
🍁 Happy Reading 🍁
Rico selesai membuat video review CaBey Bunda Alma, sisanya akan di urus oleh timnya.
Setelah selesai membuat konten, Rico pergi dari perusahaan dan pergi ke rumah sakit untuk menemui Abbey dan meneruskan pembicaraan mereka semalam yang belum selesai.
Sebelum pergi ke rumah sakit, tak lupa Rico membelikan hadiah untuk Alma dan beberapa makanan kesukaan Abbey.
Sesampainya di kamar rawat Alma, ternyata bukan Abbey yang menjaga Alma, melainkan Mama Rora. Sedangkan Alma sedang tidur karena efek obat yang Alma minum.
Mata Mama Rora membulat lebar kala melihat Rico masuk ke kamar rawat Alma.
"Kamu... Kamu... Kamu A' Rico kan?" tanya Mama Rora.
Rico tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya.
"Woah... Boleh foto bareng gak? Saya tuh ngefans sama A' Rico tau'." ucap Mama Rora.
"Boleh Bu, boleh." jawab Rico.
Mama Rora dan Rico pun berfoto bersama.
__ADS_1
"Mamanya Alma kemana, Bu?" Tanya Rico.
"Oh... Bunda-nya Alma balik ke rumah singgah ada urusan." jawab Mama Rora.
"Buat sambel?" tanya Rico.
"Aa tau?" tanya Mama Rora.
"Ya tau lah, kan saya sering lihat live-nya Mama Rora. Dan saya juga sangat tau kalau sambel itu buatan Abbey." jawab Rico.
"Abbey?" tanya Mama Rora.
"Maksud saya Bunda Alma." jawab Rico.
"Tapi ngomong-ngomong A' Rico kenapa manggil Bunda Alma dengan nama Abbey? Kan nama Bunda Alma itu Lena Hapsari." tanya Mama Rora.
"Dulu nama panggilannya Abbey, Bu." jawab Rico.
"A' Rico udah kenal lama yah sama Bunda Alma?" tanya Mama Rora kepo.
Rico menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Bukan hanya kenal Bu, tapi Alma juga anak saya. Gumam Rico dalam hati.
"Oh iya Bu, kalau Ibu mau pulang, pulang saja, biar saya yang jaga Alma disini." ucap Rico.
"Memangnya A' Rico gak sibuk?" tanya Mama Rora.
"Gak Bu. Ibu pulang aja. Nanti kalau Bunda Alma tanya siapa yang jaga Alma, bilang aja saya yang jaga." jawab Rico.
"Ya sudah kalau begitu saya pulang dulu, tolong jaga Alma yah A'." balas Mama Rora lalu keluar dari kamar rawat Alma.
Setelah Mama Rora pergi, Rico pun berjalan mendekati ranjang Alma dan duduk di kursi sebelah ranjang.
Rico menatap dalam-dalam wajah Alma. Menatap wajah Alma, Rico seperti melihat dirinya waktu kecil dalam versi perempuan.
"Rasanya tidak perlu tes DNA lagi, aku yakin kalau Alma adalah anak aku. Wajahnya mirip sekali dengan ku." gumam Rico sambil mengelus hidung dan pipi Alma.
"Maafin Ayah yah Sayang, Ayah baru datang. Pasti selama ini kamu kesepian yah tanpa Ayah? Ayah janji mulai sekarang,.Ayah gak akan pernah pergi lagi dari kamu dan Bunda mu. Ayah akan jaga kalian berdua, Ayah akan membayar ketidak hadiran Ayah selama enam tahun belakangan ini." gumam Rico lagi.
"Kamu jangan pernah nyalahin Bunda yah karena Bunda membohongi mu selama ini, Bunda gak pernah salah, Ayah yang salah, karena dulu Ayah lebih memilih karir Ayah ketimbang Bunda mu. Bunda mu tidak memberitahu mu tentang Ayah, karena Bunda mu sedang menghukum Ayah. Karena Ayah sudah ada disini, kamu bantu Ayah yah agar Bunda memaafkan Ayah." lanjut Rico pada Alma yang sedang tidur.
🍁 🍁 🍁
__ADS_1
Bersambung...