
Berjalan Akifah dan Alfatha memasuki gedung, tak lupa orang-orang berpakaian hitam yang sedang berbaris ditempatnya masing-masing itu, menundukkan badannya pertanda memberi hormat kepada Akifah dan Alfatha untuk menyambut kedatangan mereka.
Setelah sampai diantarkan oleh Ray ke dalam suatu ruangan, Akifah kini berjalan menyusuri ruangan tersebut bersama Alfatha.
Seketika, terlihatlah lelaki paruh baya yang masih tampan ketika dilihat dari wajahnya.
Ia adalah Tuan Darrel, yang sedang memperhatikan pemandangan melalui kaca besarnya yang berada diujung ruangan.
"Selamat siang Daddy" Sapa Akifah kepada Sang Daddy sambil menarik tangan kanan nya untuk disalimi. Lalu, Akifah memeluknya sebentar.
"Siang sayang" Balas sang Daddy kepada putri satu-satu nya.
"Siang tampan Opa" Sapa Tuan Darrel kepada cucunya.
"Siang juga Opa" Balas Alfatha kepada Opa nya. Setelah itu ia menyalimi punggung tangan kanan Tuan Darrel.
__ADS_1
"Hari ini kita akan membicarakan banyak hal penting sayang" Ucap Tuan Darrel membuka suara.
"Baiklah Dad" Balas Akifah singkat.
Setelah Tuan Darrel selesai mengatakan kalimatnya itu, Ray masuk dengan mengetok pintu ruangan tersebut. Lalu berkata "Maaf Bos" sambil menundukkan badan nya tanda penghormatan dan dibalas anggukan oleh Tuan Darrel.
"Tampan, kau ikutlah bersama Abang Ray lebih dulu" Ucap Tuan Darrel kepada cucunya tersebut.
Sebelum menjawab pertanyaan Tuan Darrel, terlebih dulu Alfatha melihat ke arah Sang Bunda. Pertanda meminta persetujuan atas apa yang dibilang oleh Tuan Darrel. Akifah yang tau arti tatapan tersebut, dengan segera menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis kepada Sang Putra.
"Siap Opa" Balas Alfatha kepada Tuan Darrel.
"Hati-hati sayang" Ucap Akifah kepada Sang Putra, ketika Sang Putra berjalan untuk menyalimi nya. Lalu Akifah mensejajarkan badan nya sama seperti Alfatha, dan dengan segera memeluk erat badan Putra-nya itu.
"Siap Bunda, laksanakan" Balas Alfatha, dengan memberi tanda penghormatan di tangan kanan nya yang diletakkan sejajar alis.
__ADS_1
Setelah Alfatha keluar bersama Ray, kini hanya tinggal Tuan Darrel dan Akifah di dalam ruangan tersebut. Terlihat Akifah yang sudah duduk di sofa ruangan itu, dan Tuan Darrel yang sedang mengambil beberapa berkas.
"Daddy akan menyerahkan kepemimpinan Black Tiger kepadamu" Ucap Tuan Darrel, yang sudah duduk berhadapan didepan Akifah.
"Daddy akan menyerahkan nya langsung kepadaku?" Tanya Akifah yang terlihat terkejut, ketika Sang Daddy membuka suaranya lebih dulu.
"Iya sayang, apa kau menolaknya?" Tanya Tuan Darrel, sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Bukan begitu Daddy, Aku takut mereka semua tidak setuju dengan keputusan ini" Balas Akifah seadanya.
"Tidak ada yang tidak setuju, jika mereka tidak setuju berarti mereka tidak tau siapa putri ku" Jawab Tuan Darrel dengan nada santai.
"Baiklah, Aku menerimanya Daddy" Balas lagi Akifah, kepada Sang Daddy dengan senyuman manis nya.
"Good girl, inilah putri ku yang sebenarnya" Ucap lagi Tuan Darrel dengan bangganya, sambil tersenyum sweet kepada Sang Putri.
__ADS_1
Lalu, Tuan Darrel membuka berkas yang ada didepan nya dan diberikan kepada Akifah.
Akifah membukanya, disana ada satu lembar kertas dan satu pena yang terkaitkan dengan kertas tersebut. Mula-mula Akifah membacanya, setelah itu ia menandatangani berkas tersebut, yang berisikan tanda serah terima pengganti kepemimpinan dalam markas Black Tiger.