
🍁 Happy Reading 🍁
Setelah mengobrol sebentar dengan para ibu-ibu penghuni rumah singgah sekaligus membahas masalah produksi sambel, rombongan Rico pun berangkat ke bandara.
Masalah produksi sambel sudah di putuskan, setelah stok sambel seratus botol yang Abbey buat kemaren habis, maka produksi CaBey Bunda Alma pun berhenti sejenak menunggu Abbey pulang.
Rencananya Abbey akan sering pulang ke Jakarta di usahakan sebulan dua kali. Dan selama Abbey pulang ke Jakarta nanti, Rico lah yang akan menjaga Alma di Singapura. Bahkan Chika yang masih di Bali pun akan menyusul Abbey dan Alma ke Singapura untuk menjaga Alma. Chika sedang berusaha mengajukan surat pengunduran diri sekali lagi setelah sebelumnya pengajuan pengunduran diri Chika di tolak atasannya.
Makanya selama Abbey dan Alma di Jakarta dia tidak bisa menyusul mereka.
Chika juga sudah mendengar dari Abbey kalau Abbey sudah bertemu dengan Rico dan Rico juga sudah tau kalau Alma adalah anaknya.
💋💋💋
Singapura.
Kini Abbey, Alma dan Rico sudah berada di Singapura. Sesampainya di Singapura, mereka langsung pergi ke apartemen Rico.
"Nah ini kamar Alma." ucap Rico sambil menunjukkan kamar Alma.
"Woah..." Alma terkagum-kagum melihat kamar yang sudah disiapkan Rico untuknya. Sebelum mereka berangkat ke Singapura, selain mencari rumah sakit untuk Alma, Rico juga menyuruh orang untuk mendekor kamar tamu di apartemen mewah miliknya yang ada di Singapura. Kamar tamu yang tadinya kosong dan belum terisi barang-barang, Rico suruh isi dengan karakter Moana, karakter kesukaan Alma.
"Bun, kamar Alma gambar Moana." ucap Alma kegirangan pada Abbey.
Abbey tersenyum tipis melihat putri kesayangannya sebahagia itu.
"Alma suka gak?" tanya Rico.
"Suka Om, suka banget." jawab Alma.
__ADS_1
Alma pun masuk ke dalam kamar untuk melihat-lihat isi kamarnya. Bukan hanya wallpaper saja yang di pasang karakter Moana, sprei, sarung bantal dan guling, lemari, meja belajar, karpet bulu dan sarung bantal sofa pun juga bergambar karakter Moana.
"Kok tempat tidurnya ukuran kecil? Terus aku tidur dimana?" tanya Abbey saat menyadari tempat tidur di kamar Alma hanya berukuran 120x200.
"Kamar kamu di kamar utama, ada di lantai atas." jawab Rico.
"Kamar utama?" Abbey mengernyitkan keningnya.
"Jangan bilang itu kamar kamu?" tanya Abbey curiga.
Rico menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Jadi maksud kamu kita tidur bareng gitu?" tanya Abbey.
"Jangan salah paham, aku tidur di hotel nanti. Tapi kalau kamu mau kita tidur bareng juga gak pa-pa, toh dulu kita juga sering tidur bareng, makanya sampe ada Alma." jawab Rico.
"Hehehe... Becanda, jangan galak-galak ah. Kamu semenjak jadi Ibu, jadi sangar banget." ucap Rico.
Abbey tidak membalas lalu berjalan mengambil koper Alma dan memberikan koper Alma pada Rico.
"Ini beresin pakaian Alma, aku mau beresin pakaian aku dulu." perintah Abbey.
"Baik Ratu ku." jawab Rico.
"Hish apaan sih!" ketus Abbey lalu keluar dari kamar Alma dan menyeret kopernya menuju kamar utama.
Setelah membereskan barang-barangnya, barulah Abbey turun kembali ke lantai bawah, ke kamar Alma.
Sesampainya di kamar Alma, ternyata Rico dan Alma sedang asyik bermain dan barang-barang Alma belum di bereskan Rico.
__ADS_1
"Belum di beresin barang-barangnya?" tanya Abbey.
"Belum. Alma minta ditemani main." jawab Rico.
"Kayaknya kamu gak usah nginep di hotel, kamu tidur aja di kamar ini, biar aku sama Alma tidur di kamar utama. Tempat tidur disana lebih besar jadi aku sama Alma bisa tidur satu ranjang." ucap Abbey.
"Ya gak bisa dong! Kamar ini udah aku desain khusus untuk Alma, masa Alma gak tempatin kamar ini." tolak Rico.
"Terus kalau Alma tidur disini, siapa yang nemenin dia di kamar ini, sedangkan kamar aku ada diatas." balas Abbey.
"Aku udah siapin suster yang akan jaga Alma, susternya besok baru datang. Besok kasur untuk susternya juga datang." jawab Rico dengan santainya.
"Kamu kok gak ngomong dulu sama aku kalau kamu sewa suster?" tanya Abbey.
"Kenapa? Kamu gak suka kalau aku sewa suster? Aku sewa suster kan buat bantu kamu, biar kamu gak terlalu capek. Aku tau kamu masih harus bikin komik, makanya aku sewa suster untuk bantu jaga Alma."
"Bukan masalah suka atau gak sukanya Co, tapi harusnya kamu tuh ngomong dulu sama aku! Alma itu anak aku, aku yang berhak nentuin siapa-siapa aja yang buat jaga dia!" Omel Abbey.
Tak senang dengan kata-kata Abbey, Rico berdiri dari duduknya.
"Tapi Alma juga anak aku Bey! Aku juga berhak dong ngasih yang terbaik buat dia!" balas Rico.
Abbey kaget saat Rico mengakui Alma sebagai anaknya di hadapan Alma langsung. Alma yang mendengar itu jadi melongo mendengar kata-kata Rico.
"Sini kamu!" Abbey menarik tangan Rico dan menyeretnya keluar dari kamar Alma.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...
__ADS_1