashi yang hampir meninggal ditanya apakah sakit?.


"Hehe pasti sakit"


Agnes merasa apa yang dia tanyakan itu pertanyaan bodoh, dia menyadarinya saat mendapatkan respon dari Hani.


"Bersabarlah Takashi" ujar Hani dengan masih mengoles kain itu pada wajahnya.


Hani memperhatikan sekujur tubuh Takashi. Matanya membelak terkejut saat melihat darah di baju putihnya. "Masyaallah, mereka juga menusukmu"


"Mana? Mana? Aku ingin lihat" Agnes sedikit mendorong tubuh Hani agar sedikit pindah tempat.


"Takashi kau terluka parah" ujar Agnes yang hampir menangis sambil menutup mulutnya yang hendak muntah.


Agnes tidak kuat jika harus melihat darah. Makanya itu dia sangat cengeng jika ada yang terluka.


"Itu tentu saja Agnes" Hani ingin memberikan handuk yang dia pegang pada Agnes.


Niat itu harus diurungkan saat melihat Agnes sudah lari dari tempat menuju kamar mandi.


"Maaf Takashi jika aku nanti mengobati mu terlalu kasar."


Takashi hanya menganggukan kepalanya dengan lemas. Hanya itu yang bisa dia lakukan.


Hani mengelap luka itu dengan perlahan. Takashi pun menjerit kesakitan.


"Maaf Takashi, aku akan segera menutup luka mu agar darahnya tidak keluar terus menerus"


Hani berlari mencari kain yang lebih panjang. Dia pun menemukan selendang segera dia ikat selendang itu pada perutnya agar darah tidak terus keluar.


"Takashi bersabarlah sebentar lagi" ujar Hani


"Gawat! Agneeesss"  teriak hani.


"I-iya" Agnes menghampiri Hani dengan muka yang di penuhi air. Agnes baru saja selesai muntah.


"Apakah ambulannya masih lama? Takashi dalam keadaan darurat, kesadaran nya hampir habis"


"...." Agnes hanya bisa diam tidak tau harus menjawab apa. Dia hanya bisa memperhatikan Takashi dengan prihatin.


Hani yang melihat respon Agnes dia sudah mengerti. Hani pun hanya bisa berdoa agar keselamatan Takashi dan orang-orang yang di ambulans sana yang sedang  dalam perjalanan kesini dalam keadaan baik-baik saja.


"Takashi" ujar Agnes dan tidak ada respon dari Takashi. Dada Takashi masih kembang kempis menandakan dia masih hidup. "Bersabarlah"


Mendengar suara sirine ambulan mereka pun. bernapas lega.


Ambulan pun datang segera membawa Takashi masuk. Hani dan Agnes juga ikut masuk ke dalam mobil tersebut.


Orang-orang pun mulai sibuk dan sigap saat Takashi dikeluarkan dari mobil dan segera didorong kedalam rumah sakit.


Menunggu Takashi, mereka sudah di landa kantuk. 1 jam menunggu tapi dokter belum juga keluar. Hani dengan masih menggunakan mukenanya.


Semua orang menatap Hani karena penampilan nya.


Agnes pun juga ikut memperhatikan, dan dia melihat kaki Hani yang tanpa alas. Rok mukena itu menutupi kakinya sepanjang kira-kira  1 hasta.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan mengenai bagian bawah pakaian, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata kepada Rasulullah, “Lalu bagaimana dengan pakaian seorang wanita wahai Rasulullah? ” Beliau menjawab, “Hendaklah ia mengulurkannya satu jengkal ,” Ummu Salamah berkata, ‘Jika demikian masih tersingkap ” Satu hasta saja dan jangan lebih dari itu, ” jawab beliau. (HR. At Tirmidzi. Hadits hasan shahih)


Dari hadits di atas dapat ditarik dua kesimpulan, yaitu:


Pertama, bahwa seorang wanita wajib menutup kedua telapak kakinya dengan pakaiannya.

__ADS_1


Kedua, boleh hukumnya memanjangkan pakaian bagi seorang wanita dengan ukuran sebagaimana telah dijelaskan hadits di atas.


Sepertinya Hani sudah mempersiapkan agar auratnya selalu tertutup sebelum turun dari ruangan diatas tempat dia tinggal. Toko roti itu punya Hani.


Setelah menunggu akhirnya dokter pun keluar bersama dengan beberapa suster. Sang dokter pun menjelaskan apa yang terjadi pada Takashi.


"Dia sudah tidak mengapa, jika kalian tidak segera mengambil tindakan pertama mungkin dia akan kehabisan darah. Dia sudah boleh dipindahkan keruang inap" Jelas dokter itu.


Dokter pun pergi meninggalkan tempat, Agnes dan Hani saling tersenyum lega.


Setelah merasa urusan selesai Hani pun pergi ke bagian administrasi bersama Agnes. Setelah itu mereka memutuskan kembali ke toko roti untuk membereskan kekacauan tadi.


Selama perjalanan dalam bus mereka tertidur sebentar. Tanpa mereka sadari mereka sudah melewatkan tempat yang seharusnya menjadi pemberhentian mereka.


"Agnes bangunlah, kita terlewat"


Agnes pun bangun, dengan segera mereka turun dari bus tersebut.


Mencari bus lain untuk pulang. Tapi tidak ditemukan bus lain. Mereka pun memutuskan untuk berjalan kaki saja.


Melewati gang sempit dan gelap, Agnes memeluk lengan Hani. Dia ketakutan dan Hani juga sebenarnya takut hanya saja dia berusaha memberanikan diri.


Melihat ada beberapa segrombolan pria dan wanita yang minim pakaian disana. Agnes dan Hani mencium bau asap dan alkohol.


Jantung mereka berdua pun sudah sudah berdetak tidak karuan.


Ada satu pria yang mabuk mendekati mereka lebih tepatnya Agnes. Tapi, dengan cepat teman yang lainnya mencegah temannya tersebut untuk mengganggu.


"Permisi" ujar Agnes dengan sopan.


Hani melewati mereka dengan pandangan kebawah tidak berani melihat mereka semua.


Beberapa gadis di sana mendecih tidak suka pada Hani.


"Kenapa kau memberhentikan teman mu itu untuk menggangu gadis tersebut?" tanya sang wanita di sana yang sepertinya dia pacar sang pria.


"Gadis seperti itu tidak pantas diganggu, dia bukan tipe kami sayang" sang pria pun mengelus pipi pacarnya.


Wanita itu menepis tangan sang pacar "Maksudku Bukan kepada wanita yang pakai pakaian besar tadi! Jelas-jelas Azuwi tertarik dengan salah satu Gadis tadi"


Ucapan mereka tentu saja didengar oleh Agnes dan Hani. Agnes hanya bisa memeras ujung kaus bajunya. Hani menggenggam tangan Agnes dengan kuat menyalurkan kekuatan pada Agnes dan mempercepat langkahnya.


"Dia kan temannya, sudahlah sayang jangan kau bahas mereka lagi. Lagi pula Azuwi sedang mabuk jadi dia tidak tau apa yang sudah dia lakukan."


Wanita itu pun mengangguk paham, dan melanjutkan minumnya tadi di temani sang pacar.


💠💠💠


Para perempuan muslim diwajibkan untuk berjilbab dan itu sebagai identitas kalian sebagai seorang muslimah.


Allah SWT berfirman:


يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّ   ۗ  ذٰلِكَ اَدْنٰۤى اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ   ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا


"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."


(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 59)


jilbab berfungsi untuk melindungi wanita dari kejahatan para Pria.


Dan jilbab pun juga harus sesuai syariah yang dimana pakaian dan jilbab tidak membentuk lekuk tubuh mereka. Memakai pakaian syar'i dan jilbab yang lebar hingga menutupi dada itu yang benar.


wallahu a'lam, hanya Allah yang memberi taufik

__ADS_1


__ADS_2