
🍁 Happy Reading 🍁
Kamar rawat Alma.
Setelah membaca prosedur tentang donor sumsum tulang belakang, barulah Rico menyusul ke kamar rawat Alma.
"Alma tidur?" tanya Rico dan dijawab dengan anggukkan kepala oleh Abbey.
"Apa yang kamu bicarakan dengan dokter?" tanya Abbey.
"Bukan apa-apa." jawab Rico.
"Oh..."
"Kamu pulang lah, biar aku yang jaga Alma malam ini." ucap Rico.
"Kenapa bukan kamu aja yang pulang?" tanya Abbey balik.
"Kamu kan masih harus kerja, jadi lebih baik kamu saja yang pulang." jawab Rico.
Abbey melirik Alma sesaat lalu menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah, aku pulang dulu. Kalau ada apa-apa dengan Alma cepat kasih tau aku." ucap Abbey.
"Um..." jawab Rico.
"Aku telepon supir, biar dia langsung ke depan lobi." kata Rico lagi dan dijawab dengan anggukkan kepala oleh Abbey.
Sebelum keluar dari kamar rawat Alma, Abbey mencium kening Alma terlebih dulu baru keluar.
Setelah Abbey keluar, Rico duduk di tepi ranjang rawat Alma dan menggenggam tangan Alma.
"Sayang, besok Ayah akan melakukan serangkaian tes kesehatan. Mudah-mudahan tes kesehatan Ayah dinyatakan bagus dan kecocokan sumsum tulang belakang kita tinggi, biar bisa Ayah donor-in sumsum tulang belakang Ayah untuk kamu. Jangankan sumsum tulang belakang, nyawa pun pasti akan Ayah berikan untuk kamu, Nak." lirih Rico.
🍁🍁🍁
Keesokan paginya.
Pukul 06.00
Jam masih menunjukkan pukul enam pagi, Abbey sudah berada di rumah sakit.
__ADS_1
"Kenapa pagi sekali datangnya?" tanya Rico begitu Abbey masuk kedalam kamar.
"Salah kalau aku ingin cepat-cepat bertemu dengan anak ku?" tanya Abbey balik sambil berjalan mendekati Alma yang masih tidur.
"Tidak sih. Tapi sepertinya kamu tidak percaya padaku kalau aku bisa mengurus Alma sendiri." jawab Rico.
"Jadi jam berapa Alma bisa pulang?" tanya Abbey.
"Dokter belum visit jadi belum tahu." jawab Rico.
"Apa semalam kalian begadang? Makanya jam segini Alma belum bangun?" tanya Abbey
"Tidak, jam sembilan dia sudah tidur." Jawab Rico.
Pukul 08.00
Alma sudah bangun, sudah sarapan dan sudah di bersihkan tubuhnya. Tinggal menunggu dokter yang menangani Alma, visit.
Ceklek. Pintu kamar rawat Alma terbuka. Abbey dan Rico pikir yang datang adalah dokter visit, ternyata yang datang adalah Laura.
Mata Abbey membulat lebar saat melihat Laura, raut wajahnya juga langsung berubah drastis. Sama seperti Abbey, Rico juga kaget kenapa Laura bisa datang.
Rico melirik Abbey, dari raut wajah Abbey, Rico bisa tahu kalau Abbey tidak nyaman dengan kedatangan Laura.
"Hai, keponakan cantik ku..." sapa Laura sambil berjalan mendekati ranjang Alma.
"Kenapa kamu kesini?" tanya Rico berbisik.
"Salah kalau aku menjenguk keponakan ku? Aku sangat penasaran dengan anak dan istri mu." jawab Laura sambil melirik Abbey.
"Tante siapa?" tanya Alma.
"Oh iya kita belum kenalan. Perkenalkan Aunty Laura, Kakak-nya Ayah mu." jawab Laura memperkenalkan diri pada Alma.
"Oh.." Alma hanya membulatkan mulutnya.
"Hai Abbey, akhirnya aku bisa bertemu dengan mu." ucap Laura menyapa Abbey.
Abbey hanya membalas dengan senyuman kecut.
Tiba-tiba saja Rico menarik tangan Laura sampai keluar kamar rawat Alma.
__ADS_1
"Kamu apa-apaan sih Co!" kesal Laura karena Rico menyeretnya sampai keluar kamar.
"Kamu yang apa-apaan? Kenapa kamu datang kesini?" balas Rico.
"Kan sudah ku bilang, aku ingin menjenguk keponakan ku." jawab Laura.
"Tapi waktunya belum tepat Laura. Kamu tidak lihat wajah Abbey yang kelihatan tidak senang?" balas Rico.
"Daripada Abbey semakin salah paham, lebih baik kamu pulang sekarang. Nanti kalau hubungan ku dan Abbey sudah membaik baru aku pertemukan kalian secara resmi." kata Rico lagi.
"Kalau menunggu mu, sampai Dereen punya adik kalian tidak akan berbaikan. Jadi biar aku bantu kamu menjelaskan pada Abbey." jawab Laura.
Dereen adalah anak Laura dengan suami kedua Laura. Laki-laki yang dulu menjalin hubungan dengan Laura saat si laki-laki masih berstatus suami orang. Untuk menutupi hubungan terlarang mereka itu dari mantan istri si laki-laki, maka Laura mengajak Rico menikah siri settingan.
"Tidak perlu Laura, aku bisa mengatasi masalah ku sendiri. Aku mohon jangan ikut campur. Kalau aku buntu, pasti aku akan minta bantuan mu." balas Rico.
Laura menghela nafasnya kasar.
"Baiklah, aku tidak akan mencampuri urusan mu. Tapi izinkan aku berpamitan dengan anak dan istri mu dulu." ucap Laura.
"Satu lagi, jangan menyebut Abbey sebagai istriku, dia pasti risih mendengar panggilan itu." Ucap Rico.
"Hemh." jawab Laura.
Laura dan Rico pun masuk kembali ke kamar rawat Alma.
Melihat Rico dan Laura masuk ke kamar lagi, Abbey spontan langsung berdiri dari duduknya.
"Aku keluar dulu." ucap Abbey ketus.
"Mau kemana?" tanya Rico.
"Mau bertanya pada suster kapan dokter datang." jawab Abbey.
Ceklek. Tiba-tiba pintu kamar rawat Alma terbuka.
Dokter visit yang ditunggu-tunggu pun datang.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1