
Saat ini Akifah sedang berada di Luar Negeri tepatnya Negara A, tempat dimana sebuah markas cabang sedang didirikan. Akifah pergi menggunakan pesawat pribadinya bersama Viola Odelia tangan kanan Queen of The Moon yang bisa membantu sedikit demi sedikit pekerjaannya yang padat.
"Untuk pembangunan tinggal 20%, dan setelah itu siap dalam waktu sekitar satu bulan lagi Queen. Lalu kita akan makan siang ditempat yang sudah disiapkan, dan pergi ke hotel untuk Anda mengistirahatkan badan Queen"
"Karena dari penerbangan dua puluh dua jam tadi Anda terlalu sibuk dan hanya memiliki waktu untuk beristirahat selama satu jam. Lalu Anda melanjutkan rapat online bersama kolega-kolega yang ada dinegara ini dan saat sampai di Bandara pun Anda mengarahkan supir untuk langsung bergegas pergi kelokasi pembangunan sehingga Anda lupa untuk istirahat terlebih dahulu"
"Saya sudah mengingatkan Anda sedari tadi Queen, tapi Anda selalu menjawab bahwa wawasannya Anda mengetahui apa yang sedang Anda lakukan" Viola menjelaskan tanpa jeda dan dengan rinci ia mengatakan apa yang harus ia katakan kepada Akifah.
Akifah yang mendengar penuturan Viola hanya diam ditempat seraya membuka helm safety putih di atas kepalanya yang ia gunakan saat mengelilingi pembangunan, lalu berjalan meninggalkan Viola menuju mobil yang langsung dibukakan oleh seorang supir.
Sesuai apa yang sudah dijelaskan oleh Viola tadi, Akifah pergi untuk mengisi perutnya lalu kembali ke hotel untuk ia beristirahat.
Tapi apa yang dilakukan Akifah berbeda, setelah pulang dari makan siang tepatnya pukul 14:00 dan dihantarkan oleh sang supir kembali kehotel, ia langsung duduk di cafe hotel mengecek sebuah email yang dikirimkan oleh °ka§elaCOMPANY° pada handphonenya.
Sekitar 3jam sudah ia duduk disana sambil meminum minuman yang ia pesan, belum ada rasanya Akifah ingin beranjak pergi. Mungkin karena banyaknya laporan yang harus diperiksa olehnya, membuat ia melupakan waktu yang sudah terlewati tanpa disadari.
Setelah setengah jam kemudian berlalu, pengingat waktu yang dipasang oleh Akifah berbunyi. Ia beranjak dari duduknya menuju kamar hotel. Saat sudah sampai didalam kamar, ia meletakkan handphonenya diatas meja, lalu bergegas pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Tiga puluh menit berlalu, Akifah keluar dari kamar mandi menggunakan baju tidurnya.
Lalu ia mengingat sesuatu yang melintas pada fikirannya, ia mengambil laptop yang berada diatas meja hotel lalu menekan salah satu nomor yang berada di layar bertuliskan nama -Putraku- panggilan vidio tersambung dan memperlihatkan wajah lelaki tampan yang sedang berada di kantin markas. Waktu ditempat Akifah berada berbeda 12jam dengan waktu ditempat Putranya berada.
Dapat Akifah lihat, bahwa Putranya ini baru akan makan sarapan paginya dijam 07:00 yang berarti ditempat Akifah juga menunjukkan pukul 07:00 malam (19:00). Alfatha yang tahu Bundanya akan mengatakan sesuatu pun langsung bergegas meninggalkan kantin markas menuju kamarnya yang terletak di L⁵.
Saat Alfatha sampai, ia langsung menyambungkan sambungan telfonnya menuju monitor komputernya dan duduk menghadap sang Bunda sembari tersenyum lebar.
Akifah yang melihatnya pun langsung mengatakan "Apa kau meninggalkan sarapan pagimu untuk mengobrol dengan Bundamu ini?" Tanyanya penuh selidik.
"Bunda, Fatha tau Bunda ingin mengatakan seseuatu. Apa yang ingin Bunda katakan?"
"Tid..." Perkataan Akifah terpotong disaat ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Putranya.
Tapi Alfatha hanya duduk sembari menunggu perkataan Sang Bunda selanjutnya, karena terpotong oleh ketukan seseorang dibalik pintu.
__ADS_1
"Fatha buka pintunya" Ucap Akifah kepada sang Putra yang terlihat enggan untuk membuka pintu karena takut ia tidak akan meneruskan perkataannya.
Alfatha yang mendengarkan Bundanya berkata seperti itu langsung bergegas membuka pintu kamar dan memperlihatkan seorang wanita cantik yang sedang berdiri didepan pintu kamarnya dengan tangan membawa nampan yang berisikan sarapan paginya.
"Terimakasih kak Zia, sudah menyusahkan kakak untuk mengantarkan makanan Fatha kemari" Ucap Alfatha saat seseorang yang dipanggil kak Zia itu menyodorkan nampan tersebut padanya.
"Sama-sama tampan" Balas kak Zia, lalu melanjutkan perkataannya "Kau dengar Fatha, jangan lupa waktu. Makanlah terlebih dahulu baru mengobrol dengan Bunda, setelah itu kau harus segera mengikuti latihan pagi hari ini. Jam delapan lebih lima belas menit datanglah kebawah, karena kami semua menunggumu dan kita akan latihan bersama"
"Siap kak" Balas Alfatha sembari menaruh tangannya sejajar alis pertanda ia memberi hormat kepada Zia.
Zia pergi meninggalkan kamar Alfatha sembari tersenyum manis dan mengedipkan sebelah matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
......................
......................
__ADS_1
Jangan lupa di like and vote ya sahabat Aletta ßýæfïřà 😉