Kekasih Rahasia Sang Selebgram

Kekasih Rahasia Sang Selebgram
Bab 46


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"A' Ico." lirih Abbey.


"Akhirnya aku nemuin kamu juga Bey." ucap Rico.


Tiba-tiba saja Abbey tersadar kalau dirinya harus segera mabawa Alma ke rumah sakit.


"Maaf, aku buru-buru." ucap Abbey lalu berlalu dari hadapan Rico.


Tapi baru saja Abbey melewatinya, Rico langsung menahan tangan Abbey.


"Minggir! Aku harus ke rumah sakit! Anak aku panas tinggi!" ucap Abbey sambil menepis tangan Rico.


Untuk beberapa detik Rico syok dengan kata-kata Abbey.


Anak? Abbey sudah punya anak? Berarti dia sudah menikah? begitu lah isi otak Rico.


"Aku anter." tawar Rico.


"Gak usah. Aku bisa jalan sendiri." tolak Abbey.


"Aku tau kamu bisa jalan sendiri, tapi jalan sambil gendong anak itu pasti kaki kamu capek! Biar aku anter, jangan keras kepala!" balas Rico.


"Bu, Ibu pulang aja, biar saya yang anter Abbey ke rumah sakit." ucap Rico pada Bunda Balqis.


Bunda Balqis mengernyitkan keningnya.


Abbey? Kok laki-laki ini memanggil Bunda Alma dengan nama Abbey, kan namanya Lena Hapsari? Begitulah yang ada dipikiran Bunda Balqis.


Melihat wajah ragu Bunda Balqis, cepat-cepat Rico mengeluarkan dompetnya lalu memberikan KTP-nya pada Bunda Balqis.

__ADS_1


"Ini pegang ktp saya kalau Ibu takut saya bawa lari Abbey." ucap Rico.


Bunda Balqis mengambil KTP itu.


"Ayo." Rico langsung menarik tangan Abbey mendekati motornya kemudian naik keatas motor.


"Naik." perintah Rico setelah berada di atas motor.


Dengan ragu-ragu Abbey pun naik ke atas motor Rico. Setelah Abbey naik, barulah Rico melajukan motornya menuju rumah sakit. Sedangkan Bunda Balqis pulang ke rumah singgah.


Rumah singgah.


Sesampainya di rumah singgah, para Mama-Mama yang menunggu di ruang tunggu langsung menghampiri Bunda Balqis.


"Kok udah pulang? Alma sudah di tangani?" tanya Mama Rora.


"Ada yang anter Bunda Alma ke rumah sakit." jawab Bunda Balqis.


"Ini." jawab Bunda Balqis sambil memberikan KTP Rico.


"Ini.... ini bukannya Rico si artis itu yah?" tanya Mama Rora saat melihat nama dan foto Rico di KTP.


Penjaga rumah singgah yang ada disitu mengambil KTP Rico.


"Iya bener, ini A' Rico." ucap si penjaga rumah singgah.


"Kok Rico bisa kenal sama Bunda Alma?" Mama Rora makin bertanya-tanya.


"Ya mungkin karena simpati. Kan A' Rico jiwa sosialnya tinggi. Asal tau aja A' Rico kan salah satu artis yang membangun rumah singgah ini dan dia donatur paling besar di rumah singgah ini. Sebulan mau lima puluh sampe tujuh puluh lima juga sumbangannya." jawab penjaga rumah singgah.


Mata ibu-ibu membulat mendengar jumlah sumbangan Rico.

__ADS_1


"Mungkin aja A' Rico tadi memang mau lihat-lihat kesini, terus gak sengaja lihat Bunda Alma dan Bunda Balqis keluar dari sini tergesa-gesa, makanya dianter sama A' Rico." kata penjaga rumah singgah lagi.


Masuk akal. Begitu lah pikiran ibu-ibu.


"Tapi ada yang aneh, tadi si Rico ini manggil Bunda Alma itu Abbey, bukannya nama Bunda Alma itu Lena? Terus dari tatapannya si Rico, aku lihat kayak udah kenal lama sama Bunda Alma." kata Bunda Balqis.


Gara-gara kata-kata Bunga Balqis, jiwa gosip mereka pun meronta-ronta.


🍁 🍁 🍁


Rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Alma langsung mendapat penanganan dari tim medis.


Sedangkan Abbey, ia menunggu di depan ruang penanganan. Ia mondar-mandir gelisah menunggu dokter keluar. Sedangkan Rico, ia hanya melihat Abbey dari tempat duduk di depan ruang penanganan sambil otaknya memikirkan kapan Abbey menikah, lalu kemana suami Abbey hingga Abbey harus tinggal di rumah singgah.


Ceklek. Tak lama dokter pun keluar dari ruang penanganan.


"Gimana anak saya dok?" tanya Abbey.


"Tidak ada yang membahayakan, memang efek dari kemoterapi yah salah satunya yah anak jadi sering panas, mual, muntah dan tidak nafsu makan. Tapi anak Ibu sudah di beri obat penurun panas. Nanti kalau panasnya sudah turun, bisa langsung pulang." jawab dokter.


Abbey pun menghela nafasnya lega.


"Jadi saya boleh masuk dok?" tanya Abbey.


"Boleh. Silahkan." jawab dokter.


Abbey pun cepat-cepat masuk ke dalam ruang penanganan. Sedangkan dokter, ia menghampiri Rico saat melihat Rico duduk di kursi dan nampak sedang memikirkan sesuatu.


🍁 🍁 🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2