KEDUANYA MAFIA

KEDUANYA MAFIA
Kediaman Tuan Besar Kasela


__ADS_3

Diwaktu pagi yang hampir siang, dua orang lelaki tak henti-hentinya untuk mempermasalahkan lagi dan lagi tentang sebuah perjodohan yang ditinggalkan oleh amanah seseorang.


"Perjodohan akan tetap berlangsung Darrel. Itu pesan terakhir yang Mamamu ucapkan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya" Tutur seorang pria paruh baya kepada Anak lelakinya.


"Baiklah. Tapi Pa, apa alasan yang harus Aku berikan kepada Akifah?" Jawab Anak lelaki tersebut sambil melontarkan sebuah pertanyaan kepada Sang Papa, karena ia tahu pasti Papa nya akan terus membahas hal ini jika tidak segera cepat diselesaikan, selama ini memang Sang Anak selalu memberikan sebuah alasan bahwa umur putrinya masih terlalu mudalah inilah dan itulah. Maka dari itu permasalahan ini selalu saja diungkit kalau keduanya bertemu.


"Papa sudah tahu alasan apa yang bagus untuk dia menerima perjodohan ini, kau hanya perlu menjalani tugas yang Papa berikan kepadamu nanti. Dapat Papa pastikan tidak ada penolakan yang diberikan Akifah kepadamu, lalu pernikahan akan digelar tiga minggu lagi" Dengan penuh keyakinan Sang Papa membalas perkataanAnak lelakinya yang ia panggil dengan sebutan nama Darrel.


"Baiklah, Aku akan pulang hari ini. Pesawat telah menungguku, Aku pamit Pa" Balas Darrel kepada Sang Papa sambil menyalimi tangan kanan Sang Papa, lalu izin pamit pulang ke Negaranya dan berjalan pergi meninggalkan kediaman Sang Papa.


Darrel Putra Kasela adalah anak dari Pria paruh baya yaitu Tuan besar Kasela. Tuan besar Kasela yang ingin mewujudkan keinginan terakhir istrinya bahwa wawasannya cucu mereka yang bernama Akifah Queen Aza Kasela harus dinikahkan oleh anak lelaki tunggal dari keluarga terpandang Ricardo.


Yang dimana dulunya Mendiang Nyonya besar Ricardo adalah sahabat dari kecil Mendiang Nyonya besar Kasela. Serta Mendiang Tuan besar Ricardo pun adalah salah satu sahabat karib dari Tuan besar Kasela. Untuk perjodohan ini pihak lelaki tidak ada menolak, dan setuju bahwa wawasannya anak mereka dijodohkan oleh Cucu perempuan pertama dari keluarga Kasela.


...****************...


Dilain tempat, seorang wanita cantik yang baru saja keluar dari pusat perbelanjaan dengan mengunakan pakaian serba hitam, serta sepatu sneakers putih yang mempercerahkan warna ditubuhnya dan tak lupa masker, topi dan kaca mata hitamnya itu ia gunakan disaat ia sedang seorang diri, terlihat ia sedang membawa banyaknya barang belanjaan yang ada dikedua tangannya.



Tak lain dan tak bukan ia adalah Akifah. Yang sedang berbelanja untuk ia bawakan kerumah Kakek nya. Saat sudah sampai dimobil, ia menaruh semua belanjaannya dibagasi mobil. Lalu ia memasuki mobil dengan ia menyetir sendiri menuju kediaman Tuan besar Kasela.

__ADS_1


Negara A yang sedang didirikannya markas cabang memang satu tempat dengan kediaman Tuan besar Kasela. Sekitar satu jam setengah ia diperjalanan menuju kediaman Tuan besar Kasela, akhirnya ia sampai dengan dibukakannya pintu gerbang oleh penjaga. Lalu, ia segera turun dari mobil dan mengambil barang belanjaannya tadi.


Pintu utama dibuka oleh seorang maid yang berada di kediaman Tuan besar Kasela, ketika melihat siapa yang datang maid tersebut menunduk hormat lalu berkata "Selamat datang Nona Muda, silahkan masuk"


"Tak perlu sungkan, Akifah datang membawa banyak makanan. Siapkan untuk makan siang Tetua ya" Jawabnya sambil berjalan masuk dan tersenyum manis ketika sudah membuka topi, kacamata dan masker hitamnya.


Akifah duduk di ruang keluarga menunggu kedatangan Tuan besar Kasela dengan sesekali melemparkan pandangannya kesetiap sudut ruangan.


"Cucuku Akifah" Ucap Tuan besar Kasela kepada cucunya ketika sudah keluar dari dalam lift dengan menggunakan satu tongkat ditangan sebelah kanannya.


"Kakek?" Balas Akifah terkejut ketika kakeknya berjalan dengan satu tongkat disebelah tangannya dengan tergopoh-gopoh.


"Maaf, Akifah baru bisa mengunjungi Kakek kemari" Lanjut Akifah seraya berjalan dengan cepat kearah kakeknya lalu memegangi Tuan besar Kasela untuk berjalan kearah kursi, sebelumnya ia menyalimi tangan kanan Tuan besar Kasela terlebih dahulu.


"Kakek yang terbaik, terimakasih Kakek" Puji Akifah kepada Kakeknya sembari mengucapkan terimakasih.


"Akifah kemari membawa banyak makanan, apa Kakek ingin makan sekarang?" Tawar Akifah kepada Sang kakek.


"Tidak, tidak cucuku, ini belum waktunya makan siang, nanti saja jika sudah waktunya kita akan makan bersama" Balas Sang Kakek sambil menggelengkan kepalanya.


"Baiklah, Akifah tidak memaksa. Akifah ada disini karena Akifah membangun cabang markas di daerah perdalaman Barat Kek" Ucap Akifah membalas perkataan Sang Kakek lalu menyampaikan apa tujuan dia ke Negara A.

__ADS_1


Sebelum menjawab perkataan Akifah, terlebih dahulu Tuan Muda Kasela menghembuskan nafasnya berat lalu berkata "Bagus cucuku, diumur yang sekarang kau bisa membangunnya sendiri tanpa bantuan tangan siapapun yang menolongmu. Kakek harap, kau mau memegang hak atas kepemimpinan Daddy mu pada Black Tiger" Tutur Tuan besar Kasela dengan nada yang lembut kepada cucunya.


"Dapat Kau lihat sekarang, Kakek sudah tidak bisa memimpinnya lagi dengan kesehatan kakek yang lama-kelamaan memburuk, dan Daddy mu yang sudah berumur juga tidak akan lama lagi akan mengundurkan diri karena larangan Mommymu yang selalu takut bagaimana akhirnya hidup Daddy mu kalau dia selalu ada didalam medan perang"


"Kakek tahu kau bisa cucuku, Kakek sekarang kenapa masih ada diatas dunia ini karena Tuhan memberikan umur yang panjang, dan mungkin Tuhan tidak ingin mencabut nyawa kakek karena urusan didunia yang belum selesai. Urusan yang seharusnya sudah harus selesai sebelum kepergiannya Nenekmu, menjadi tertunda sampai sekarang karena kau yang selalu menolaknya"


"Daddymu menyetujui apa keputusan Kakek. Dan untuk Mommymu, dia juga setuju karena dia juga kasihan melihat Daddymu yang harus pulang dan pergi setiap harinya keperusahaan dan juga kemarkas. Daddymu memang tak pernah mengeluh ataupun tak ingin mengurusnya, tapi Aku ayahnya. Aku tahu bahwa anakku itu tidak sanggup lagi menampung semuanya sendiri"


"Untuk perusahaan °ka§elaCOMPANY° Kakek lihat Daddymu masih mampu melakukannya, jika Dia tidak bisa pergi langsung ia bisa menjalaninya dari rumah. Kakek tidak memaksamu, kakek hanya memberikan saran saja kepadamu cucuku" Tutur Sang Kakek pada cucu satu-satunya itu dengan panjang lebar, agar cucunya mengerti apa yang ia maksudkan selama ini.


"Karena Kakek tahu mana yang terbaik dan mana yang tidak Akifah" Lanjut Sang Kakek dengan menyebutkan nama cucunya diakhir kalimat.


Beberapa detik kemudian ruangan itu hening tanpa adanya suara apapun, mereka yang sedang duduk sibuk dengan pikirannya masing-masing. Tak kala ada kepala pelayan Tuan besar Kasela datang untuk memberitahukan bahwa wawasannya waktu makan siang telah tiba.


Kakek dan cucunya itupun pergi keruang makan untuk menyantap makan siangnya yang sudah disediakan dan tertata rapi diatas meja makan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


......................


......................

__ADS_1


#Alettaßýæfïřà😉


__ADS_2