
🍁 Happy Reading 🍁
Setelah Laura pergi, Rico merogoh saku celananya lalu mengaktifkan ponselnya yang sejak pagi ia sengaja matikan.
Begitu ponsel diakifkan ternyata ada lebih dari sepuluh panggilan tak terjawab dari Chika.
Rico pun menghubungi Chika.
Tak sampai menunggu nada sambung berakhir, Chika menjawab telepon Rico.
"Halo Chik."
"Halo Co. Kamu dimana sekarang?" tanya Chika.
Rico menghela nafasnya kasar sampai kedengaran di telinga Chika.
"Masih di hotel. Kamu udah nonton konferensi pers pagi ini kan?"
"Udah Co. Jadi kamu beneran nerima nikah siri settingan itu?" tanya Chika.
"Ummm..." jawab Rico.
"Kamu tau gak, hati Abbey hancur lihat konferensi pers tadi." ucap Chika.
"Sekarang Abbey lagi sama kamu?" tanya Rico.
"Iya. Kalau kamu ada waktu, kamu kesini Co, obrolin masalah ini baik-baik sama Abbey."
Rico terdiam.
"Kalau kamu gak bisa ke kosan aku, kamu tentuin aja dimana kamu bisa ketemuan sama Abbey, biar aku bawa Abbey kesana." lanjut Chika.
"Memangnya Abbey mau ketemu sama aku?" tanya Rico.
"Ya...." Chika menggantung kata-katanya.
"Kalau dia gak mau, ya udah gak usah." ucap Rico.
"Ya gak bisa gitu dong Co, kalian berdua tetap harus ngobrol. Pokoknya aku akan usahain supaya Abbey mau ketemu sama kamu." rayu Chika.
"Gak usah Chik, gak ada lagi yang harus di omongin. Hubungan kami sudah berakhir." ucap Rico.
__ADS_1
"Kok kamu ngomong gitu Co? Kamu gak sayang sama hubungan kalian yang udah lama? Atau jangan-jangan bener yang Abbey bilang kalau kamu memang punya perasaan sama Laura? Iya?"
"Terserah kamu mau ngomong apa, tapi yang jelas ini keputusan yang terbaik untuk kami berdua." jawab Rico.
"Tolong jaga Abbey yah Chik. Dan sampaikan permintaan maaf ku sama Abbey." kata Rico lagi.
"Ri-"
Belum juga Chika selesai bicara Rico lanhsung menutup teleponnya lalu menonaktifkan lagi ponselnya.
"Pacar kamu?" tanya Laura tiba-tiba dari belakang Rico. Laura tak sengaja mendengar kata-kata Rico dengan orang yang ada di seberang telepon. Laura pun berjalan mendekati Rico yang masih berdiri di dekat jendela.
"Bukan, tapi sahabatnya pacar aku." jawab Rico.
OOO. Laura membulatkan mulutnya.
"Jadi kamu memutuskan untuk mengakhiri hubungan kamu dengan pacar kamu?" tanya Laura.
Rico menganggukkan kepalanya.
"Ini yang terbaik buat dia." jawab Rico sambil matanya menatap kosong ke depan.
"Karena aku bukan laki-laki yang baik untuknya." jawab Rico.
"Tenang saja kalau kalian berjodoh pasti kalian akan bersama lagi." balas Laura sambil menepuk pundak Rico.
🍁 🍁 🍁
Sementara di kosan Chika, tak sengaja Abbey mendengar kata-kata Chika.
Kok kamu ngomong gitu Co? Kamu gak sayang sama hubungan kalian yang udah lama? Atau jangan-jangan bener yang Abbey bilang kalau kamu memang punya perasaan sama Laura? Iya?
Itulah kata-kata Chika yang Abbey dengar. Dari kata-kata itu, Abbey bisa menyimpulkan kalau Rico tidak mau meneruskan hubungan mereka.
Setelah Rico menutup teleponnya, Chika pun membalikkan tubuhnya. Dan betapa kagetnya Chika saat melihat Abbey yang ada di depan pintu kamar.
"Bey..." lirih Chika.
"A' Ico gak mau kan Chik nerusin hubungan kami?" tanya Abbey sambil menangis.
Chika tak menjawab dan berjalan mendekati Abbey lalu memeluk sahabatnya itu. Abbey pun menangis sesunggukkan dalam pelukan Chika.
__ADS_1
🍁 🍁 🍁
Satu Minggu kemudian.
Sudah satu Minggu hubungan Abbey dan Rico berakhir. Kini keadaan Abbey sudah lebih baik daripada hari-hari kemarenz sekarang Abbey sudah bisa menerima kenyataan kalau hubungannya dengan Rico telah berakhir.
Tak ingin berada satu kota dengan Rico, Abbey pun memutuskan untuk pindah ke Bali, ke tempat Annet berada. Abbey juga sudah mengundurkan diri dari tempat kerjanya.
"Kamu yakin Bey mau ke Bali?" tanya Chika yang tak rela sahabatnya pergi jauh darinya.
"Iya Chik." jawab Abbey sambil mengemasi barang-barangnya. Besok ia sudah berangkat ke Bali.
"Terus kalau aku kangen gimana? Masa kamu tega sih ninggalin aku di kota ini sendirian? Kan aku ke Jakarta juga gara-gara kamu Bey." balas Chika.
"Ya atau gak kamu ikut aja ke Bali." jawab Abbey.
"Terus kerjaan aku gimana disini?" tanya Chika.
"Ya keluar lah. Terus kita cari kerjaan disana." jawab Abbey.
"Kamu duluan deh kesana, aku selesein dulu sampai akhir bulan ini, sayang tinggal dua Minggu lagi." balas Chika.
"Bener yah?" tanya Abbey. Padahal tadi dia cuma main-main mengajak Chika pindah ke Bali.
"Iya bener. Aku juga males ada di kota ini kalau gak ada kamu." jawab Chika.
Abbey pun melanjutkan mengemasi barang-barangnya yang di kirim orang suruhan Rico dari apartemen Rico.
🍁 🍁 🍁
Di tempat lain, ada Rico yang saat ini ada di rumah yang ia belikan untuk Abbey.
Rico menjelajahi setiap ruangan yang ada di rumah itu. Sorot mata penuh kesedihan tak bisa Rico tutupi saat berada di halaman belakang karena sebelumnya Rico sudah membayangkan hal-hal yang indah bersama Abbey di halaman belakang itu. Ia pernah membayangkan bisa menghabiskan waktu bersama Abbey dan anak-anak mereka. Abbey berkebun, anak-anak mereka berenang dan Rico bermain biliar sambil sesekali memperhatikan Abbey dan anak-anak mereka.
Suara teriakan anak-anak mereka yang memanggil Rico Ayah dan Abbey Ibu juga masuk ke dalam angan-angan Rico.
Tapi sayangnya semua impian Rico itu telah sirna, Rico tidak menyangka kalau hubungannya dengan Abbey harus berakhir sad ending.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...
__ADS_1