
Pagi berganti siang, siang berganti malam.
Setelah izin untuk pulang kepada Kakek, pukul 9 malam ini Akifah bergerak pulang menuju negaranya. Pesawat pribadi yang sudah disiapkan oleh Viola pun telah menunggu mereka.
Saat ini Akifah sedang berada didalam pesawat pribadinya yang akan terbang menuju Negaranya INA. Dua puluh dua jam ia diatas maskapai akhirnya ia sampai di Negaranya pada pukul 7 malam.
Saat Akifah mendarat di bandara, terlihatlah orang-orang berpakaian hitam yang sudah berbaris rapi sedang menunggu kedatangan Nona mereka.
"Kita akan kembali kemarkas atau mansion, Queen?" Tanya Viola saat mereka sedang berjalan kearah mobil yang sudah disiapkan.
"Dimana posisi Putraku berada sekarang" Jawab Akifah singkat.
"Baik Queen, untuk soal kepulangan Anda saat ini kami merahasiakannya dari Tuan dan Nyonya Kasela. Apa tidak apa-apa Queen?" Tanya Viola pada Akifah, dan Akifah hanya menjawabnya dengan sebuah deheman.
20 menit diperjalanan, akhirnya Akifah sampai dimana tempat Putranya berada, yaitu markas Queen off The Moon. Berjalan Akifah memasuki markas dengan Viola berada disampingnya, para anggota yang melihat siapa yang datang langsung menyambut hormat kedatangan Akifah.
Saat sudah sampai Akifah dikoridor markas yang menunjukkan lorong kearah kanan menuju kantin markas, kiri menuju beberapa ruang laporan dan lurus menuju ruang istirahat para anggota. Akifah berhenti sejenak membuat Viola bingung, setelah itu ia berkata kepada Viola.
"Kau pergilah Viola, urus apa yang bisa kau urus. Terimakasih, karena Aku akan pergi sendiri. Beri Aku dan Putraku waktu berdua satu hari full mulai dari malam ini, dan kau atur jadwal satu minggu kedepan, gantikan semuanya untuk Putraku" Jelas Akifah pada Viola, dan untuk jawabannya Viola hanya diam saja sambil sesekali menganggukkan kepalanya dan diakhir dia membungkukkan badannya memberi hormat.
Lalu berkata, "Siap, Queen!!!" Sambil meletakkan tangannya sejajar alis dan berdiri tegap menghadap Akifah.
Akifah meninggalkan Viola seorang diri munuju kantin markas. Ketika ia memasuki kantin terlihatlah para nggota inti serta yang lainnya sedang menyantap makanannya masing-masing. Melihat adanya seseorang yang baru datang, semua mata tertuju pada Akifah.
Tiga detik mereka sadar saat Akifah akan sampai pada tempat duduk Alfatha. Dipojok kantin Alfatha duduk seorang diri, dengan banyaknya makanan dihadapan dirinya. Nasi dan lauk yang ada diatas piringnya hanya ia aduk-aduk tak karuan.
__ADS_1
Melihat ada seseorang yang duduk didepannya, ia mengangkat kepalanya keatas. Mulutnya terbuka lebar saat akan memarahi seseorang yang berani duduk didepannya tanpa izin, namun melihat siapa yang ada didepannya, ia memutari meja dan memeluk Sang Bunda erat.
"Perkiraan Fatha, Bunda akan kembali besok. Sesuai dengan apa yang Bunda katakan kemarin malam" Ucap Alfatha dalam pelukan Akifah.
"Apa Fatha tidak senang jika Bunda pulang lebih awal?" Balas Akifah dengan pertanyaan penuh selidik kepada Putranya sambil melepaskan pelukan mereka.
"Bu---bu---bu---kan seperti itu Bunda, Fatha hanya terkejut ketika Bunda ada didepan Fatha sekarang" Jawab Alfatha kepada Sang Bunda agak gugup.
"Oke, Bunda percaya padamu. Sebagai hukumannya, Kau harus menghabiskan makan malammu sekarang" Ucap Akifah membalas jawaban Sang Putra.
Alfatha pun menghabiskan makanannya dengan Akifah yang menyuapinya. Awalnya Alfatha menolak, tapi dengan paksaan Sang Bunda, ia menurutinya.
Setelah selesai makan, saat ini mereka sedang berada di dalam kamar Alfatha. Akifah yang sedang memegangi sebuah berkas ditangannya, dan Alfatha yang sedang sibuk sendiri dengan apa yang dia lakukan.
"Kenapa Bunda bertanya jika Bunda sudah tahu jawabannya? Kemanapun Bunda pergi jika Bunda mengajakku, Aku akan ikut tanpa membantah" Jawab Alfatha kepada Sang Bunda.
Akifah pun menghelakan nafasnya berat, lalu berkata "Baiklah, besok kita ke Negara K. Malam ini tidurlah lebih awal, lalu nanti pagi kita akan pergi menemui seseorang"
Alfatha pun berjalan kearah Sang Bunda lalu mencium sebelah pipi kanannya dan berkata. "Selamat malam Bunda, Bunda tidurlah juga lebih awal"
Akifah hanya tersenyum manis sembari keluar menuju kamarnya sendiri.
...****************...
Di pagi hari, terlihatlah Alfatha yang sudah rapi dengan setelannya, berada dimeja makan pribadi markas untuk sarapan pagi, dan Akifah yang belum turun karena masih berada diatas.
__ADS_1
"Anak tampan, Kau mau makan apa? Biar Aku ambilkan keatas piringmu" Ucap Zia yang baru saja datang dari arah dapur markas.
"Tidak perlu Kakak, Aku akan menunggu Bunda. Setelah itu kita makan bersama, Kakak duduklah bersamaku disini" Balas Alfatha kepada Zia sembari memberikan senyuman manisnya.
"Tidak tampan, setelah ini Aku akan pergi kekantin untuk melihat anak-anak" Ucap Zia membalas perkataan Alfatha tadi.
"Baiklah Kak hati-hati, jaga dirimu" Alfatha menjawab kembali, setelah itu Zia pergi meninggalkan Alfatha.
Tak selang lama, Akifah turun dengan pakaiannya yang bisa dibilang sangat perfect.
"Terimakasih sudah menunggu Bunda sayang... baiklah kita akan makan, setelah itu kita pergi" Ucap Akifah, sambil duduk dikursi hadapan Alfatha.
Akifah mengambilkan satu persatu makanan untuk Alfatha, dan dihabiskan oleh Alfatha dalam keadaan perut yang sudah sangat kenyang. Bagaimana tidak, hampir semua makanan masuk kedalam perutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
......................
......................
Jangan lupa di like and vote ya sahabat Aletta ßýæfïřà 😉
__ADS_1