
"Mommy, Daddy mau tanya. Kemana Akifah?" Tanya Tuan Darrel to the point.
"Akifah belum pulang dari tadi siang Daddy, tapi tadi Akifah izin sama Mommy ingin bertemu Daddy, dan itu katanya Daddy yang suruh" Jelas Nyonya Yula.
"Iya, Daddy sempat sudah bertemu dengannya tadi siang" Kata Tuan Darrel, dengan pergerakan badan yang sudah duduk di sofa yang ada di kamar.
"Lalu, jika begitu Dia sudah pulang dong seharusnya sama Daddy" Jawab Nyonya Yula, mulai khawatir.
"Apa Dia marah karena Daddy, Ya Mommy?" Tanya Tuan Darrel.
"Marah? Marah kenapa? Emang Kamu bicara apa sama Akifah sampai Dia marah sama Kamu?" Tanya Nyonya Yula.
"Daddy hanya menyampaikan pesan Papa saja, Mommy" Ucap Tuan Darrel lagi.
"Daddy? Kamu kenapa malah sekarang menyampaikannya?" Jawab Nyonya Yula dengan Nada yang sudah naik satu oktaf.
"Emangnya Daddy salah? Daddy hanya menyampaikan saja" Jawab lagi Tuan Darrel dengan nada yang masih santai.
"Daddy ih" Ucap kesal Nyonya Yula.
__ADS_1
"Anak jarang-jarang pulang ketempat orang tua nya, malah Daddy yang buat masalah sekarang" Lanjut Nyonya Yula kembali.
"Seharusnya Daddy jangan beritahu sekarang dong, seharusnya Daddy ngerti keadaan dan suasana nya lah. Akifah juga baru saja sampai tadi pagi. Akifah pastinya lelah, belum lagi fikiran tentang pekerjaan yang ditinggali disana, jadi butuh fikiran yang fresh, untuk menelaah semuanya. Ini gara-gara Daddy menyampaikannya sekarang, yang iya malah makin pusing itu pastinya si Akifah" Jelas Nyonya Yula kepada Tuan Darrel.
"Ya udah, mau gimana lagi Mommy? Nasi sudah jadi bubur, Daddy kan hanya ingin mempercepat waktu saja" Jawab Tuan Darrel tanpa dosanya.
"Jadi gimana nih Akifah? Dia dimana sekarang Dad?" Tanya Nyonya Yula.
"Coba Mommy telfon si Vio, siapa tau Vio ada bersama Akifah juga" Ucap Tuan Darrel seraya beranjak dari duduknya.
"Yaudah iya" Jawab Nyonya Yula dengan mengambil handphonenya yang berada di atas nakas.
*Panggilan tersambung*
"Malam Vio. Sudah dibilang jangan panggil Nyonya, masih juga Kamu. Panggil Mommy saja, kita ini keluarga" Balas Nyonya Yula telak, ketika mendengar jawaban dari seberang telfon.
Diseberang sana Viola hanya terdiam mendengar jawaban Nyonya Yula. Sedangkan Nyonya Yula, melanjutkan perkataannya.
"Apa sekarang kamu lagi bersama Akifah dan Fatha?" Tanya Nyonya Yula to the point.
__ADS_1
"Iya benar Mom, kami lagi ada di appartemen Mr. cKS" Jawab Viola kepada Nyonya Yula.
"Ha? Ngapain kalian disana? Kalau gitu buat apa mansion sebesar ini, tapi nggak ada yang mau datang dan tinggal disini satupun" Ucap telak Nyonya Yula.
Sedangkan Viola yang berada diseberang panggilan telfon hanya terdiam mencerna ucapan Nyonya Yula. Lalu telfon terputus, dengan Nyonya Yula yang memutuskan secara sepihak.
*
Akifah yang sedang berjalan ingin menemui Sang Putra, tidak sengaja mata nya melihat Viola yang sedang melamun sambil berdiri di depan meja tamu.
"Vio? Kamu ngapain diam disitu? Sudah ada kursi disitu, bukannya duduk malah berdiri" Akifah membuka suara, yang membuat Viola tersentak dari lamunannya.
"Maaf Queen, Saya baru saja menerima telfon dari Nyonya Kasela" Jawab Viola atas pertanyaan Akifah tadi.
"Mommy? Apa yang dikatakan Mommy?" Tanya Akifah, dengan segera Viola membuka rekaman suara saat ia menerima telfon dari Nyonya Yula tadi.
Saat rekaman berakhir, Akifah dengan segera kembali membuka suara.
"Viola, Aku minta Kamu ketika sudah diluar waktu kerja atau apapun itu, biasakan memanggil nama saja dan untuk besok, bantu Aku untuk memesan satu tiket menuju negara A dan Aku serahkan Alfatha pulang bersamamu menuju Negara I secepatnya" Ucap Akifah pada Viola.
__ADS_1
"Baiklah, siap Queen" Jawab Viola dengan tangan sebelah kanannya membentuk tanda hormat.
Akifah memutar bola matanya malas karena mendengar Viola yang masih nemanggilnya dengan sebutan "Queen" dan Akifah kembali pada tujuan pertamanya yaitu ingin menemui Alfatha Sang Putra-nya.