KEDUANYA MAFIA

KEDUANYA MAFIA
Pergi lagi


__ADS_3

Mobil berjalan dengan kecepatan dalam rata-rata yang berisikan Bunda dan Anak tampannya. Mereka berdua akan menuju sebuah basecamp petinggi Queen off the Moon, yang biasanya akan berkumpul disana saat akan mengatur atau menyelidiki sesuatu.


"Waspada lah di suatu saat nanti sayang" Ucap Akifah kepada sang Putra.


"Apa kita terancam Bunda?" Tanya Alfatha, dengan menjawab perkataan Sang Bunda.


"Ntahlah, apa Fatha siap melawan jika ada sesuatu yang terjadi nanti dengan Bunda sayang?" Jawab Akifah.


"Fatha siap Bunda, Bunda akan selalu ada dalam diri Fatha. Walaupun Bunda pergi jauh tidak ada di depan mata, Bunda selalu ada dan Fatha jaga" Jawab sang Putra kepada Bunda, yang membuat Akifah memalingkan wajahnya kearah jendela yang ada disampingnya dengan air mata yang sudah mengalir deras, lalu dengan cepat ia hapus air mata itu dan lanjut berbicara.


"Terimakasih sayang, berbuat baiklah kepada siapa pun jika Kau mampu, dan jangan Kau tinggalkan dia di saat susah. Kau faham sayang?" Tanya Akifah diakhir perkataannya


"Siap Bunda, Fatha juga sayang Bunda" Balasnya dengan senyuman yang manis dan bola mata yang tulus akan perkataannya.


Tak selang berapa lama, mereka sampai. Mobil berhenti di depan sebuah hutan yang di dalamnya ada sebuah bangunan yang lumayan besar. Mereka keluar dari masing-masing tempat duduk. Lalu dengan cepat Akifah memutari mobil dan memegangi tangan kanan putranya.


"Ayo sayang" Ucap Akifah menarik tangan putranya.


Saat sampai kaki mereka menginjak bagian perkarangan bangunan tersebut, keluarlah seorang lelaki berpakaian hitam dengan satu buah pistol yang ia genggam di tangan kirinya. Berjalan mereka dengan memasuki bangunan tersebut, dan sampai disuatu ruangan yang lumayan besar.

__ADS_1


"Apa kabar Thata? Coba kau ingat, satu, dua, atau tiga tahun ya, kita terakhir bertemu?" Ucap pria tadi yang menyambut mereka ketika di luar, dengan menanyakan kabar Alfatha saat sudah sampai mereka di dalam sebuah ruangan.


"Kabar ku baik, tapi kenapa banyak sekali Uncle? Perkiraan ku, kita baru saja bertemu tiga hari yang lalu ketika Uncle datang mengunjungi rumah" Balas Alfatha dengan ingatannya.


(*Alfatha menyebut markas adalah rumah. Karena itu adalah rumah terbaik yang sangat ia kagumi dan ia sayangi. Pertama kali ia dibawa oleh Akifah, dia sangat antusias dan senang ketika ia melihat banyaknya anak-anak seusianya yang tengah bermain dan berlatih bersama*)


"Kau ini, seharusnya kau berpura-puralah sedikit saja, saat di depan Bunda mu ini" Balas lelaki tersebut di iringi dengan kekehannya.


"Ada apa?" Tanya lelaki itu dengan satu alis terangkat, ketika dia melihat raut wajah Akifah yang datar dan sedang menatap kearahnya.


"Bunda? Fatha izin ke toilet sebentar" Alfatha bersuara, ketika ia melihat kedua orang dewasa di depannya ini sedang tidak akur untuk situasi saat ini.


"Bunda temani?" Tanya Akifah mengalihkan pandangan nya, sambil tersenyum manis kepada Sang Putra.


"Baiklah, hati-hati sayang. Jaga dirimu" Ucap Akifah kepada Sang Putra dengan sebelumnya ia menepuk pelan pundak kiri Alfatha dua kali.


"Apa kau akan pergi lagi?" Tanya Lelaki itu to the point setelah Alfatha pergi berlalu dari hadapan mereka.


"Ya, ini cukup lama Bang. Aku serahkan urusan segalanya yang ada disini, pada Abang" Jawab Akifah sambil menghela nafasnya kepada lelaki tersebut yang dia panggil dengan sebutan abang.

__ADS_1


Devano Ravindra umur 23 tahun merupakan tangan kirinya Queen of The Moon sekaligus kakak angkat Akifah Queen Aza Kasela.


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya kembali Devano Sang Abang, kepada Akifah.


"Tidak ada, berfikirlah yang positif Bang. Aku akan pergi setelah dari sini. Untuk Fatha, Aku akan membawanya bersamaku dan Viola. Selebihnya itu urusan Abang dan Akifah serahkan seratus persen pada Abang" Jelas Akifah kepada Devano.


Bukan seperti orang baru tetapi, yang dilihat oleh Devano pagi ini, Akifah seperti orang yang baru saja mendapatkan kabar untuk segera cepat-cepat pergi dari negara ini. Tiba-tiba datang dan memberi kabar bahwa dia akan pergi, dengan semua urusan yang ada disini diserahkan kepada Devano seratus persen.


Dalam pemikiran Devano, apakah tidak ada basa-basi terlebih dahulu? Apa dikira Akifah, semua tugas yang akan dia berikan kepada Devano adalah sebuah mainan anak-anak yang baru saja dia beli? Dengan seenaknya dia mengatakan seperti itu?


"Kau ini, apakah tidak ada basa-basi terlebih dahulu? Apa Kau sudah memikirkannya dengan baik?" Akhirnya kalimat itu keluar juga dari mulut Devano yang dari tadi bersarang didalam kepalanya.


"Iya, sudah. Dari sini Akifah akan pergi ke negara K terlebih dahulu, setelah itu akan pergi bertemu Daddy dan Mommy" Jelas Akifah kepada Devano.


"Baiklah hati-hati, bayangan akan mengikuti kalian saat disana" Ucap Devano sembari tersenyum kepada Akifah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


......................

__ADS_1


......................


#Alettaßýæfïřà


__ADS_2