
"Bunda?" Panggil Alfatha kepada Sang Bunda yang berjalan dengan terburu-buru dan tidak menghiraukannya yang berdiri tegak di sana.
"Iya, ada apa Alfatha nya Bunda?" Jawab Sang Bunda sembari berhenti untuk berjalan dan berbalik arah kepada Alfatha-nya.
"Bunda..." Rengeknya lalu memeluk Sang Bunda erat.
"Cup, cup, cup... sayangnya Bunda nggak boleh gitu" Ucap Sang Bunda sembari menepuk pelan punggung putranya.
"Laki-laki itu, apa sayang?" Lanjut Sang Bunda sembari bertanya kepada Alfatha untuk melanjutkan perkataannya.
"Laki-laki itu tidak cengeng Bunda..." Jawab Alfatha kepada Sang Bunda dengan senyumannya.
__ADS_1
"Good baby" Balas Sang Bunda sembari melemparkan senyuman manisnya kepada Sang Putra. "Bunda pergi nanti, jaga diri kamu baik-baik, oke?" Lanjut Sang Bunda memberikan pesan kepada Alfatha. Dan untuk jawabnnya Alfatha hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali pertanda ia mengerti.
"Oke, Bunda pergi kamu nurut sama abang-abang dan kakak-kakak ya. Jaga adik-adik mu untuk Bunda. Siap sayang?" Sembari memberikan arahan kepada Sang Putra, Akifah memastikan Sang Putra diakhir kalimatnya.
"Siap Bunda" Balas Alfatha, dengan tangan yang ditaruh sejajar alisnya pertanda ia memberi hormat kepada Sang Bunda.
"Jaga diri baik-baik Bunda, Fatha menunggu Bunda kembali" Lanjutnya lalu memeluk Sang Bunda erat.
"Siap sayangnya Bunda" Jawab Sang Bunda sembari membalas pelukan Anaknya dengan lembut.
Ini untuk pertama kalinya Sang Bunda meninggalkan Putra kesayangannya untuk berpergian jauh, yaitu akan berpergian keluar Negeri. Biasanya ia akan meninggalkan Alfatha sekitar waktu dan jarak dekat seperti beberapa jam atau keluar Kota saja. Tapi ini berbeda, ia ada urusan mendesak yang harus ditangani secepatnya.
__ADS_1
Pemberitahuan ini pun mendadak, Sang Bunda baru mengetahuinya pukul 07:00 pagi tadi. Dan sekarang ia akan berangkat pukul 10:00.
Alfatha Putra Kasela anak yang berusia 8 tahun, dengan hidung mancungnya, beserta bola mata yang memancarkan warna hitam kecoklatan itu, dan tak lupa senyuman manisnya yang mengartikan tipuan teruntuk orang tertentu.
Akifah Queen Aza Kasela seorang wanita muda yang berumur 21 tahun, serta seorang wanita yang berperan sebagai Bunda dari anak yang bernama Alfatha. Selain itu, Akifah juga diakui sebagai pemimpin Queen of The Moon. Dunia mafia yang hanya dipimpin oleh seorang wanita dan untuk sejauh ini, belum banyak orang yang mengetahui siapa pemimpin dibalik Queen of The Moon.
Akifah mengikuti jalur Ayahnya menjadi seorang ketua Mafia. Tempat tinggal Akifah dan kedua orangtuanya pun berbeda. Keluarganya berada di Negara S sedangkan Akifah berada di Negara I.
Akifah memulai semuanya sendiri hanya dengan bimbingan dan nasehat-nasehat Ayahnya yang menemani.
Alfatha ditemukan oleh Akifah saat masih berumur empat tahun. Namanya diberikan oleh Akifah beserta ada nama keluarga Akifah diakhir namanya. Anak yang ditemukan di media pertempuran malam, dibawah reruntuhan bangunan yang menimpa sebagian tubuhnya. Anak malang yang hampir terkena serangan bom granat yang dilakukan oleh sekelompok mafia kecil.
__ADS_1
Setelah hari kejadian itu Alfatha dirawat oleh Akifah sehingga sembuh, dan disaat ditanyakan oleh Akifah -dimanakah rumahmu?- -dimanakah ibu dan ayahmu?- -bersama siapa kau disini- Alfatha selalu menangis dan tidak menjawab.
Dari situ Akifah faham, anak ini mempunyai trauma. Dan sampai saat ini, Akifah tidak lagi menanyakan tentang hal-hal yang bersangkutan dengan kejadian sebelumnya. Dia cukup fokus bagaimana untuk menghilangkan trauma Alfatha dan dengan cara apa agar ia tahu apa yang membuat Alfatha trauma.