
🍁 Happy Reading 🍁
Apa jangan-jangan...
Rico curiga kalau Alma adalah anaknya. Kalaupun Alma terlahir prematur, rasanya tidak mungkin tujuh bulan setelah putus Abbey melahirkan Alma. Setidaknya harus di butuhkan sekurang-kurangnya waktu satu tahun, itupun kalau Abbey menikah satu bulan setelah putus dengan Rico. Tapi Rico rasa itu tidak mungkin, Rico tau siapa Abbey, dia tidak akan semudah itu membuka hati untuk pria lain.
Dan kalau memang Alma bukan anak Rico, kenapa juga Abbey sampai harus ganti nama? Pasti semua itu Abbey lakukan agar Rico tidak bisa mendapati jejak Abbey.
Tak ingin menerka-nerka, Rico menghubungi Laura dan meminta Laura menyuruh orang suruhannya untuk membantunya menyelidiki tentang Alma.
🍁 🍁 🍁
Kamar rawat VIP.
Alma sudah di pindahkan di kamar rawat.
"Loh ini kan kamar VIP sus?" kaget Abbey.
"Iya Bu. Pak Rico sudah mengurus perpindahan kelas kamar rawat anak Ibu." Jawab perawat.
Abbey mengehela nafasnya kasar.
"Gak usah sus, biar anak saya di kamar rawat kelas tiga saja." tolak Abbey.
"Tapi Bu-"
"Jangan nolak Bey, aku sengaja pindahin kamar anak kamu biar kamu juga bisa nyaman." tiba-tiba saja Rico datang.
"Aku nyaman kok di kamar rawat kelas tiga." balas Abbey.
Rico melirik perawat dan memberi kode pada perawat untuk segera keluar.
"Kami permisi dulu Bu, kalau ada apa-apa tekan saja tombol ini." pamit perawat.
"Sus, tolong pindahin anak saya dulu sus." ucap Abbey sambil mengejar perawat. Tapi Rico langsung menahan tangan Abbey.
__ADS_1
"Jangan keras kepala Bey. Di kamar kelas tiga kamu tidur di lantai, di kamar ini kamu bisa tidur di sofa. Badan kamu jadi gak sakit. Kalau kamu sakit, yang jaga anak kami siapa nanti, pikir kesitu!" ucap Rico.
Abbey menghela nafasnya kasar sambil menepis tangan Rico lalu berjalan menuju ranjang Alma.
Tiba-tiba saja mata Rico tertuju pada papan nama yang tertera di depan ranjang Alma.
Nama : Risalma Pratista.
Usia : Lima tahun.
Tanggal lahir : 09-09-2025
Nama Orangtua : Lena Hapsari.
Dokter Penanggungjawab : Dokter Reksa.
Rico tersenyum pahit.
"Pantes aja aku gak bisa nemuin kamu dimana-mana, ternyata kamu ganti nama." sindir Rico.
Rico berjalan mendekati Abbey.
"Aku butuh penjelasan, Bey." ucap Rico.
"Gak ada yang harus di jelasin." jawab Abbey tanpa menoleh kearah Rico.
"Oke kalau kamu gak mau kasih penjelasan apa-apa, aku bisa cari tau sendiri." balas Rico.
Abbey pun menoleh ke arah Rico dan memberi tatapan tajam pada Rico.
"Bunda..." lirih Alma.
Sontak Abbey memalingkan pandangannya dari Rico.
"Iya Sayang." jawab Abbey.
__ADS_1
"Om ini siapa?" tanya Alma.
"Ah ini..." Abbey gugup.
"Apa ini Ayah Alma?" tanya Alma.
Mata Abbey membulat.
"Kok Alma ngomongnya gitu? Ayah Alma udah gak ada Sayang. Om ini bukan Ayah Alma." Jawab Abbey.
"Tapi muka Om ini sama kayak foto yang ada di album foto di laptop Bunda." jawab Alma.
Rico menatap Abbey dengan tatapan mengintimidasi.
"Foto Om ini memang ada di laptop Bunda, karena dulu, Om ini temen Bunda." jawab Abbey gugup.
"Oh... Alma pikir Om ini Ayah Alma." balas Alma dengan nada kecewa.
"Alma, sudah berapa kali sih Bunda bilang kalau Ayah Alma udah gak ada. Jadi stop yah menyebut orang lain sebagai Ayah Alma. Kasihan nanti keluarga Om ini kalau Alma anggap Om ini Ayah Alma. Oke." ucap Abbey.
Alma menganggukkan kepalanya.
"Ya udah sekarang Alma tidur yah biar panas Alma cepet turun dan kita bisa balik ke rumah singgah lagi." ucap Abbey dan kembali di jawab dengan anggukkan kepala oleh Alma.
Sementara Rico yang sejak tadi berdiri disamping Abbey semakin yakin ada yang disembunyikan Abbey setelah mendengar pembicaraan Abbey dan Alma.
"Aku tunggu kamu di luar." ucap Rico lalu keluar dari kamar rawat Alma.
Abbey menghela nafasnya kasar setelah Rico keluar.
Aku harus bagaimana sekarang? Aku belum siap memberitahu A' Ico kalau Alma adalah anaknya. Gumam Abbey dalam hati.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...
__ADS_1